Sejumlah TKA berbelanja pada saat jam istirahat di Desa Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. [Jawapos/Ilustrasi]

1000 TKA di PT IMIP Diduga Gunakan Visa Kunjungan

Palu, Jurnalsulawesi.com – Sekira seribu tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) diduga dipekerjakan secara ilegal. Para pekerja yang mayoritas TKA asal Tiongkok itu diduga hanya menggunakan pasport Izin Tinggal Kunjungan (ITK) dengan batas waktu dua bulan.

Sumber di Kantor Imigrasi Kelas III Kabupaten Banggai di Luwuk yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sebagian TKA tersebut masuk ke wilayah Morowali melalui Luwuk.

“Izin tinggal kunjungan tidak bisa dipakai untuk menjadi tenaga kerja di negara kunjungan. Dan itu banyak disalahgunakan oleh pemegang visa dan pihak perusahaan di Morowali,” jelas sumber.

Mestinya kata sumber, pihak pemegang visa kunjungan segera merubah status kunjungan dengan mangajukan izin dari ITK menjadi ITAS (Izin Tinggal Terbatas). Apakah mengajukan untuk tiga bulan atau setahun batas maksimal.

“Dan itu harus EPO (Exit Permit Only) dulu untuk mengurus visa baru. Dengan ketentuan kembali dulu ke daerah asalnya untuk mengurus visanya,” bebernya.

Sementara itu, Humas PT IMIP, Dedy Kurniawan yang dikonfirmasi dari Palu terkait TKA yang diduga menggunakan visa kunjungan enggan memberikan jawaban. Dedy justeru balik bertanya kepada media ini nama/identitas sumber informasi terkait.

“Imigrasi mana pak. Boleh tau namanya itu orang imigrasi,” tulisnya melalui pesan singkat.

Saat dijelaskan bahwa nama sumber wajib dirahasiakan seperti permintaan pemberi informasi, Dedy mengatakan bahwa dalam UU Pers No 40 Tahun 1999, ia harus mengetahui identitas pemberi informasi.

Namun saat media ini kembali menjawab bahwa wartawan memiliki Hak Tolak menyebutkan identitas sumber, Dedy bungkam dan tidak membalas lagi pesan singkat yang dikirim media ini.

Dalam UU Pers No 40 Pasal 1 Ayat 10 menyebutkan, Hak Tolak adalah Hak wartawan karena profesinya, untuk menolak mengungkapkan nama dan atau identitas lainnya dari sumber berita yang harus dirahasiakan.

Diketahui, Visa kunjungan diberikan kepada orang asing yang akan melakukan perjalanan ke Indonesia untuk kunjungan seperti dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain. Wisata, keluarga, sosial, seni dan budaya, tugas pemerintahan, olahraga yang tidak bersifat komersial. [***]

Rep; Yusrin L Banna
Red; Sutrisno

(Visited 285 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*