Pemandangan terumbu karang di Taman Nasional Bunaken.[Ant]

46 Persen Terumbu Karang di Indonesia Rusak

Bagikan Tulisan ini :

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Jangan terbuai dulu saat mendengar bahwa pemandangan bawah laut Indonesia terlihat indah bak surga. Karena faktanya, saat ini kerusakan terumbu karang di perairan dari Sabang sampai Merauke disebut sudah mencapai 46 persen.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).

BKIPM mengatakan kalau kerusakan terumbu karang tak hanya karena diakibatkan oleh faktor alam, tapi juga faktor manusia, seperti aktivitas pengeboman ikan dan penyelundupan terumbu karang.

Yang tambah menyedihkan, saat ini Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Selatan (Sulsel) juga sedang terancam kelestariannya.

Luas Taman Nasional Bunaken mencapai 16 juta hektare, yang di dalamnya terdapat satu taman laut, taman wisata dan empat kawasan konservasi.

Oleh karena itu, Kepala Balai KIPM Makassar Sitti Chadijah mengimbau kepada masyarakat yang mencari ikan di sekitar Taman Nasional Bunaken untuk tidak menggunakan teknik yang mengganggu kehidupan bawah laut.

“Saat ini tingkat kerusakan terumbu karang di Bunaken sangat tinggi. Kerusakan itu akan memengaruhi kehidupan semua binatang laut, termasuk yang dilindungi oleh undang-undang,” kata Sitti di Makassar, seperti yang dikutip dari Antara pada Senin (28/8/2017).

Sitti lanjut mengatakan, jika tak dijaga maka Taman Nasional Bunaken tidak akan lagi didatangi turis dan bisa dinikmati oleh anak cucu di masa depan.

“Untuk memulihkan terumbu karang sangat lama. Dalam tiga tahun hanya tumbuh satu centimeter. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Tapi ini harus dilakukan semua pihak yang memiliki kesamaan visi,” ujar Sitti.

Mengenai penyelundupan terumbu karang, sebelumnya, BKIPM bersama Polda Sulsel dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menggagalkannya pada beberapa waktu yang lalu. Ketika itu jalur pengirimannya berasal dari Makassar menuju Bali untuk dikirim ke luar negeri.

Dikutip dari Antara, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono mengatakan kalau jalur penyelundupan biasanya melalui Bali dan Lombok. Pelaku memasukkan terumbu karang, baik yang masih hidup atau yang sudah mati, ke dalam koper berukuran besar.

“Kelompok penyelundup ini memiliki sindikat di Bali. Dari Bali kemudian menyebrang ke Lombok, lalu ke luar negeri seperti ke Singapura atau China,” kata Muktiono.[CNN]

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*