Sejumlah ormas di Kota Palu melakukan aksi untuk mendesak aparat kepolisian agar segera menyeret, mengadili dan penjarakan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, Senin (27/8/2018). [Ist]

Aliansi Ormas Kota Palu Desak Polisi Tangkap Gus Nur

Palu, Jurnalsulawesi.com – Sejumlah ormas di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mendesak aparat Kepolisian agar segera menyeret, mengadili dan penjarakan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, karena telah melakukan pelecehan dan memyebarkan ujaran kebencian, yang dapat memecah belah bangsa.

Desakan tersebut dilakukan dengan melakukan aksi damai dan mendatangi Mapolda Sulteng, Senin (27/8/2018) siang. Massa aksi terdiri dari Kaum Muda Nahlatul Ulama, Himpunan Pemuda Alkhairaat, Aliansi Indonesia Damai, Banser Sulteng, Siga Merah, Pondasi Rakyat dan Aliansi Palu Moggaya.

Dalam aksi yang dimulai sekira Pukul 14.05 Wita itu, peserta aksi mulai bergerak dari Taman Gor Palu dengan spanduk bertuliskan “Tangkap Dan Penjarakan Gus Nur Sang Penyebar Kebencian, Pemecah Belah Bangsa Yang Bertopeng Ulama Penghina Ulama NU, Jangan Rusak Tanah Kaili Dengan Menyebar Kebencian, Penjarakan Sang Ustad Gadungan (Sugi Nur), Ungkap Dan Seret Sugi Nur.

Korlap aksi Mohamad Kaharu dari GP Ansor dalam orasinya mengajak masyarakat Sulteng saling menjaga dan menghindari pengaruh buruk dari oknum yang suka berkata jorok. “Kita tidak pernah mengajarkan tutur kata yang tidak baik. “Untuk menjaga moral maka kami meminta agar aparat kepolisian segera menahan Gus Nur. Kami meminta waktu 1 x 24 jam untuk menahan agar Nur,” desaknya.

Dikatakannya, kedatangan massa ke Mapolda Sulteng dilakukan juga untuk mengetahui sudah sejauhmana laporan terkait perbuatan Gus Nur pada bulan Mei 2018 lalu. “Kami berharap pihak kepolisian dapat lebih profesional. Apalagi Sugi Nur Raharja ini telah mengklaim sebagai ulama Sulteng, yang saat ini telah pindah dan berdomisli di Kota Palu,” imbuhnya.
BACA JUGA: Keluarga Muda NU Sulteng Desak Tangkap Gus Nur

Ia menambahkan, dalam laporan sebelumnya juga sudah disertai dengan bukti-bukti surat kuasa maupun bukti-bukti lain. “Ketika proses ini berjalan, ternyata ada lagi tiga video baru, yang juga dilakukan oleh Gus Nur. Bahkan ada beberapa Video itu dibuat di kediaman Gus Nur di Kota Palu,” ujarnya.

Karena itu katanya, gabungan ormas ini mendesak agar Gus Nur segera ditahan jika daerah ini ingin aman. “Kami ini taat hukum, tapi di sisi lain kami juga butuh keadilan. Video ujaran kebencian yang dilakukan Gus Nur untuk menyudutkan Ma’ruf Amin dan kami posisikan Ma’ruf Amin adalah orang tua kami, meskipun kemudian berdampingan dengan Jokowi,” jelasnya.

Namun ia menegaskan, bahwa aksi yang dilakukan aliansi Ormas kali ini tidak berkaitan dengan politik, menjelang Pileg dan Pilpres 2019. “Aksi kami tidak ada hubungan dengan tahun politik, karena kami juga tidak kenal siapa Jokowi dan Prabowo,” tegasnya.

Pondasi rakyat, salah satu Ormas yang turut mendesak agar Gus Nur segera ditangkap dan diadili, Senin (27/8/2018).

Senada dengan Mohamad Kaharu, Ismail yang mewakili ormas Pondasi Rakyat mengatakan, perbuatan Gus Nur dalam beberpa bulan terkahir sudah sangat meresahkan,karena telah menyampaikan ujaran kebencaian terhadap ulama. “Apa yang dilakukan Gus Nur tidak sesuai dengan ajaran Guru Tua, yang menjadi panutan masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Bahkan katanya, pihaknya selama ini juga tidak mengetahui asal-usul Gus Nur yang telah berani mengatasnamakan ulama dari Palu. “Kami meminta penegak hukum agar secepatnya menyeret dan mengadili Gus Nur,” kata Ismail

Menurutnya, apa yang dilakukan Gus Nur juga tidak sesuai dengan adat Kaili dan ajaran agama manapun. Ia menilai, Gus Nur telah masuk dalam ranah politik dengan mengkafirkan ulama yang berseberangan dengan dia. “Apa yang dilakukan Gus Nur telah memecah masyarakat. Bangsa ini lahir juga dari perjuangan ulama dan santri NU,” tegasnya.

Langkah ini dilakukan katanya, dalam rangka menjaga Marwah NU dan menjaga keutuhan NKRI. “Kami ingin kepastian hukum terkait ujaran kebencian yang dilakukan Gus Nur. Karena kami juga memiliki tanggungjawab untuk keamanan di Wilayah Kota Palu jika melihat situasi saat ini,” tegasnya

Ia berharap, kepolisian dapat konsen menyelesaikan masalah ini karena ceramah Gus Nur isinya penuh dengan ujaran kebencian, fitnah maupun menyerang ulama yang tidak sepaham. “Kami terpanggil karena saya Abnaul Khairat yang aslinya juga NU,” kata Ismail.

Pernyataan dewan adat adalah menolak hoax dan ujaran kebencian serta mengawal apa yang dinyatakan adat. Kami siap turun secara keseluruhan dalam rangka mewujudkan tanah Kaili yang aman.

Sementara pihak Polda Sulteng menyambut baik kedatangan massa yang mendesak proses hukum terhadap Gus Nur. Mewakili Kapolda Sulteng, Direktur Intelejen dan Keamanan (Intelkam) Polda Sulteng Kombes Bambang Sudarmaji didampingi Dir Krimsus Kombes Arif Marwan, menemui peserta aksi dan mengucapkan terima kasih karena massa melakukan aksinya dengan aman dan tertib.

Kombes Bambang mengatakan, sampai saat ini proses hukum terhadap Gus Nur masih berjalan. Ia juga meminta kepada massa agar bersabar, hingga pihak kepolisian melakukan penjemputan paksa terhadap Gus Nur.

“Sudah beberapa kali dilakukan panggilan, tetapi yang bersangkutan masih mangkir. Secepatnya akan dilakukan pemanggilan paksa kepada yang bersangkutan,” kata Bambang, dalam audiens dengan perwakilan massa aksi.

Sementara Dir Krimsus Kombes Arif Marwan mengatakan, aparat kepolisian memiliki juknis dan tidak ingin salah dalam menangani perkara ini. Kasus ujaran kebencian ini unik dan kami telah melakukan pemeriksaan saksi, saksi ahli dan saksi bahasa. Kami akan mengambil barang bukti berupa akun. Kami juga telah mengadakan wawancara ke Gus Nur. Kami akan gelar perkara sebelum penetapan Gus Nur sebagai tersangka. Besok kami akan lakukan pemanggilan terhadap Gus Nur,” tegas Kombes Arif Marwan.

Turut hadir dalam audiens perwakilan aksi diantaranya Wakil Sekjen GP Ansor Pusat Nizar Rahmatu, Wakil Ketua Ansor Sulteng Muhamad Kaharu, Kuasa Hukum Riski Lembah, Satkorwil Banser Sulteng Saiful Daud, Ketua HPA Sulteng Dedi Irawan dan Ismail dari Pondasi Rakyat.

Aliansi Ormas di Kota Palu menggelar jumpa pers usai melakukan aksi, untuk mendesak Gus Nur segera ditangkap, Senin (27/8/2018). [Ist]

Menanggapi pernyataan Dir Krimsus Polda Sulteng, Kuasa Hukum Riski Lembah mengatakan, subtansi hukum dari kasus ini telah adanya laporan yang dilakukannya pada bulan Mei 2018 lalu. “Sampai saat ini kami belum menerima laporan hasil pemeriksaan. Padahal penyidik harusnya sudah menyampaikan hasil penyelidikan itu kepada kami sebagai pelapor. Dengan melihat 3 video yang kami ajukan sebagai bukti, maka unsur bukti sudah cukup untuk menetapkan Gus Nur sebagi tersangka dan melakukan penahanan. Kami ingin tahu status hukum dari Gus Nur,” tegasnya usai aksi.

Sekira Pukul 15.32 Wita peserta aksi membubarkan diri dengan aman dan tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. [***]

 

Penulis; Sutrisno

(Visited 2.420 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*