Cabai Rawit Kembali Jadi Pemicu Inflasi di Kota Palu

Palu, Jurnalsulteng.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat selama bulan Februari 2017, komoditi cabai rawit dari kelompok bahan makanan masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Kota Palu sebesar 0,21 persen.

“Inflasi Kota Palu sebesar 0,29 persen,” ungkap Kepala Bidang statistik distribusi BPS Sulteng, Moh Wahyu, Rabu (1/3/2017).

Komoditi ini pun tidak bergesar dari bulan Januari 2017 sebagai penyumbang inflasi tertinggi dengan angka sebesar 0,35 persen. Ini terjadi dikarenakan, hampir semua kalangan masyarakat mengkonsumi cabai rawit.

Lebih lanjut kata dia, komoditi lainnya sebagai penyumbang inflasi yakni tarif listrik 0,19 persen, upah tukang 0,11 persen, kontrak rumah 0,09 persen, tarif pulsa ponsel 0,07 persen, pasir 0,04 persen, sewa motor 0,03 persen, rokok kretek filter 0,03 persen, kubis 0,02 persen dan minyak kelapa 0,02 persen.

Sementara itu pejabat Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, Yuminartje mengatakan berdasarkan angka ramalan II tahun 2016, produksi cabai rawit Sulteng sebesar 4.102 ton, sementara konsumsi penduduk sebesar 4.307 ton.

“Ada kekurangan sekitar 205 ton,” ungkapnya.

Sehingga kata dia, di tahun 2017, pemerintah sedang menggalakan program upaya khusu (Upsus) Bawang dan cabe. Selain itu, luas tanam komoditi cabai hingga Februari masih belum tercapai, yang menjadi kendala utama yakni bibit unggul yang harus didatangkan dari pulau Jawa, serta kondisi ketersediaan air yang masih kurang.

“Akibatnya produksi juga berkurang. Ditingkat petani, pedagang yang datang melakukan panen sendiri, harga sudah berkisar sebesar Rp80 ribu,” ungkap Yuminar.

Di Pasar Tradisional Masomba Palu, misalnya, harga cabai mencapai sekitar Rp140 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram.

Tingginya harga cabai, kata para pedagang di kawasan itu, salah satu penyebabnya karena setiap 2 pekan sekali pedagang mengantarpulaukan sayur-mayur, termasuk cabai, ke Kalimantan Timur lewat jalur laut.

“Ini salah satu yang menyebabkan harga cabai di pasaran masih tinggi,” kata Ny. Yuyun, pedagang di Pasar Masomba. [***]

Source; Antarasulteng.com

(Visited 18 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*