Asnawi yang juga panitia lelang memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi Proyek Gernas Kakao Kabupaten Tolitoli, di Pengadilan Negeri Palu, Kamis (16/2/2017). (Foto: Sutrisno/Jurnalsulteng.com)

Aneh, Dua Tersangka Korupsi Gernas Kakao Tolitoli Masih Melenggang

Bagikan Tulisan ini :

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Kasus korupsi proyek Gernas Kakao di Kabupaten Tolitoli hingga kini masih menimbulkan tanda tanya di publik. Pasalnya, dari enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka, hanya empat orang yang diadili dan sudah menjalani hukuman yang ditetapkan Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri Palu.

Sedangkan dua tersangka lainnya yakni Ir DM dan Ir MN masing-masing sebagai Dirut Supin Raya dan Staf Tehnis PT Supin Raya, masih bebas melenggang.

Padahal keduanya secara bersamaan juga ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Tipikor Polres Tolitoli. Namun hingga kini Kejaksaan Negeri Tolitoli belum juga melimpahkan berkas perkara (P21) kedua tersangka tersebut ke Pengadilan Tipikor.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Andi Ahmad Syarief ikut angkat bicara dan menyatakan keheranannya. Menurut Ahmad Syarief, jika memang penyidik Tipikor Polres Tolitoli telah menetapkan dua tersangka dari PT Supin Raya Makassar terkait kasus Gernas Tolitoli Tahun 2013 yang dikerjakan PT Karya Lestari, sebaiknya segera dilimpahkan ke pihak Kejari Tolitoli untuk diajukan ke Pengadilan Tipikor.

Kedua orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka melalui gelar perkara yang dilaksanakan pada tahun 2015 lalu.

“Yang menjadi pertanyaan, kok kasus korupsi Gernas kakao Tolitoli yang sebahagian besar para terdakwa lainnya sudah divonis Pengadilan Tipikor Palu, justru dua tersangka masih bebas berkeliaran tanpa diproses hukum?” kata Andi Ahmad Syarief kepada Jurnalsulawesi.com di Tolitoli belum lama ini.

Politisi Partai Gerindra ini juga merasa sangat aneh, karena penyidik Polres Tolitoli tentunya memiliki alat bukti yang cukup kuat untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka, apalagi penetapan tersangka itu melalui proses gelar perkara. Jika Jaksa Penuntut Umum Kejari Tolitolli menolak tentu juga harus punya alasan yang kuat. Tapi mengapa berkas dua tersangka ini tidak di P21, padahal empat tersangka lainnya sudah divonis pada 5 Juni 2017 lalu.

BACA:  Terdakwa Koruspsi Gernas Kakao Divonis Sembilan Tahun

Sementara, Kapolres Tolitoli AKBP Iqbal Alqudusy,SH,S.IK yang dikonfirmasi belum lama ini menyatakan akan melakukan chek kembali berkas perkara terkait dua tersangka Gernas Tolitoli atas nama Ir DM dan Ir MN dari perusahan PT Supin Raya Makassar.

“Saya akan mengechek berkas perkara kedua tersangka yang belum dilimpahkan ke Jaksa itu. Sebab saat itu yang tangani Kapolres sebelum saya, yakni AKBP Djamaluddin Fatri dan AKBP Chrits Pusung. Saya akan chek berkasnya, apalagi hingga saat ini kami belum menerima salinan putusan vonis Pengadilan Tipikor Palu dari Kejaksaan soal vonis para terdakwa perkara Gernas ToliToli tahun 2013” kata AKBP Iqbal Alqudusy,SH,S.IK.

Dalam catatan Jurnalsulawesi.com, proses penanganan kasus korupsi ini cukup menyita waktu dan perhatian masyarakat cukup lama sekira 2 tahun 7 bulan. Bahkan kasus ini sempat terkatung-katung dengan P19 bolak-balik dan dua kali kejaksaan mengembalikan SPDP-nya ke penyidik Polres Tolitoli.

Dalam kasus ini sedikitnya penyidik tipikor Polres Tolitoli sudah menetapkan 6 orang tersangka. Yakni 2 orang yang ditetapkan tersangka di tahun 2014 dan menyusul polisi kembali menetapkan 4 orang tersangka yakni Conni Katiandagho, Eko Juliantoro, Ir. Manyur IB Lanta, Ir. Donatus Marru, Ir. Moh Nawir dan Samsul Alam.

Tanggal 9 Desember 2016 lalu penyidik kejaksaan mengembalikan SPDP atas 6 tersangka ini ke penyidk polisi, namun penyidik polisi kembali lagi mengirimkan SPDP bersama berkas pemeriksaan ke penyidik kejaksaan negeri Tolitoli. Tapi tidak lagi dengan 6 orang tersangka melainkan penyidik polisi hanya mengirim 4 orang tersangka ke penyidik kejaksaan.

Kemudian ke 4 orang tersangka ini dinyatakan P21 oleh jaksa. Sementara ada 2 orang yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, justru tidak diserahkan. Adalah Ir.Donatus Marru dan Ir.Mouh Nawir yang sebelumnya dijadikan tersangka, melalui gelar perkara. Tidak diserahkannya kedua orang tersangka ini menimbulkan pertanyaan, karena dari 6 orang tersangka haya 4 orang yang dikirim dalam tahap dua.

Mereka adalah Ir.Mansyur IB Lanta, Conni Katiandagho, Eko Juliantoro dan Samsul Alam. Saat ke 4 orang ini ditetapkan sebagai tersangka, mereka langsung dijadikan sebagai tahanan kota saat itu juga.

Saat itu, Kanit Tipikor Polres Tolitoli Ipda Ridjal yang membawa para tersangka ke penyidik JPU Kejaksaan Negeri Tolitoli, kepada wartawan saat itu membenarkan dari 6 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, hanya 4 orang yang diserahkan ke penyidik kejaksaan untuk P21. [***]

 

Penulis; Elkana Lengkong
Editor; Sutrisno

(Visited 357 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*