Serangan bom di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). [Ist/viva]

BIN Sebut Markas Polisi Sasaran Utama Teroris

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto mengakui serangan besar-besaran oleh jarigan terorisme yang diterima oleh intelijen akan dilakukan pada 11 Mei lalu.

Menurut Wawan, serangan besar-besaran itu akan dilancarkan ke markas besar atau kantor kepolisian.

“Serangan besar-besaran target utamanya kantor polisi. Tapi serangan itu di delay,” kata Wawan, Senin (14/5/2018).

Wawan menjelaskan, Mapolrestabes Surabaya merupakan salah satu alternatif yang akan diserang oleh kelompok teroris tersebut. Namun, kelompok teroris mencoba melakukan pengalilhan lewat pengeboman tiga gereja di Surabaya.

“Pagi ini sasaran utamnya dihantam, di Mapolrestabes Surabaya,” ungkap Wawan.

Sementara kejadian ledakan yang terdengar di sebuah Rusunawa di Siduarjo menurut Wawan resmi kelalaian atau kecelakaan dari pelaku teror. Menurutnya, pelaku belum memahami secara utuh watak bom yang mereka gunakan.

“Watak bom itu kadang di kemiringan tertentu bisa meledak, atau ada yang gagal menngontrol remote. Jadi mereka kurang menguasai,” kata Wawan.

Lebih lanjut, Wawan mengaku jika beberapa daerah sudah meningkatkan status siaga 1, terutama di kantor-kantor kepolisian. Pasalnya, para kelompok teroris memang sudah melakukan pemetaan terhadap kantor polisi yang menjadi sasaran utama mereka.

Selain pemetaan, para kelompok teroris sengaja menyebarkan informasi hoaks soal adanya ancaman dan ledakan di beberapa titik agar masyarakat dan aparat semakin takut.

Kelompok teroris menurut Wawan sudah mengetahui rencana mereka akan digagalkan yang berimbas dengan terkuaknya jaringan. Pasalnya tidak sedikit diantara mereka yang sudah diamankan oleh polisi dalam kondisi hidup.

“Karena takut terungkap jaringannya mereka menyerang lebih cepat. Ini yang perlu diantisipasi oleh aparat dan juga masyarakat soal lingkungan atau tetangga mereka,” kata Wawan.

Bom Mapolrestabes Surabaya
Serangan bom di Mapolrestabes Surabaya hari ini menyebabkan empat polisi luka-luka. Bahkan kabarnya ada enam warga sipil yang sedang ada keperluan di Mapolrestabes Surabaya ikut menjadi korban.

“Empat anggota yang terluka yaitu Bripda M. Taufan, Bripka Rendra, Aipda Umar, dan Briptu Dimas Indra,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, dalam jumpa pers di Surabaya, Senin (14/5).

Menurut Frans, saat ini seluruh korban dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Serangan bom itu terjadi di depan gapura Mapolrestabes Surabaya. Peristiwa itu mengakibatkan beberapa polisi sedang berjaga dan warga terluka.

Polisi saat ini menutup Jalan Sikatan sepanjang 500 meter di depan Mapolrestabes Surabaya. Seluruh awak media dan warga diminta menjauh dari lokasi kejadian. Sejumlah ambulans dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya, juga terlihat hilir mudik. Nampak juga mobil-mobil petinggi Polda Jatim berdatangan.

Polisi dan tim Gegana juga meminta pengguna jalan memutar arah dan menghindari Jalan Sikatan. Sebab, jalan itu sehari-hari ramai karena berada di pusat kota dan dekat dengan pusat niaga.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung menyatakan anggota polisi menjadi korban dalam kejadian itu. Menurut Frans, insiden itu terjadi pada pukul 08.50 WIB.

Frans menyatakan pelaku menggunakan dua sepeda motor terpisah. Mereka meledakkan bom ketika dihentikan oleh polisi di pos pemeriksaan. Frans mengatakan mereka masih mengusut kejadian itu.

Kemarin, serangan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur. Sampai saat ini tercatat 13 orang tewas dan 41 orang luka-luka dalam kejadian itu.

Sedangkan di Rumah Susun Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, juga terjadi ledakan bom di salah satu rumah. Korban yang tewas dalam kejadian itu tiga orang, dan dua anak-anak terluka. Diduga kuat ledakan itu tidak sengaja terjadi saat pelaku sedang merakit bom. [***]

Sumber; CNNIndonesia

(Visited 41 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*