[Ilustrasi]

Bahaya Diabetes Pada Ibu Hamil, Picu Kematian Mendadak Bayi

Bagikan Tulisan ini :

Jurnalsulawesi.com – Kematian istri kedua Opick, Wulan Maya Sari, cukup mengagetkan. Karena dikabarkan mengalami keguguran dua bulan sebelumnya, wulan juga dikabarkan mengidap diabetes selama menjalani kehamilan.

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang terjadi hampir di seluruh dunia. Tak sedikit dampak diabetes yang cukup berbahaya, khususnya pada ibu hamil.

Perlu diketahui, Diabetes memiliki tiga tipe yakni diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes saat hamil. Untuk diabetes yang terjadi saat hamil, biasanya timbul dengan gejala peningkatan gula darah di usia 20 minggu kehamilan.

Secara umum, ibu hamil yang mengandung dengan kondisi diabetes sebelumnya, masih bisa berjalan dengan baik. Namun, kondisi tersebut dapat dicapai apabila kadar gula darah ibu hamil terkontrol dengan baik.

Dikatakan spesialis kandungan, dr. Murthy Mutmainah Sp.OG., efek akibat diabetes sebelum kehamilan dengan kadar gula darah yàng tidak terkontrol, berisiko terhadap plasenta janin. Di mana, pembuluh darah akan rentan, sehingga aliran darah ke janin menjadi terganggu.

“Gula darah tak terkontrol saat hamil, memicu HBA1C meningkat, yang memicu kekentalan darah berubah. Ini berakibat pada fungsi plasenta yang berubah sehingga aliran darah dan oksigenasinya ikut berubah. Hal tersebut berdampak pada kondisi bayi lahir sangat besar atau bayinya restriksi (pertumbuhan terhambat),” ujar dr. Murthy yang dikutip Viva, Selasa (20/3/2018).

Kondisi gula darah yang tidak terkontrol pada pasien diabetes yang sedang hamil, turut berperan pada kasus IUFD atau intra uterine fetal death (kematian janin dalam kandungan). Kasus IUFD biasanya baru akan mencuat sebagai komplikasi dari kondisi HBA1C yang sudah tidak lagi terkontrol.

“Penyebab IUFD itu ada tiga yaitu ibu, plasentanya, dan bayinya memang ada kelainan. IUFD bisa terjadi dari trimester 1 hingga 3 saat kehamilan dan menjadi komplikasi saat HBA1C tidak terkontrol, yang dipicu oleh kekentalan aliran darah ke janin tadi,” terang dokter yang praktik di RSCM tersebut. [***]

Sumber; Viva

(Visited 17 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*