Salah satu gedung di Fakultas Ekonomi Untad yang runtuh akibat gempa pada 28 September 2018 lalu.

1.159 Mahasiswa Untad Kuliah Sementara di Unhas

Makassar, Jurnalsulawesi.com – Runtuhnya bangunan Universitas Tadulako (Untad) akibat gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah membuat ribuan mahasiswanya tak bisa melanjutkan kegiatan perkuliahan. Namun, antusias mahasiswa untuk belajar tetap tinggi.

Universitas Hasanuddin (Unhas) mencatat, sebanyak 1.159 mahasiswa Untad akan mengikuti kuliah sementara (sit in). Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah mengatakan, jumlah itu merupakan hasil final pada Kamis (11/10/2018), yang merupakan hari terakhir pendataan.

Ia mengatakan, ribuan mahasiswa tersebut akan dikirimkan kepada Untad untuk memperoleh persetujuan. “Kita akan mengirimkan secara bertahap. Rencananya, nama-nama yang sudah terdata sebanyak 1.159 ini segera kita proses hari ini juga,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2018).

Ia menjelaskan, jumlah terbesar adalah untuk Fakultas Teknik, yaitu 231 orang, diikuti oleh Fakultas Hukum 174 orang, Fakultas Farmasi 137 orang, Fakultas Ekonomi 133 orang, Fakultas Kedokteran 93 orang, Fakultas Pertanian 93 orang, dan FISIPOL 77 orang.

Suharman menambahkan, dari 1.195 mahasiwa itu, 154 mahasiwa berasal dari Toraja. Ia menjelaskan, pada Rabu (10/10/2018), Unhas menerima daftar nama mahasiswa asal Toraja yang dikirimkan langsung oleh Bupati Toraja Nicodemus Biringkanae.

“Kabupaten Tana Toraja membuka Posko Pengungsian, di mana telah ada 2.105 orang pengungsi. Sebanyak 188 diantaranya adalah mahasiswa,” kata Nicodemus dalam suratnya.

Bupati Toraja mengajukan permohonan agar 154 mahasiswa Untad asal Tana Toraja yang menjadi korban bencana di Kota Palu berada di pengungsian dapat dipertimbangkan untuk diterima di Universitas Hasanuddin. Menurut Suharman, setelah memperoleh persetujuan Untad, mahasiswa terdata akan segera ditempatkan untuk kuliah sementara. Jika ke depan ernyata masih banyak yang ingin ikut, kata dia, Unhas akan mengupayakan menyalurkannya ke kampus lain.

“Sementara daya tampung kita sudah tidak memadai, maka akan kita komunikasikan untuk disalurkan ke kampus lain. Ini merupakan inisiatif bersama untuk membantu mahasiswa yang menjadi korban,” kata dia. [***]

Sumber; Republika

(Visited 65 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*