Catalunya Merdeka, Dilema Besar Bagi Barcelona

Bagikan Tulisan ini :

Jurnalsulawesi.com – Profesor olahraga terkemuka yang bekerja di University of Salford, Simon Chadwick, menilai, banyak dilema yang akan dirasakan Barcelona usai memisahkan diri dari Spanyol atau Catalunya merdeka.

“Jika Barca memilih independen dengan Liga domestik di Catalunya nantinya, maka itu akan berpengaruh dari sisi komersial dan finansial,” ujar Chadwick dilansir express.co.uk, Selasa (3/10/2017).

Dia menjelaskan, bergabungnya Barca ke Premier League merupakan jalan tengah yang harus diambil karena potensi kompleksitas langkah Catalunya merdeka.

“Sebuah usulan alternatif adalah bahwa Barca harus terus bermain di La Liga Spanyol dalam jangka pendek. Ini tampaknya merupakan hasil yang paling logis, meski sampai jangka panjang kurang baik,” ungkapnya.

Chadwick menegaskan, berdebat soal kepindahan Barca ke Premier League masih terlalu dini. Karena berpisah dengan LaLiga membutuhkan negosiasi yang panjang.

“Debat semacam itu terlalu dini, menceraikan dirinya dari sisa sepakbola Spanyol tentu akan membutuhkan negosiasi skala gaya Brexit sebelum perpisahan bisa disepakati,” kata dia.

Terancam Ditinggal Messi
Masa depan Barcelona di LaLiga semakin tidak jelas. Situasi ini menyusul hasil referendum yang menyebut mayoritas publik Catalunya ingin merdeka dari Spanyol.

Lionel Messi

Sebelumnya, pihak LaLiga sudah mengancam, jika Catalunya merdeka, maka klub-klub asal Catalunya seperti Barcelona akan dikeluarkan dari keanggotaan LaLiga.

Seperti dilansir Dailystar, Rabu (3/10/2017), situasi ini membuat Blaugrana diyakini bakal ditinggalkan para bintangnya. Termasuk di antaranya, Lionel Messi.

LaLiga memiliki daya tarik tinggi dalam hal sponsorship. Sehingga jika Barca hengkang dari LaLiga, tentu bakal mengurangi pendapatan Messi soal kerja sama sponsor.

Bukan hanya itu, pamor Barcelona diprediksi juga bakal tenggelam jika Catalunya coba memaksakan untuk menggelar liga mandiri. Sebab, itu bakal kalah kompetitif dari LaLiga.

Sementara itu, Barcelona dan klub-klub Catalunya lainnya memiliki opsi lain selain menggelar liga mandiri. Mereka akan berlaga di liga negara-negara tetangga.

Tak Sudi Main di LaLiga
Tensi politik di Spanyol sedang memanas menyusul referendum warga Catalan untuk kemerdekaan Catalunya. Kondisi ini tentunya berimbas pada eksistensi klub kesayangan Catalunya, Barcelona, di ajang LaLiga.

Para pemain Barcelona

Barca terancam ditendang dari LaLiga jika Catalunya benar-benar merdeka. Presiden LaLiga, Javier Tebas, menjamin hal tersebut.

Dengan demikian, Barca harus mencari kompetisi lain yang mau menampung mereka. Ada beberapa alternatif dan Premier League bisa jadi pilihan.

Tapi, hal tersebut belum diputuskan oleh jajaran manajemen Barca. Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu, menyatakan pihaknya akan menggelar rapat terlebih dulu sebelum memutuskan kompetisi mana yang mereka pilih.

Bartomeu pun menegaskan Barca dipastikan hengkang dari LaLiga usai Catalunya merdeka.

“Kami di Barca akan menentukan apa yang harus dilakukan untuk menunjukkan kemarahan terhadap dunia,” kata Bartomeu dilansir Daily Mirror.

“Banyak pemegang saham dan kami harus berdiskusi dengan berbagai departemen klub, mulai dari direktur, eksekutif, pelatih, dan pemain,” lanjutnya.[VVN]

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*