Warga Jepang menikmati mi soba saat pergantian tahun. Sementara di Spanyol, masyarakat menghitung mundur sembari makan 12 anggur. [Pixbay]

10 Menu Wajib Tahun Baru dari Berbagai Negara

Jurnalsulawesi.com – Malam pergantian tahun tak bisa dilewatkan tanpa makanan. Bagi sejumlah orang, ada yang menikmatinya sembari bakar jagung atau ayam.

Bahkan, di sejumlah negara, tradisi tahun baru juga identik dengan makanan tertentu. Di setiapnya mengusung makna tersendiri.

Di Jepang, misalnya, masyarakat di sana tak melewatkan tahun baru tanpa mi soba. Sementara di Spanyol, ada kebiasaan memakan 12 anggur sembari menunggu detik-detik tahun berganti. Dikutip dari CNN, berikut 10 menu wajib tahun baru dari berbagai negara.

1. Hoppin’ John – Amerika Selatan
Bagi orang Amerika Selatan, tahun baru tanpa menu Hoppin’ John terasa ada yang kurang. Hoppin’ John merupakan nasi dengan daging babi dan kacang polong mata hitam sebagai lambang koin. Menu ini kadang disajikan bersama sawi hijau atau sayuran lain berwarna hijau sebagai lambang uang dollar kertas dan jagung yang mewakili emas. Menu ini dikatakan bisa membawa keberuntungan di tahun baru.

Ada banyak versi soal sejarah dan nama makanan ini, tapi ada yang mengatakan bahwa makanan ini berasal dari orang Afrika dan tradisi orang Indian Barat yang kemudian dibawa ke Amerika Utara oleh para budak. Resep Hoppin’ John mulai mengglobal pada 1847 lewat acara ‘The Carolina Housewife’.

2. 12 Anggur – Spanyol
Berbeda dengan orang Amerika Selatan, orang Spanyol punya tradisi cukup unik. Mereka akan makan 12 buah anggur di perayaan malam tahun baru. Anggur tak dimakan sekaligus, tapi satu per satu seiring berdentangnya jam. Sebelumnya, ada yang sudah menyiapkan anggur dengan mengupas dan membuang bijinya, sehingga makan anggur tak akan terganggu rasa pahit bijinya.

Tradisi ini dimulai pada abad 20. Ide makan anggur tentu saja dari para petani anggur dengan hasil panen melimpah. Menghabiskan malam tahun baru di Madrid, Spanyol baiknya dilakukan di Puerta del Sol sebelum tengah malam. Tempat ini semacam alun-alun yang dikelilingi bar, restoran dan tempat belanja. Spot menyenangkan untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat.

3. Tamales – Meksiko
Tamales adalah makanan berupa adonan jagung yang diisi dengan daging, keju dan bahan lain kemudian dibungkus dengan daun pisang atau kulit jagung. Sekilas terdengar seperti lemper tapi ini berbeda. Menu ini hanya muncul di hari-hari spesial saja, termasuk malam tahun baru.

Di sana, kebanyakan keluarga memasak tamales beramai-ramai dengan tugas masing-masing. Selain dinikmati sendiri, tamales juga dibagikan pada kerabat maupun tetangga. Saat tahun baru, kadang tamales disajikan bersama menudo yakni sup jagung dan babat.

4. Oliebollen – Belanda
Oliebollen atau bola goreng dijual oleh pedagang kaki lima dan dikonsumsi saat tahun baru. Bola-bola ini dibuat dengan adonan seperti pangsit bercampur kismis. Digoreng lalu disajikan dengan taburan gula bubuk.

5. Marzipanschwein atau Glücksschwein – Austria dan Jerman
Baik Austria dan Jerman, menyebut malam tahun baru sebagai Sylvesterabend atau malam perayaan Santo Silvester. Marzipanschwein adalah babi-babi kecil yang terbuat dari kembang gula dan digunakan untuk mendekorasi meja. Mereka merayakan tahun baru dengan minum wine yang dipadu dengan kayu manis dan rempah-rempah juga menu daging babi.

6. Mi soba – Jepang
Keluarga di Jepang menikmati mi soba atau toshikoshi soba saat malam tahun baru. Tradisi ini sebagai tanda orang meninggalkan tahun yang lama dan menyambut datangnya tahun yang baru. Mi yang panjang melambangkan panjang umur dan kemakmuran.

Tradisi lain disebut mochitsuki di mana teman, keluarga menghabiskan sehari sebelum tahun baru membuat kue beras. Berat ketan dicuci, direndam, direbus dan ditumbuk hingga halus. Tamu dipersilakan untuk mengambil bagian kecil dan kemudian dibuat bulatan kecil yang akan dinikmati sebagai makanan penutup.

7. King cake – berbagai negara
Ada beberapa negara yang menjadikan kue atau cake sebagai menu tahun baru. Orang Yunani punya vasilopita, orang Perancis akan menikmati gateau atau galette des rois. Sedangkan orang Meksiko punya rosca de reyes dan orang Bulgaria makan banitsa.

Kue biasa dinikmati tengah malam saat malam tahun baru. Di beberapa budaya, pemotongan kue dilakukan saat Natal atau Epiphany pada 6 Januari. Kue berisi koin emas yang menyimbolkan kesejahteraan bagi siapapun yang menemukannya dalam potongan kue.

8. Cotechino con lenticchie – Italia
Cotechino con lenticchie merupakan sosis dan sawi yang direbus. Makanan ini dikatakan dapat mendatangkan keberuntungan. Di beberapa keluarga, selain cotechino con lenticchie, mereka juga menyajikan zampone atau masakan berbahan kaki babi.

Sebagai penutup, terdapat chiacchiere, bola-bola goreng yang diberi madu dan gula bubuk, juga prosecco. Deretan menu ini berasal dari Modena, tapi kemudian menyebar ke penjuru negeri.

9. Acar ikan hering – Polandia dan Skandinavia
Ikan hering begitu berlimpah di Polandian dan Skandinavia. Warna keperakan pada ikan melambangkan kemakmuran dan harta, sehingga acar ikan hering sering dinikmati saat malam tahun baru. Acar dimakan bersama saus krim atau bawang bombay.

Orang Polandia punya nama khusus dalam mempersiapkan acar ikan untuk malam tahun baru yakni Sledzie Marynowane. Ikan hering asin direndam air selama 24 jam lalu menatanya pada wadah dan melapisinya dengan bawang bombay, rempah, gula dan arak putih. Sedangkan orang Skandinavia kadang memasukkan hering bersama acar ikan, ikan asap dan bola daging dalam wadah besar.

10. Kransekage – Denmark dan Norwegia
Kransekage adalah kue yang berbentuk seperti menara dan tersusun atas cincin-cincin. Di Denmark dan Norwegia, kue disajikan dalam momen istimewa termasuk malam tahun baru. Kue terbuat dari kembang gula, ada pula yang dicampur dengan wine dan didekorasi dengan ornamen, bendera dan biskuit. [***]

(Visited 32 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*