Salah satu bagian bawah Jembatan Buranga I yang retak. Jembatan yang baru rampung dikerjakan PT. Latebe Putra Group ini harus dilakukan perbaikkan karena sudah retak di beberapa bagian. [Ist]

Baru Rampung, Jembatan Buranga I Senilai Rp10 Miliar Ini Sudah Retak

Palu, Jurnalsulawesi.com – Sejumlah proyek pembangunan jembatan di Balai Pelakasanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Kementrian PUPR Palu pada Tahun Anggaran 2018 telah rampung. Salah satunya, pembangunan jembatan di Desa Toboli dan Desa Buranga Kabupaten Parigi Moutong.

Namun sayangnya, jembatan yang baru rampung dikerjakan oleh PT. Latebe Putra Group, saat ini harus dilakukan pembenahan lagi. Pasalnya, telah terjadi retak di beberapa bagian tertentu jembatan yang menghabiskan biaya puluhan miliar melalui Anggaran Pendapat dan Belanja Negara (APBN) TA 2018.

Adanya keretakkan pada jembatan yang baru rampung dikerjakan ini juga diakui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Palu, Aldhino, Kamis (6/2/2019).

Menurutnya keretakan tersebut tidak berdampak pada kekuatan jembatan dan itu sudah sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

“Kalau dari gambar yang dikirim ke saya, kerusakan/defect/retak tersebut terjadi di lateral stopper jembatan yang murapakan bagian non struktural jembatan pada saat kondisi normal,” tulisa Aldhino melalui layanan WhatsApp.

Ia mengatakan, bagian keretakan tersebut dapat diperbaiki. Dan saat ini ini sedang dilakukan perbaikan pada keretakan oleh pihak pelaksana atau kontraktor, lantaran paket itu masih dalam masa pemeliharaan.

Aldhino menegaskan, secara umum paket pembangunan Jembatan I Buranga tidak terdapat masalah yang signifikan. Selain itu keretakan tersebut tidak akan memicu kerusakan pada jembatan.

“Secara umum keretakan tersebut tidak dapat memicu keruntuhan jembatan,” katanya.

Penyebab keretakan itu jelas Aldhino,  kemungkinan terkena alat berat, seperti excavator saat pengerjaan bronjong di samping, atau terkena getaran dari vibrator pada saat pemadatan di atas jembatan.

“Retak tersebut hanya terjadi di 1 lateral stopper jadi secara kualitas juga sudah sesuai acuan standar spesifikasi,” jelas Aldhino.

Sementara itu, berdasarkan data dan informasi yang dihimpun ihwal pembangunan Jembatan Buranga I diduga kurang mendapat pengawasan dan perhatian dari pihak BPJN. Pasalnya, pengerjaan proyek jembatan tersebut menimbulkan spekulasi dikerjakan kurang maksimal.

“Ini ada beberapa titik yang retak. Kami perhatikan, semoga tidak apa – apa jembatannya,” ujar Udin warga sekitar.

Meskipun demikian katanya, warga sudah melihat dan memantau selama proses pembangunan jembatan tersebut, dan saat ini sudah dilintasi oleh masyarakat pengguna jalan. [***]

 

Penulis; Bob Shinoda

(Visited 51 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*