Kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta.

BI Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal bahwa dalam waktu dekat ini akan kembali menaikkan suku bunga acuan 7Days Repo Reverse Rate (7DRRR). Alsannya, langkah menaikkan suku bunga tersebut dilakukan untuk mengimbangi kebijakan moneter Amerika.

Belakangan ini, Bank Sentral Amerika terus mengerek nsuku bunga acuan yang memaksa negara berkembang untuk ikut menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut. Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia mengatakan pasar tidak perlu khawatir kalau suku bunga dinaikkan.

“Karena dampaknya ke pertumbuhan ekonomi baru dirasakan 1,5 tahun mendatang, rata-rata empat sampai delapan kuartal dan tidak harus linear dengan permintaan kredit, semua tergantung kondisi domestik,” katanya, Senin (28/5/2018).

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan agar dampak kenaikan suku bunga BI terhadap pertumbuhan bisa diredam, pemerintah bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus berupaya sekuat tenaga meningkatkan koordinasi untuk menjaga stabilitas perekonomian di dalam negeri.

“Dari sisi mikroprudensial, OJK mungkin bisa mendorong efesiensi perbankan supaya kalau suku bunga naik bebannya tidak seluruhnya ditransmisikan ke sektor riil,” katanya.

Sementara itu Sri Mulyani, Menteri Keuangan mengatakan agar momentum pertumbuhan di tengah gejolak ekonomi global bisa tetap terjaga, pemerintah akan terus berupaya melanjutkan upaya reformasi struktural di kementerian dan lembaga. Salah satu reformasi struktural tersebut akan difokuskan pada peningkatan daya saing dan iklim investasi.

Dengan upaya reformasi struktural di sektor tersebut pemerintah berharap ekonomi tidak hanya akan mendapatkan topangan dari kebijakan moneter dan fiskal saja, tapi juga perbaikan sektor riil.

“Kami semua siap melakukan kebijakan apa saja untuk menjaga perekonomian Indonesia. Kalau di dalam jangka pendek kami harus melakukan penyesuaian dan kemudian konsekuensinya pertumbuhan agak lebih rendah sedikit itu adalah suatu konsekuensi yang kami akan terima ,” kata Sri.

Sebagai informasi, pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 17 Mei 2017 lalu, BI memutuskan untuk mengerek BI7DRRR sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen. Tapi, baru delapan hari, BI menyatakan sudah akan kembali menggelar RDG kembali.

RDG rencananya dilakukan Rabu (30/5) mendatang. Perry mengatakan RDG tersebut bersifat tambahan. “Ini bukan RDG emergency. Kalau kami memerlukan respon yang cepat kami bisa menggelar RDG tambahan,” katanya. [***]

Sumber; CNNIndonesia

(Visited 19 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*