Kapolres didampingi Kasat Reskrim Pores Tolitoli, menggelar jumpa pers terkait tiga kasus yang berhasil diungkap di awal Tahun 2019. Lima tersangka berdiri di belakang) dari tiga kasus tersebut turut dihadirkan di hadapan wartawan. [Athifa]

Awal Tahun, Polres Tolitoli Ungkap Tiga Kasus

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Kepolisian Resort (Polres) Tolitoli, kembali merilis tiga kasus yang berhasil diungkap di awal tahun 2019. Hal tersebut disampaikan Kapolres Tolitoli, AKBP Hendro Purwoko, S.IK, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Esti Prasetyo, S.IK, dalam konferensi pers, di Mapolres Tolitoli, Senin (14/1/2019).

Kapolres menjelaskan, pengungkapan tiga kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Tolitoli di antaranya, kasus pencabulan di bawah umur yang terjadi di Desa Janja kecamatan Lampasio, dengan menetapkan RL (53) sebagai tersangka.

Dari hasil pengembangan korban pencabulan yang dilakukan tersangka RL, sebanyak 10 korban dan baru 4 korban yang di ambil keterangannya.

“Korbannya ada 10 orang dan baru 4 orang yang diambil keterangan,” kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan, modus operandi yang dilakukan RL, memanggil korban untuk mencabut jenggot dan kumis pelaku. Setelah itu pelaku memperlihatkan video porno dan pelaku melampiaskan hasratnya dengan mencium pipi, leher dan meremas dada dan meraba kemaluan korban.

Setelah itu kata Kapolres lagi, korban kemudian disuruh menurunkan celana untuk duduk di atas perut pelaku yang kemudian pelaku memberikan imbalan uang kepada korban dengan jumlah yang berbeda.

“Korban diperintahkan turunkan celananya kemudian duduk diatas perut korban, dan pelaku memberikan imbalan uang kepada korban mulai dari Rp5.000 sampai Rp20.000,” jelas Kapolres.

Tersangka kata Kapolres, dijerat dengan pasal 76E junto pasal 82 ayat 1 junto ayat 4 undang undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, sebagaiman di ubah dengan undang undang RI nomor 17 tahun 2016 tetang penetapan Perpu RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara.

Selain kasus pencabulan, dua kasus pencurian juga berhasil di ungkap dan telah menetapkan tersangkanya. Kapolres menyebutkan, kasus pencurian sarang burung walet telah menetapkan dua tersangka yakni NS dan IR, yang melakukan pencurian di Desa Aung, Kecamatan Galang, dengan barang bukti berupa 3,7 ons sarang walet, satu buah pipa air, satu buah besi, dan sebilah pisau, serta satu buah flashdisk yang di dalamnya terdapat rekaman CCTV.

Menurut Kapolres, modus operandi yang dilakukan pelaku dengan memanjat dinding pagar bagian belakang dan merusak jendela bangunan sarang walet. Kemudian pelaku masuk ke dalam bangunan dan mencungkil sarang walet, menggunakan pipa plastik dan sebilah pisau.

“Para pelaku sudah beraksi sebanyak tiga kali,” beber Kapolres.

Kasus lainnya yang diungkap yakni Curanmor dengan menetapkan dua tersangka berinisial NS dan SW. Barang bukti yang berhasil diamankan satu unit sepeda motor merk Yamaha type Mio Soul,

“Kasus pencurian sarang walet dan Curanmor dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya. [***]

 

Penulis; Athifa
Editor; Agus Manggona

(Visited 118 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*