Gubernur Sulteng, Longki Djanggola didampingi Dirut Suaib Djafar (baju putih) meninjau mesin produksi baja ringan PT. PST dan PT. Sarana Jaya, di Kompleks Pergudangan Palu Indah, Senin (16/4/2018). [Trisno]

Baja Ringan Produksi PT. PST Berkualitas SNI

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – PT. Pembangunan Sulawesi Tengah (PST) bekerjasama dengan PT Sarana Jaya secara resmi telah mengoperasikan pabrik baja ringan, di Kota Palu. Peresmian pabrik baja ringan tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur Sulteng, Drs Longki Djanggola, di Kompleks Pergudangan Palu Indah, Senin (16/4/2018).

Direktur Utama PT. PST, Dr Suaib Djafar mengatakan, baja ringan yang diproduksi bersama PT Sarana Jaya itu sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan brand PT. PST berlogo daun kelor.

Saat ini kata Suaib, baja ringan yang diproduksi saat ini terdapat tiga model yakni, Kanal C, Reng dan Hollo untuk rangka plafon, yang masing-masing dengan kapasitas produksi mencapai 12 ribu sampai 15 ribu batang per bulan.

“Adapun kapasitas produksi yang dapat dihasilkan oleh Industri Baja dimaksud, sebanyak 1,2 juta batang per tahun, dengan kualitas SNI yang sudah melalui uji kekerasan logam untuk perumahan,” jelas Suaib Djafar, di sela-sela peresmian pabrik, Senin (16/4/2018).

Menurut Suaib, PT PST melakukan ekspansi usaha dengan memproduksi baja ringan karena melihat peluang makin berkembangnya pembangunan di Sulteng. Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, dan beberapa sektor lainnya secara merata. Oleh sebab itu ia menilai, di masa periode kedua Longki Djanggola sebagai Gubernur Sulteng mendapat ekspektasi semua elemen masyarakat.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola didampingi Dirut PT. PST melakukan gunting pita peresmian pengoprasian industri baja ringan PT. PST dan PT. Saran Jaya di Kompleks Pergudangan Palu Indah, Senin (16/4/2018). [Trisno]

Meningkatnya kebutuhan itu katanya, maka perusahaan BUMD yang ia pimpin itu mengambil peluang bisnis mengenai kebutuhan rumah bagi masyarakat di Sulteng, khususnya di Kota Palu dengan berperan membangun industri baja ringan untuk perumahan yang berkualitas. Di mana kebutuhan masyarakat untuk hunian juga mengalami peningkatan.

“Dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, pembangunan di Provinsi Sulawesi Tengah saat ini mengalami perkembangan yang signifikan, terutama pembangunan perumahan. Inilah yang membuat kita tertarik untuk membangun pabrik baja ringan di daerah ini,” tutur Suaib Djafar.

Untuk memasarkan produk baja ringan yang diproduksinya, jajaran direksi dan komisaris PT. PST menjalin kerjasama dengan Real Estate Indonesia (REI) dan Prusda di Kabupaten/Kota sebagai distributor bagi pembangunan perumahaan sesuai dengan program pemerintah. Harapannya, dengan menjadikan Prusda di Kabupaten/Kota sebagai distributor, dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Yang sudah diproduksi ini sudah dipesan oleh pihak REI. Ini baru seputaran Kota Palu. Tadi ada juga teman dari Sulbar yang sudah melakukan komunikasi dengan kami, bahwa mereka akan menggunakan baja ringan produksi PT PST,” imbuhnya.

Dikatakannya, hal ini dilakukan semata-mata untuk membangun trust (kepercayaan) kepada masyarakat utamanya kepada Gubernur Longki Djanggola mengenai kinerja, terobosan, dan inovasi yang dilakukan perusahaan daerah itu. Industri baja ringan dan kinerja PT. PST itu katanya, sejalan dengan visi dan misi Gubernur Longki menjadikan Sulteng daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Olehnya, ia berharap ada dukungan dari pihak lain, seperti perbankan, khususnya PT. Bank Sulteng sebagai bank daerah. Jika ada dukungan dari bank daerah, maka secara otomatis saling memberikan keuntungan bagi daerah ini, karena keduanya sama-sama perusahaan milik daerah yang dinaungi oleh Pemerintah Provinsi.

“Kita harus mencontoh daerah-daerah lain seperti Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, BUMD di daerah itu saling mensupport untuk kepentingan peningkatan ekonomi mendorong laju pembangunan di daerahnya,” ujarnya.

Suaib Djafar menyebutkan, saat ini PT PST masih terbentur dengan keterbatasan bahan baku karena tingginya permintaan baja ringan. Karena itu kata Suaib, ke depan PT. PST akan melakukan komunikasi dengan perusahaan nikel di Kabupaten Morowali untuk kebutuhan raw material PT. PST untuk memproduksi baja ringan.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola bersama jajaran Direksi PT PST dan PT Sarana Jaya pada peresmian pengoprasian industri baja ringan di Kompleks Pergudangan Palu Indah, Senin (16/4/2018). [Trisno]

Sementara itu, Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola mengapresiasi terobosan yang dilakukan PT PST yang bekerjasama dengan PT Sarana Jaya dalam meproduksi baja ringan.

Menurut Gubernur, keberadaan perusahaan industri ini tentu saja akan menjawab kebutuhan masyarakat berupa baja ringan, untuk pembanguna perumahan.

Gubernur berharap kerjasama antara PT. PST dan PT Sarana Jaya terus berkesinambungan, termasuk kerjasama dengan Organisai Perangkat Daerah (OPD) di tingkat kabupaten/kota. Terlebih lagi industri tersebut sudah mendapat jaminan dari organisasi perumahan Real Estate Indonesia (REI).

“Saya berharap industri ini dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan REI, terutama dari sisi ukuran, kualitas, dan sebagainya,” katanya.

Untuk kebutuhan bahan baku ujar Gubernur Longki, diharapkan PT. PST dan PT. Sarana Jaya dapat berkomunikasi dengan perusahaan nikel atau perusahaan biji besi di Kabupaten Morowali dapat menyediakan bahan bakunya.

Gubernur yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini berpesan agar pihak perusahaan mengikuti serta menjalankan industri ini sesuai aturan yang berlaku. Ia meminta supaya perusahaan selalu berkoordinasi dan komunikasi dengan pemda, jangan membuat kebijakan sendiri terutama yang melanggar ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 164 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*