Broken Heart Ahoker

Bagikan Tulisan ini :

OLEH: ZENG WEI JIAN

GAGAL move on adalah impact  dari sindrom broken heart (patah hati). Abby McDonald bilang, “You can die of a broken heart. It’s a scientific fact.”

Karangan Bunga Sia-sia, Ahok Bangun Persaudaraan Dengan Setan
Ahoker mesti hati-hati. Kalian bisa mati beneran bila terus-terusan gagal move on.

In scientific term, broken heart disebut  stress-induced cardiomyopathy atau “takotsubo cardiomyopathy”. Masalah jantung ini bisa menyerang sekalipun Ahoker merasa sehat fisik. Stress penyebab utamanya. Satu republik tahu, Ahoker stress. Pasca Ahok kalah telak di Pilgub.

Broken heart punya symptom serupa dengan heart attack (serangan jantung). Ada sakit di dada (angina). Nafas jadi pendek. Dalam kasus Ahoker galau, rasanya ngilu.  Terutama lihat chart grafik perolehan suara. Bedanya 16% coy!

Selain itu, arrhythmias (irregular heartbeat) atau “cardiogenic shock” merupakan ciri-ciri serangan broken heart. Ahoker mesti periksa detak jantung. Itu tanda jantung melemah. Sama seperti heart attack, cardiogenic shock ini penyebab kematian utama. Jantung gagal memompa oksigen ke otak.

Gejala tambahan, selain chest pain dan irregular heartbeat, Ahoker nyampah di Balai Kota. Kirim 3.000 standing flower. Nominalnya tembus 1,5 M.

The bad news: sindrom broken heart bisa bikin jantung Ahoker berhenti berdetak. It’s no joke. Kabar baiknya, penyakit ini bisa disembuhkan.

Ahoker mungkin punya hasil test EKG normal. Blood test juga tidak menunjukan gejala serangan jantung. Karena memang ini broken heart sindrome.

Secara kasat mata, Ahoker jelas kena broken heart sindrome. Selama ini Ahoker punya ciri-ciri: baju kotak-kotak, rambut dicat bule, tattoo alis, dekil, kumal, dan ngompol. Sekarang, akibat patah hati dan galau berkepanjangan, penampilan mereka semakin semerawut. Tambah dekil. Aura sirik, dengki, marah, benci menggumpal di muka mereka. Kasian. Semoga cepat sembuh. Keep sending the flowers. Coz, it won’t change a thing.[***]

Penulis adalah Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*