Salah satu tiang selasar yang retak dan rawan patah pada Gedung Puskesmas Malala, Kabupaten Tolitoli. [Zoel]

APH Diminta Usut Dugaan Penyimpangan Pembangunan Puskesmas Malala

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Aparat Penegak Hukum (APH) diminta untuk segera mengusut dugaan adanya penyimpangan yang mengakibatkan rendahnya kualitas bangunan pada proyek pembangunan sarana dan prasarana Puskesmas Malala, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
BACA JUGA: Kualitas Bangunan Puskesmas Malala Dondo Patut Dipertanyakan

Aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulteng, Ivan Yudharta, menilai rendahnya kualitas bangunan itu mengindikasi terjadinya praktek korupsi pada pelaksanaan proyek senilai Rp2.648.839.000,- yang dikerjakan PT Megatama Karya Sentosa pada Tahun 2017 itu.

Menurutnya, patut diduga ada upaya meraup keuntungan lebih besar dari yang sudah ditentukan.

“Hal itu bisa dilihat dari hasil pekerjaan di beberapa bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Padahal bangunan baru saja selesai dikerjakan. Kami menduga bobroknya hasil pekerjaan itu mengindikasikan adanya upaya dari pihak pelaksana untuk meraup keuntungan yang lebih besar yang menyebabkan hasil dari pekerjaan kurang baik,” ujarnya.

Karena itu kata Ivan, Aparat Penegak Hukum harus segera melakukan penyelidikan untuk mengusut pembangunan Puskesmas yang akan menjadi rumah sakit Tipe D Pratama bagi masyarakat tersebut.

“Apalagi bila melihat kondisinya juga rawan ambles. Itu sangat mebahayakan bagi pasien dan pegawai yang ada di Puskesmas tersebut,” tegasnya.

Senada dengan Ivan, pemerhati kosntruksi Herman menuturkan bahwa pekerjaan pembangunan gedung tersebut sangat jelas kurang maksimal dan bisa dipastikan umur bangunan tidak akan bertahan lama.

“Kerusakan yang terjadi di beberapa bagian bangunan itu diduga karena proses pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, sehingga menyebabkan terjadinya retakan pada lantai dan selasar bangunan,” terang Herman, Senin (13/8/2018).

Ia menambahkan, retakan pada lantai bangunan biasa disebabkan karena kurang tebalnya material campuran dan kepadatan timbunan. Sementara, terkait selasar bangunan yang retak dan terancam patah kata Herman, diduga karena campuran semen yang kurang atau bisa juga disebabkan pengurangan besi pada tulangan.

Salah satu titik lantai yang retak, yang mengidikasikan rendahnya kualitas campuran. [Zoel]

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli, Fatma yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kerusakan pada bangunan, yang akan menjadi Rumah Sakit rujukan tingkat pratama bagi masyarakat tersebut.

Namun menurut Fatma, beberapa kerusakan itu sudah dilakukan perbaikan, sekira Juni 2018 lalu.

“Saat ada laporan mengenai kerusakan pada bangunan, kami segera melakukan kordinasi dengan pihak pelaksana, agar segera dilakukan perbaikan. Kemungkinan penyebab dari kerusakan karena adanya pergeseran tanah. Dan kini bangunan itu telah difungsikan,” jelasnya. [***]

 

Penulis; Zoel
Editor; Sutrisno

(Visited 318 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*