[Ilustrasi]

Banjir, Petani Parimo Terancam Gagal Panen

Bagikan Tulisan ini :

Parigi, Jurnalsulawesi.com – Banjir yang melanda Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) selama dua hari terakhir ini tidak hanya merendam rumah penduduk, tetapi lahan persawahan petani sehingga dikhawatirkan mengalami gagal panen.

“Rata-rata sawah di sejumlah desa di Kecamatan Piore hingga kini terendam banjir dan petani dipastikan mengalami kerugian karena sebagian belum panen,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parimo, Arifin Achmad via telepon dari Parigi, Selasa (28/11/2017).

Ia mengatakan petugas BPBD sekarang ini masih berada di lokasi untuk melakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam ke tempat aman.

Para pengungsi untuk sementara ini ditampung di sekolah-sekolah yang ada di wilayah tersebut.

“Kami sudah membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan/minum para pengungsi dan juga petugas dari semua instansi terkait yang ada di lokasi,” kata Arifin yang dikutip Antara.

Ia juga mengatakan Bupati Parimo, Zamsurizal Tombolotutu dan sejumlah anggota DPRD setempat pada Senin (27/11/2017) sudah meninjau lokasi banjir dan memberikan bantuan kepada warga.

Bantuan yang telah disalurkan ke lokasi bencana banjir berupa logistik bahan makanan.

Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Piore, Kabupaten Parimo akibat air sungai di wilayah itu meluap menyusul hujan deras mengguyur daerah itu dalam beberapa hari terakhir ini.

Ia menjelaskan ada dua sungai di wilayah itu yang meluap menggenangi rumah penduduk dan areal persawahaan petani.

Banjir juga akibat sejumlah drainase yang ada pembangunannya belum selesai.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam banjir tersebut, kecuali kerugian material belum bisa dirinci karena masih sementara dalam tahap pendataan.

Kecamatan Piore merupakan salah satu sentra produksi beras di Kabupaten Parimo. Kabupaten Perimo selama ini tercatat sebagai salah satu dari enam daerah penghasil beras terbesar di Provinsi Sulteng.

Pada Senin (27/11/2017) pagi kemarin, sejumlah desa di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diterjang banjir bandang Banjir bandang itu mengakibatkan ratusan rumah tergenang air.

“Di Desa Sausu Piore ini paling parah. Hampir tidak ada lagi rumah yang tidak terendam banjir,” kata Kepala Desa Sausu Piore Ismail.

Dia mengatakan, banjir tersebut terjadi sejak Selasa dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Senin sore. Selain di Desa Sausu Piore, banjir serupa juga merendam lima desa tetangga lainnya.

“Banjir ini akibat sungai meluap karena hujannya deras dan berlangsung lama,” katanya.

Ismail melanjutkan, warganya saat ini tidak bisa lagi berbuat banyak karena selain tempat tinggal yang sudah tergenang, juga tidak memiliki persediaan bahan makanan karena semua sudah terendam banjir. “Bahkan ada tempat yang ketinggian airnya sampai dua meter,” katanya. [Antarasulteng.com]

(Visited 49 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*