Rashida Tlaib (berkacamata dan pegang Alquran), Muslimah Amerika Serikat saat dilantik sebagai anggota Kongres. [Reuters]

Baru Dilantik, Anggota Kongres Muslim AS Serukan Pelengseran Trump

Washinton, Jurnalsulawesi.com – Rashida Tlaib, politisi Muslim yang dilantik sebagai anggota Kongres Amerika Serikat (AS) membuat geram Presiden Donald Trump. Musababnya, politisi perempuan itu menyerukan seluruh warga “memakzulkan” pemimpin yang dia sebut “keparat”.

Seruan politisi Demokrat asal Michigan itu dibuat beberapa jam setelah pelantikannya. Komentarnya itu tak hanya dikecam Presiden Trump, tapi juga para politisi terutama dari Partai Republik.

“Komentarnya memalukan,” kata Trump pada hari Jumat waktu Washington dalam menanggapi seruan pemakzulan oleh Tlaib. “Saya pikir dia menghina dirinya sendiri dan menghina keluarganya,” katanya lagi.

Liz Cheney, pemimpin baru Konferensi Partai Republik, mengecam komentar Tlaib. Menurutnya, Tlaib telah menampilkan tingkat vitriol yang tidak baik untuk negara.

Namun, Tlaib melawan berbagai kecaman tersebut. Melalui Twitter dia menulis; “Saya akan selalu berbicara kebenaran terhadap kekuasaan.”

Dia menegaskan bahwa dirinya akan selalu berbicara jujur ​​kepada pihak yang berkuasa.

Juru bicara Tlaib, Denzel McCampbell, politisi 42 tahun itu, satu dari dua wanita Muslim yang terpilih duduk di Kongres AS.

“Terpilih untuk mengguncang Washington dan tidak akan tinggal diam,” katanya.

Ketua Parlemen atau DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi mengatakan dia tidak menyukai bahasa yang kotor. Namun, apa yang dilontarkan Tlaib tidak lebih buruk dari apa yang dikatakan Trump.

Pelosi mengatakan dirinya tidak akan menyensor apa yang dilontarkan kolega partainya.

Seruan pemakzulan Trump dengan ujaran kasar itu viral di media sosial. Banyak lawan politik Trump ikut membagikan video ucapan Tlaib di media sosial.

Pelosi mengatakan kepada USA Today yang dikutip Sabtu (5/1/2019) bahwa perlu ada dukungan bipartisan untuk pemakzulan pemimpin Amerika seperti yang diharapkan para lawan Trump yang berharap pada penyelidikan dugaan intervensi Rusia pada pemilu AS 2016. Hasil penyelidikan itu selama ini diharapkan para lawan Trump menjadi jalan bagi pemakzulan sang presiden.

“Jika ada alasan untuk melakukan impeachment terhadap Presiden Trump dan saya tidak mencari alasan tersebut itu harus jelas bipartisan dalam hal penerimaan (dukungan) sebelum saya pikir kita harus menempuh jalan impeachment,” kata Pelosi. [***]

Sumber; Sindonews

(Visited 11 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*