OPINI

OJK di Bawah Ketiak Sri Mulyani?

Oleh: Salamuddin Daeng ADA yang menarik dalam proses seleksi ketua dan komisioner Otoritas Jasa Keuangan kali ini yakni ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) langsung diketuai Menteri Keuangan Sri Mulyani. Padahal OJK adalah lembaga yang independen. Biasanya proses seleksi ketua atau anggota komisioner lembaga independen semacam ini dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat yang kompetensi dan kredibilitasnya diakui publik. Seperti proses seleksi ketua dan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi dan komisi sejenis lainnya. Ada apa Sri Mulyani selaku menteri keuangan yang kedudukannya dalam UU Indonesia lebih rendah dari OJK justru menjadi ketua tim seleksi OJK. Ini tidak wajar, kurang proporsional dan patut dipertanyakkan kepantasanya. ...

Read More »

“Lelucon” yang Tak Lucu

Oleh: Sutrisno SEJAK Selasa (16/5/2017) siang, publik Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu tiba-tiba resah karena pernyataan Ketua PB PMII Aminuddin Ma’ruf di forum resmi pembukaan Kongres ke XIX yang menyebut Bumi Tadulako sebagai pusat Radikalisme dan pusat penentang NKRI. Parahnya lagi, pernyataan itu disampaikan dihadapan Kepala Negara, sejumlah menteri dan Gubernur Sulawesi Tengah. Semua tersentak bagai tersengat listrik 220 Volt. Berbagai kalangan mulai dari tokoh agama, akademisi, praktisi, tokoh pemuda, tokoh adat hingga masyarakat biasa mengecam pernyataan itu. Bahkan Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Saleh bin Muhammad Aldjufri sampai gerah dibuatnya. Padahal semua tahu, Provinsi Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu ...

Read More »

Tak Ada Makar Itu!

Oleh: Djoko Edhi Abderrahman HENDARDI, Direktur Setara Insitute minta Presiden Jokowi mencopot Panglima TNI karena wawancaranya dengan Rosiana Silalahi di Kompas TV bertajuk “Tak ada makar itu!”. Mana berani? Sebab, untuk protes saja menggunakan Hendardi yang dikenal orangnya Kapolri Tito Karnavian. Mencopot Panglima TNI setahu saya tak mudah. Hak prerogatif presiden dibatasi oleh UU TNI. Dan, jabatan Panglima TNI tidak masuk dalam UU Kementerian Negara, di mana saya anggota Pansus RUU Kementerian Negara. Masuknya jabatan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung sebagai setara menteri di kabinet adalah lanjutan dari UU Hankam. Jaksa Agung dengan UU No 16, Kapolri dengan UU ...

Read More »

Peringatan Dini untuk Petahana di Pilkada Serentak 2018

Oleh: Pangi Syarwi Chaniago PELAJARAN Berharga semestinya bisa diambil dari banyaknya petahana yang tumbang di Pilkada Serentak 2017 untuk pilkada mendatang seperti Pilkada Serentak 2018. Jangan terlalu membanggakan kinerja, capaian dan prestasi yang hanya berbasis kebahagian data statistik dan angka semata. Jangan mengecewakan rakyat dengan mengabaikan kehendak dan keinginan rakyat. Jangan bermain di zona maha sensitif yang memantik sentimen negatif, polemik dan memantik kebisingan. Ingat, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saya kira tidak lazim kalah sebagai calon incambent dengan tingkat kepuasaan 75 persen. Petahana juga penting memastikan capaian kinerja, janji kampanye yang ditagih rakyat dan prestasinya diketahui dengan baik oleh masyarakat. ...

Read More »

Broken Heart Ahoker

OLEH: ZENG WEI JIAN GAGAL move on adalah impact  dari sindrom broken heart (patah hati). Abby McDonald bilang, “You can die of a broken heart. It’s a scientific fact.” Karangan Bunga Sia-sia, Ahok Bangun Persaudaraan Dengan Setan Ahoker mesti hati-hati. Kalian bisa mati beneran bila terus-terusan gagal move on. In scientific term, broken heart disebut  stress-induced cardiomyopathy atau “takotsubo cardiomyopathy”. Masalah jantung ini bisa menyerang sekalipun Ahoker merasa sehat fisik. Stress penyebab utamanya. Satu republik tahu, Ahoker stress. Pasca Ahok kalah telak di Pilgub. Broken heart punya symptom serupa dengan heart attack (serangan jantung). Ada sakit di dada (angina). Nafas ...

Read More »

Jokowi dan Nestapa Ideologi Negara

Oleh: DR Ma’mun Murod Al-Barbasy Dulu, dulu banget, ketika umat Islam berhasil menaklukan Kerajaan Majapahit melalui akulturasi budaya dan penetrasi politik yang soft, lahirlah Kerajaan Islam pertama di tanah Jawi. Disusul kemudian lahir kerajaan-kerajaan Islam lainnya. Ketika penjajah Belanda masuk yang selain membawa misi ekonomi juga membawa misi agama (baca Disertasi Deliar Noer, Alfian, dan Alwi Shihab), mulailah Kerajaan Islam diacak-acak sedemikian rupa dan berhasil. Hasilnya bisa kita tengok, sekarang Kerajaan Islam hanya jadi situs sejarah. Masuk era perjuangan merebut kemerdekaan, umat Islam berjuang habis-habis. Agama (Islam) menjadi spirit perjuangan. Pekikan takbir, merdeka atau mati tak lepas karena spirit Islam. ...

Read More »

Kunjungan Raja Salman Hanya Bagus untuk Jokowi dan Ahok

OLEH: HENDRI SATRIO Citra Jokowi sedikit tertolong dengan kehadiran Raja Salman. Pasca 411 dan 212 citra Jokowi Terus menurun akibat dicitrakan melindungi Ahok dan bersebrangan dengan Islam. Sayangnya kunjungan Raja Salman kurang bermakna bagi Rakyat Indonesia karena Istana lebih berkonsentrasi dengan penyampaian pesan kunci yang tidak jauh dari pencitraan, seperti kehujanan saat berusaha memayungi Raja Salman. Hal yang menjadi sangat mendasar dan ditunggu pembahasannya seperti penanganan korban Crane jatuh serta perlakuan untuk lebih menghargai TKI kita tidak termasuk dalam hal yang secara kuat disampaikan ke public. Istana juga terkesan membiarkan terhadap meme atau cerita tidak penting dari kunjungan ini, seperti ...

Read More »

Negeri Para Tersangka

Oleh: Vier A. Leventa “Ini adalah masa ketika badut dijadikan pimpinan dan hipokrasi diangkat jadi pemuka” Dewasa ini kita harus berani berkata jujur, bahwa fitnah besar tengah menimpa umat. Hari ini telah terang bagi kita, bahwa hukum hampir, jika tak mau dikatakan musnah, hilang dari kamus peradaban manusia nusantara. Yang tersisa hanyalah fakultas-fakultasnya saja, tersisa hanya makelar-makelarnya saja. Keadilan telah tampak dipermainkan. Ketika seorang penghina agama begitu sombongnya menantang kita, didukung para jongos yang mengklaim dirinya pemuka, kita malah dipertontonkan sandiwara pemimpin yang begitu kaku lidah dan kakinya. Bahkan sembunyi saat rakyatnya datang meminta keadilan. Hukum diperlambat, keadilan dikebiri. Si ...

Read More »

Awas(I) Investor Asing di Pilkada Kabupaten Buol

Oleh: Andrie Wawan, SH DALAM Pidato kenegaraan 17 Agustus 1964 yang berjudul “Tahun Vivere Pericoloso” bung karno selaku founding fathers bangsa ini menggemakan paradigma yang mampu membangkitkan negara Indonesia menjadi negara yang besar yainikedaulatan dalam bidang politik, berdiri dibawa kaki sendiri (Berdikari) dalam bidang ekonomi dan berkepribadiaan dalam bidang budaya. Tiga gagasan besar tersebut dinamakan dengan TRISAKTI atau tiga konsep yang berfungsi menjadikan bangsa indonesia sebagai bangsa yang disegani oleh bangsa-bangsa penjajah. “Trisakti rasa Kapitalis hingga para pengkhianat bangsa” Dari berbagai literatur dapat dikatakan selama 350 (tiga ratus lima puluh) tahun bangsa Indonesia pada kala itu adalah negara yang dijajah ...

Read More »

Obsesi Surya Paloh, Tersandung di Monas

Oleh: Derek Manangka Menjelang hari-hari terakhir saya di Media Indonesia Group tahun 1999, Surya Paloh bertanya apakah mungkin dia mendirikan sebuah stasiun televisi setara CNN. Dilanjutkan pertanyaan bagaimana menghubungkannya dengan Ted Turner, pendiri CNN? Surya Paloh bertanya demikian, karena saat itu, 17 tahun lalu, reputasinya sebagai pemilik media, belum terlalu diperhitungkan. Sangat jauh berbeda dengan situasi seperti di tahun 2016 ini. Di dunia politik juga kurang lebih demikian. Kebetulan, Ian MacIntosch, wartawan Australia yang bekerja bagi Ted Turner, saya cukup kenal. Saat itu Ian menjabat Vice President CNN Asia Pacific yang berkedudukan di Hong Kong. Pertanyaan Surya Paloh (SP) itu ...

Read More »