Kantor Administrator KEK Palu. [Dok/JS]

Bencana Sulteng Tidak Surutkan Investasi di KEK Palu

Palu, Jurnalsulawesi.com – Bencana gempa, tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu, Donggala dan Sigi (Padagi), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pada 28 September 2018 lalu, ternyata tidak menyurutkan semangat para investor untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Direktur Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), salah satu BUMD yang ditugaskan sebagai badan pengelola KEK Palu, Andi Mulhanan Tombolotutu, mengatakan, sejumlah perusahaan yang telah datang ke Palu dan menyatakan segera berinvestasi di KEK Palu itu antara lain PT Indo Mangan Industri, PT Sarana Dwima Jaya, PT Hashimoto Gemilang Indonesia dan salah satu perusahaan asal China lainnya.

Menurut Mulhanan, PT Indo Mangan Industri akan membangun smelter pengolahan batu mangan dengan nilai investasi Rp1,2 triliun.

Perusahaan ini merupakan joint venture antara Inggris dan Indonesia. Mereka akan mendatangkan bahan baku dari tambang batu mangan di Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Barat untuk diolah di pabrik yang akan dibangun di KEK Palu.

“Perusahaan ini sudah mulai pembangunan pabrik dan ditargetkan selesai selama setahun. Dan pada 2020 sudah mulai beroperasi,” kata Mulhanan dalam keterangannya, Rabu (14/11/2018).

Kemudian PT Sarana Dwima Jaya, yang membangun pabrik baja ringan, panel, holo, atap dan kalsiboard. Pembangunan pabrik ini juga sedang berjalan dan ditargetkan beroperasi pada April 2019, dengan nilai investasi sebesar Rp100 miliar.

Kemudian, perusahaan asal China, kata Mulhanan, bergerak di bidang industri pengolahan bijih tembaga. Saat ini, pihak perusahaan tersebut sedang menyelesaikan berbagai administrasi yang disyaratkan oleh pihak badan pengelola KEK Palu, selanjutnya akan menghitung nilai investasinya, melakukan pembebasan lahan, kemudian memulai pembangunan pabrik.

Dua perusahaan lainnya adalah pabrik pengolahan cips yang berasal dari Jepang bernama PT Hashimoto Gemilang Indonesia. Perusahaan ini bekerjasama dengan PT Astra, karena bahan baku cips itu adalah cangkang sawit yang berasal dari pihak PT Astra.

“Mereka sudah datang ke Palu dan serius berinvestasi,” kata Tonny –sapaan akrab Andi Mulhanan Tombolotutu.

Ia tidak menyebut nilai investasi dari PT Hashimoto Gemilang Indonesia, karena pihak perusahaan itu baru menyatakan komitmennya dan masih menghitung nilai investasinya di KEK Palu.

Sementara itu, Komisaris Utama PT BPST, Iwan Yunus menjelaskan, para investor itu berpendapat, usaha mereka akan aman di daerah yang baru saja dilanda bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, karena menurut kajian geologi, siklus bencana seperti yang melanda Padagi, baru akan terjadi pada 100 tahun kemudian.

“Apalagi daerah di KEK termasuk wilayah hijau atau wilayah aman untuk pembangunan,” kata Iwan Yunus.

Fasilitas dan Kemudahan
Pihak pengelola KEK Palu mengajak investor datang ke Palu untuk berinvestasi, karena sejumlah kemudahan akan mereka dapatkan. Antara lain adanya pengawalan penyelesaian perizinan secara end to end, yang akan dilakukan di setiap level pemerintahan, mulai dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah.

Pihak pengelola KEK Palu juga menerapkan Sistem Checklist, sehingga kegiatan berusaha di KEK dapat berlangsung tanpa menunggu kelengkapan perizinan.

Penerapan Data Sharing juga dilakukan, untuk menghilangkan redundansi atau pengulangan dalam hal perizinan dan rekomendasi.

Selanjutnya adalah Reformasi Perizinan Peraturan Berusaha, sehingga proses perizinan untuk badan usaha, termasuk UKM, dapat menjadi lebih sederhana, cepat, murah, dan pasti.

“Dan yang paling penting lagi adalah, para pengusaha akan dibebaskan dari seluruh urusan pajak,” tegas Mulhanan.

Sudah Beroperasi
Sejauh ini, perusahaan yang telah beroperasi di KEK Palu, di antaranya PT Hongthai International yang bergerak di sektor industri getah pinus.

Perusahaan ini telah menggelontorkan investasi senilai Rp13,7 miliar dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 110 orang.

Selain itu, ada juga perusahaan pengolahan kelapa PT Sofie Agro yang akan menanamkan modalnya hingga USD 1,38 juta dan menyerap tenaga kerja sekitar 625 orang.

Berikutnya ada Agro Sulteng Group selaku industri karet dan minyak atsiri dengan target nilai investasi mencapai Rp 300 miliar dan menyerap 450 tenaga kerja.

Kemudian ada PT Asbuton Jaya Abadi yang bergerak di industri aspal dingin akan menanamkan modalnya sebesar Rp100 miliar dan membuka lapangan kerja sekitar 100 orang.

KEK Palu sendiri dibangun di atas lahan seluas 1.500 hektar di Kecamatan Palu Utara dan Tawaeli, Kota Palu. [***]

 

(Visited 39 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*