Tim SAR menggunakan alat berat untuk mencari korban yang tertimbun akibat gempa dan Likuifaksi di Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Minggu (7/10/2018). [Trisno]

Bantuan Internasional untuk Palu Rp220 Miliar, Berikut Daftarnya 

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Bantuan luar negeri untuk korban bencana gempa dan tsunami Palu dan Kabupaten Donggala terus berdatangan. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bahkan menyebut bantuan negara sahabat dalam bentuk komitmen pendanaan (pledge) sudah mencapai Rp220 miliar.

“Kalau pledge ada Rp220 miliar. Ada yang sudah disalurkan langsung,” kata Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (6/10/2018).

1. Daftar negara yang menyalurkan bantuan langsung ke Palu

Fachir menyebut beberapa negara yang sudah menyalurkan bantuan secara langsung berupa uang seperti Korea Selatan US$1 juta, Tiongkok US$200 ribu, Uni Eropa €1,5 juta, Venezuela US$ 10 juta, Jerman €1,5 juta, Vietnam US$ 100 ribu, Australia A$500, Laos US$100 ribu dan Kamboja US$200 ribu.

“Negara yang sudah merealisasikan itu Korea, Jepang, Swiss, Singapura, Tiongkok, Qatar, Turki, India, Spanyol, Vietnam, Malaysia, Inggris, Selandia Baru, Australia, Rusia, Pakistan, Denmark,” sebut Fachir.

2. Bantuan yang langsung disalurkan untuk tanggap darurat

Bantuan negara sahabat berupa finansial tersebut langsung disalurkan untuk tanggap darurat ke BNPB, NGO dan PMI. Nantinya setelah tanggap darurat, bantuan itu akan digunakan untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di bawah kementerian terkait.

Betul, memang kita juga sudah memutuskan antara lain, terutama kalo menyangkut masalah sumbangan finansial itu ada yg diarahkan kepada tanggap darurat, kita dalam hal ini mencoba juga berikan informasi bahwa setelah tanggap darurat masih ada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Sekarang di beberapa kementerian diminta untuk menyiapkan terutama untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu kalau untuk tanggap darurat akan diarahkan ke BNPB, NGO langsung ke PMI, untuk rehabilitasi dan rekonstruksi akan disiapkan. Karena sekarang ini bentuknya masih komitmen, belum semua disalurkan, hanya sedikit yang langsung disalurkan. Penentuan di bawah Kemenkopolhukam,” jelas Fachir.

3. Bantuan berupa pesawat untuk transportasi di Palu
Fachir juga menyebut ada negara sahabat yang membantu dengan kapal mereka. Setidaknya ada 13 pesawat yang membantu di Palu dengan 6 diantaranya sudah kembali ke negara mereka.

“Ada 7 yang masih bantu yang ditransportasikan yang dibawa mereka. Sekarang ada barang di Makassar dan Balikpapan untuk kemudian ditransportasikan ke Palu,” ujarnya.

Adapun pesawat yang masih membantu berasal dari Korea Selatan, Jepang, Singapura, India, Malaysia, dan Selandia Baru.

“Memang sejak awal alat transportasi ini penting mentransportasikan barang yang kita siapkan, alat-alat juga gitu,” kata Fachir. [***]

Sumber; IDN Times

(Visited 62 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*