Prabowo Subianto dan Jokowi pada pengumuman nomor urut Pemilu 2019, Jumat (21/9/2018). [Reuters]

Batalkan Sosialisasi Visi Misi Capres, KPU Diadukan ke DKPP

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan Komisi Pemilihan Umum kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP, karena Komisi membatalkan pemaparan visi misi capres dan cawapres pada debat kandidat.

“Kami merasa sangat dirugikan atas pembatalan itu,” kata tim avokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Yupen Hadi di gedung DKPP, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Visi dan misi capres-cawapres, merupakan gagasan para kandidat yang akan ditawarkan kepada rakyat Indonesia sebelum pencoblosan pada 17 April 2019. Masyarakat pun mempunyai alasan rasional untuk mencoblos pasangan kandidat.

“Yang kami pahami bahwa visi misi calon adalah GBHN (Garus Besar Haluan Negara)-nya republik ini ke depan. Kita enggak punya GBHN lagi, selain dari visi misi calon. Nah, kalau itu dihilangkan, rakyat tahunya dari mana visimisi calon? Apa bedanya 01 dan 02?” ujarnya.

Atas dasar itu, Yupen menyesalkan keputusan KPU yang membatalkan sosialisasi dari visi misi kandidat capres dan cawapres di Pemilu 2019. Karena, sebelumnya semua pihak telah bersepakat untuk menyosialisasikan visi dan misi.

“Kenapa KPU sebagai penyelenggara tidak memaksakan saja kepada para pihak teknisnya harus seperti ini lho, bukan menyederhanakan dengan membatalkan. Karena, efek dari pembatalan adalah tidak tersampaikannya visi misi paslon ke masyarakat luas,” katanya.

BPN Prabowo-Sandiaga melaporkan KPU ke DKPP, dengan harapan putusan Dewan bisa mendorong sosialisasi visi misi pasangan capres dan cawapres bisa dilakukan dengan difasilitasi oleh KPU. [***]

Sumber; Viva

(Visited 9 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*