AKBP Abire Nusu bersama Kasi Pemberantasan Narkoba AKP Gusti Bagus Ngurah, menggelar jumpa pers di Kantor BNN Palu, Jumat (11/1/2019). Tiga pengedar shabu ditangkap BNN di tenda Huntara Petobo. [Trisno]

BNN Palu Ringkus Pengedar Shabu di Huntara Petobo

Palu, Jurnalsulawesi.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu meringkus tiga pelaku pengedar narkotika jenis shabu-shabu di tenda Hunian Sementara (Huntara), korban gempa dan likuifaksi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Senin (7/1/2019), sekira Pukul 10.00 Wita.

Ketiga pelaku yakni R yang bertindak sebagai bandar, bersama kekasihnya EL yang mengatur keuangan hasil penjualan shabu. Kemudian AW yang juga sepupu R, berperan sebagai kurir sekaligus pengedar.

“Mereka ditangkap saat tengah mempersiapkan transaksi penjualan shabu-shabu, di dalam tenda pengungsi,” kata Kepala BNN Kota Palu, AKBP Abire Nusu, dalam konfrensi pers di Kantor BNNK Palu, Jumat (11/1/2019) pagi.

Kepala BNN menuturkan, kronologis penangkapan berawal dari informasi masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkotika yang dilakukan pelaku R dan EL, di tenda Huntara, tepatnya di Jalan Kebun Sari, Kelurahan Petobo.

Mendapat laporan tersebut, Tim Berantas BNN Kota Palu yang dipimpin AKP Gusti Bagus Ngurah, SH, langsung menindaklanjuti dengan melakukan penggerebekan dan penggeledahan di tenda pengungsian milik R.

Setelah dilakulan pengeledahan terhadap R dan kekasihnya EL, petugas menemukan barang bukti berupa 9 (sembilan) paket plastik bening berisi serbuk Kristal yang diduga shabu dengan berat Bruto 5,70 Gram, 5 (lima) buah alat isap Shabu (bong), 13 (tiga belas) korek api gas, 3 (tiga) pack plastik kosong pembungkus shabu, 2 (dua) timbangan digital, 1 (satu) HP Samsung lipat warna hitam,
1 (satu) tas kosmetik warna pink, 2 (dua) sendok shabu yang terbuat dari potongan pipet, 2 (dua) Jarum Sumbu dan 2 (dua) kaca pireks.

“Selain mengatur keuangan hasil penjualan shabu, EL ini juga berperan sebagai pengukur atau yang menimbang shabu sesuai pesanan pembeli,” imbuh Kepala BNN.

Abire Nusu menambahkan, petugas juga menggeledah AW yang saat itu berada di dalam tenda bersama R dan EL.

Dari terduga AW yang saat itu mengenakan tas selempang warna coklat loreng ditemukan barang bukti berupa, 23 (dua Puluh tiga) paket shabu dalam plastic klip bening dengan berat Bruto 4,05 gram, 1 (satu) bungkus plastik klip bening yang diduga daun ganja kering dengan berat bruto 1,30 gram dan uang tunai Rp500 ribu yang diduga hasil penjulan narkotika.

Abire Nusu menjelaskan, hasil introgasi yang dilakukan petugas terhadap R yang bertindak sebagai bandar, narkotika jenis Shabu yang diedarkannya itu diperoleh dari narapidana Lapas Petobo, yang saat ini menjadi DPO, pascabencana pada 28 September 2018 lalu.

“Barang dipasok oleh HR alias U, salah satu narapidana di Lapas Petobo yang jadi DPO. Modus operandi dilakukan dengan cara berkomunikasi melalui telfon dan pemasok melakukan “buang alamat” kemudian R melakukan pembayaran melalui transfer via ATM,” jelasnya.

Kepala BNN mengatakan, tersangka R tinggal di Huntara karena rumahnya di Petobo hancur, akibat gempa dan likuifaksi pada 28 September 2018 lalu.

“Dia pernah ditangkap BNN provinsi sekira 2016 lalu. Tapi karena tidak ditemukan barang bukti, saat dia dibebaskan. R sudah lama menjadi target operasi (TO) dan selama ini di rumahnya yang sekarang hancur dipasang CCTV, sehingga setiap akan digerebek, tersangka selalu lolos. Tapi sekarang akhirnya tertangkap juga,” terangnya.

Ketiga pelaku akan dikenakan Pasal Pasal 114 ayat (1) , Pasal 112 ayat (l), Pasal 111 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Huruf a, Sub Pasal 127 Ayat (1) huruf a, Undang-Undang No. 35 Tentang Narkotika tahun 2009. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 286 times, 6 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*