Sidang Paripurna pandangan akhir fraksi RAPBD-P Donggala 2017 di ruang Sidang Utama, DPRD Donggala, Rabu (8/11/2017). [Ist]

Ada “Tangan Gaib” di Pusaran Angka APBD-P Donggala 2017

Bagikan Tulisan ini :

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Sejak disahkannya dokumen APBD 2017 hingga memasuki Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) 2017 sudah ditemukan banyak kejanggalan, salah satunya adalah inkonsistensi dokumen APBD tidak ada kepatuhan proses di dalamnya.

Hal tersebut dikatakan juru bicara Fraksi PKS, Zulham Lahama pada Paripurna pandangan akhir fraksi RAPBD-P 2017 di ruang Sidang Utama, Rabu (8/11/2017).

Zulham mengungkapkan, inkonsistensi dokumen APBD menjadi titik awal kegelisahan, karena banyaknya rasionalisasi program dan angka dalam RAPBD-P 2107 menjadi rancu.

“APBD-P 2017 adalah waktu yang legal untuk melakukan penyesuaian terhadap prognosis dengan kenyataan yang terjadi, Namun demikian waktu legal tersebut tetap harus terikat dalam kotak yang sama yaitu Konsistensi bukan malah ditafsirkan sebagai “tempat bermainya angka” demi memenuhi keinginan tertentu,” ujar Zulham.

Zulham menekankan bahwa persoalan konsistensi juga telah diingatkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah melalui Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 903/497/BPKAD-G.ST/2017 tentang Hasil Evaluasi Rancangan Perda tentang Perubahan APBD 2017 dan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017. Di mana rancangan tersebut harus segera ditarik kembali kepada Jalur Konsistensi terhadap dokumen-dokumen sebelumnya, serta mengingatkan dengan tegas bahwa program dan kegiatan baru yang muncul dalam Perubahan APBD harus mengacu pada efektifitas, efisiensi, kepatutan dan kewajaran.

“Kami menilai ada Tangan Gaib Dalam Pusaran Angka Dokumen APBD-P 2017, olehnya sebelum ditetapkan Rancangan Perda tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2017, maka ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan diantaranya Invisible Hands (Tangan Gaib) yang selama ini terindikasi melakukan perubahan dokumen sehingga k menyebabkan Kekagetan terhadap naiknya angka defisit dalam dokumen APBD 2017,” kata politisi asal Dalaka ini.

Menurut Zulham, aksi tangan gaib tersebut merupakan pukulan berat bagi Bupati maupun lembaga DPRD sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah daerah. Pukulan berat ini menyebabkan penyesuaian kembali di terminal Perubahan APBD terasa amat berat dan melelahkan. Segala energi seolah terkuras habis, cucuran keringat dan air mata menjadi irama sendu dalam pembahasan Perubahan APBD tahun 2017. Ini seolah menjadi puncak gunung es dari permainan Invisble Hands (tangan gaib) yang seolah tak nampak tapi nyata adanya. Saatnya melodrama ini dihentikan agar semua kembali tersadarkan bahwa amanah begitu berat dan memiliki konsekuensi hukum di kemudian hari.

Paripurna Pandangan akhir Fraksi yang dimulakan pukul 16.10 WITA, dipimpin Wakil Ketua I Sofyan Yotolembah dan Wakil Ketua II Abd Rasyid, serta dihadiri Bupati Kasman Lassa bersama beberapa Pimpinan OPD. [***]

 

Rep; Jose Rizal

(Visited 145 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*