Serangan siber yang diakibatkan oleh ransomeware. [BBC]

75 Ribu Komputer Jadi Korban Serangan Siber Global

Bagikan Tulisan ini :

Jurnalsulawesi.com – Serangan siber global melanda 99 negara termasuk Amerika Serikat, Cina, Rusia, Spanyol, Italia dan Taiwan. Perusahaan keamanan siber Avast mengatakan telah melihat 75 ribu kasus ransomware yang dikenal sebagai WannaCry atau varian sejenisnya.

“Ini sangat besar,” kata Jakub Kroustek dari Avast.

Dilansir dari BBC, banyak periset mengatakan insiden ini tampaknya terkait. Namun, ini mungkin bukan serangan terkoordinasi terhadap target tertentu.

Akibat serangan siber ini, rumah sakit di Inggris terpaksa harus membatalkan janji bertemu dengan pasien. Sementara itu, di Rusia, Kementrian dalam Negeri Rusia telah melokalisasi virus ini menyusul serangan terhadap komputer oribadi yang menggunakan sistem operasi Windows.

Melanda 99 Negara
Sebuah serangan siber besar menyerang bermacam organisasi di seluruh dunia. Sebanyak 99 negara di dunia mengalami serangan siber ini. Dilansir dari BBC, ribuan komputer di seluruh dunia terkunci oleh sebuha program yang meminta uang sebesar 300 dolar AS di Bitcoin.

Salah satu yang mengalami serangan siber ini yaitu Rumah sakit di Inggris. Akibatnya beberapa rumah sakit tersebut tidak bisa melayani kasus-kasus darurat pada, Jumat (12/5/2017). Diantaranya adalah Kelompok Kesehatan Barts yang mengelola rumah sakit utama di London, termasuk The Royal London dan St Bartholomew’s.

“Kami mengalami gangguan Teknologi Informasi (TI) yang besar, dan ada penundaan di semua rumah sakit kami,” kata salah seorang anggota Kelompok Kesehatan Barts.

Bagi pasien yang memiliki kasus darurat, diimbau untuk tidak mendatangi rumah sakit yang sedang bermasalah. Serta bagi masyarakat yang tidak memerlukan penanganan medis akut, diharapkan untuk tidak pergi ke rumah sakit terlebih dahulu.

Pada, Jumat (12/5/2017), pemerintah Spanyol memperingatkan bahwa sejumlah besar perusahaan, telah diserang oleh penjahat siber yang menginfeksi komputer dengan perangkat lunak berbahaya. Yang dikenal sebagai ‘ransomware’ yang mengunci komputer dan menuntut uang tebusan untuk memulihkan akses. [***]

Source; Republika

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*