OPINI

Revitalisasi Demokrasi Pemilu 2019

Oleh; Muhamad Natsir Said Tahun ini katanya tahun politik. Tahun 2018 ini sejumlah 17 Provinsi serentak menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur. Pilkada serentak juga dilaksanakan pada hari yang sama di 39 kota dan 115 Kabupaten. Lalu setahun setelahnya, Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 dilaksanakan bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres). Dipastikan, konstelasi politik nasional akan meningkat tajam dengan berbagai issue yang diperkirakan akan dimulai dari sejak kontestasi Pilkada tersebut yang rencananya akan dihelat pada tanggal 27 Juni 2018. Hampir dapat dipastikan, momentum Pilkada 2018 akan sedikit lebih seksi daripada Pilkada beberapa Provinsi, Kota dan Kabupaten lain yang ...

Read More »

AICIS 2018: Moderating Islam dan Politik

Oleh: Ahmad Rofiq Mari tidak henti-hentinya kita mengungkapkan puji dan syukur kita kepada Allah Dzat Yang Maha Mengatur diri kita dan alam raya ini. Hanya atas anugrah dan pertolongan-Nya, kita hari ini sehat afiat dan dapat melaksanakan tugas kekhalifahan kita di muka bumi, agar terus bermanfaat bagi sesama. Shalawat dan salam mari kita wiridkan untuk junjungan kita Rasulullah Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan para pengikut setia beliau. Semoga kelak di akhirat kota mendapat perlindungan syafaat beliau. Saudarauku, alhamdulillah saya diundang untuk FGD (Focus Group Discussion) persiapan pelaksanaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018 yang akan digelar antara tanggal ...

Read More »

Sosiopolitik dan Mitigasi Konflik Pilkada

Oleh: M Ridha Saleh TAHUN 2018 akan menjadi tahun yang sangat penting bagi pematangan demokrasi Indonesia karena akan berlangsung pilkada serentak di 171 daerah. Pada tahun ini juga akan ditetapkan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, hampir rutin ditemui protes atau luapan kekecewaan yang menimbulkan benturan horizontal antar­pihak yang merasa dirugikan dalam kontestasi ini. Jika pihak yang dirugikan secara prosedural menggunakan jalur konstitusi untuk menggugat dugaan kecurangan lawan, tentu konflik bisa dilokalisasi. Namun, jika cara-cara yang digunakan adalah kekerasan, maka ini adalah hal dikhawatirkan banyak pihak sebagai dampak buruk dari ...

Read More »

Karena Isu SARA dalam Pilkada Bukan Humor

Oleh: Adi Prianto Kloter terakhir Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Sulawesi Tengah berada di tiga Kabupaten, Donggala, Parigi Moutong dan Morowali. Bukan mau memindahkan riuh rendah Pilkada DKI Jakarta tempo lalu secara kasar digiat elekotal lokal Sulawesi Tengah, karena Jakarta-lah kapitalisasi isu-isu SARA bisa menyebar dan akan terasa di tiga Pilkada terakhir disini. Vera Laruni menjadi terbuka diserang dengan kepercayaan agama-nya ataupun garis keturunan, Samzurizal Tombolotutu bisa menggunakan sentimen sejarah Raja Tombolututu yang melawan penajajah Belanda, sementara klan lain tidak memiliki riwayat itu. Gank Wosu yang mendominasi pertarungan Pilkada Morowali bisa dikapitalisasi oleh kandidat di luar Wosu, kesemuannya adalah ...

Read More »

Menerjemahkan “Tiga Program Rakyat” Golkar dalam Konteks Sulawesi Tengah

Oleh: Muh. Ikbal Ibrahim Partai politik menjadi instrumen Dalam alam demokrasi. Untuk berkuasa maka setiap individu maupun kelompok mesti berada dalam partai politik. Sebab, partai politik ibarat perahu, dia menjadi alat atau kendaraan untuk mencapai tujuan. Karena partai menjadi kendaraan menuju tujuan, maka, selayaknya sebuah partai mesti memiliki cita-cita ideologis. Tiga Program Rakyat Partai Golkar Perpindahan tampuk kepemimpinan Partai Golkar dari sebelumnya dijabat oleh Setya Novanto digantikan oleh Airlangga Hartarto seakan memberi semangat baru di tubuh partai. Tidak hanya karena restrukturisasi, namun lebih jauh dari itu transisi kepemimpinan ini menegaskan Golkar akan mereorganisasi partai dengan slogan “Golkar bersih, bersatu, bangkit”. ...

Read More »

Senjata Nuklir dan Agenda Keamanan Global 2018

Oleh: Khasan Ashari Di hari pertama tahun 2018, saat sebagian besar warga dunia memanjatkan doa untuk kebaikan satu tahun ke depan, pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menyam­paikan pernyataan mengejut­kan. Kim Jong-un mengatakan nuklir Korut sudah dapat men­capai daratan Amerika Serikat (AS). Kim Jong-un menegaskan apa yang disampaikannya bukan gertakan semata, namun sebuah kenyataan. Kemajuan teknologi senjata nuklir Korut, lanjutnya, akan membuat AS berpikir dua kali sebelum me­mulai perang di Semenanjung Korea. Kita tahu di tahun 2017 Korut kembali melakukan per­cobaan senjata nuklir. Karena­nya tidak berlebihan jika per­kem­bangan terbaru ini me­mun­culkan kembali per­tanya­an: apakah perang nuklir me­rupa­kan ancaman yang nyata ...

Read More »

Mengapa Ustadz Abdul Somad “Harus” Dicekal?

Oleh: Hersubeno Arief BADANNYA kurus kerempeng, tampilannya sederhana. Celetukan-celetukannya ketika menyampaikan ceramah lucu, dalam cengkok Melayu yang unik dan menarik. Namun hari-hari ini Ustadz Abdul Somad tiba-tiba menjadi figur yang dibenci, bahkan ditakuti. Kehadirannya di Bali ditolak, bahkan Abdul Somad dipersekusi. Dipaksa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menandatangani pernyataan kesetiaan kepada NKRI. Di Hongkong dia dicekal dan dideportasi. Sementara ceramahnya di masjid PT PLN Persero Disjaya, Jakarta tiba-tiba dibatalkan, padahal tenda sudah terpasang, logistik sudah tersedia, dan jamaah sudah berbondong-bondong datang. Di medsos Abdul Somad juga selalu dibully. Bila melihat accountnya, para pembuli ini adalah kelompok yang sering disebut sebagai ...

Read More »

Ketika Menua

Oleh; Natsir Said Usia terus bertambah. Kekuatan kita hanya melewati. Soal ia hendak menjadikan bermakna adalah pilihan, tentu dengan tingkat pehaman pada asal penciptaan. Cara pandang pada tujuan penciptaan sangat mempengaruhi sikap seluruh dimensi hidup. Ia menjadi kompas atas perilaku, ia menjadi bintang sebagai penunjuk arah bagi pelaut di luasnya samudera hidup. Terlalu penting hingga para filsuf terkenal menghabiskan seluruh fikirnya, mendefinisikan cara pandang itu lalu mewariskan untuk sekadar membagi hikmah. Syihabuddin Syuhrawardi dalam kelompok filsafat iluminasi menambahkan tingkat pahaman tidak lepas dari proses penyucian diri, pengekangan potensi hewaniah yang juga melekat untuk mengungkap lebih banyak pengetahuan atas esensi. Menambah ...

Read More »

Ketika Pendidikan Tak Paralel dengan Realita

Oleh: Jhon Lusikooy, M.Pd Akhir-akhir ini, dunia pendidikan disibukan dengan pembahasan KTSP tahun 2013 muncul pro dan kontra, tetapi bagi saya bukan soal kurikulum berubah-ubah karena perubahan zaman menuntut adaptasi atas perubahan itu sendiri. Konon di dunia ini hanya perubahan yang tidak berubah. Sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman itu pada K13 dilakukan perbaikan- perbaikan hingga menjadi K13 revisi 2017. Sekali lagi, bukan masalah perubahan itu, kemampuan adaptasi dan akomodasi menjadi kebutuhan untuk menyeleraskan realita di masyarakat dengan teori dan praktek akademik. Dalam sebuah tulisan, seorang pakar mengatakan bahwa “ruh” K13 adalah ketrampilan abad 21 yakni Communication, Collaboration, Critical Thinking and ...

Read More »

Jabatan dan Parade Kebodohan

Oleh: Natsir Said* Hari ini, Selasa (19/12/2017) siang, segerombolan imajinasi fikirku buyar. Gelas kopi yang baru diteguk setengah menjadi kehilangan filosofinya. Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI tiba-tiba masuk di warung kopi Sudimari II jalan Masjid Raya, Palu. Meja duduk ‘di obrak-abrik’ untuk menyambut pejabat negara itu. Sejujurnya, fikiranku sedikit protes. Penyambutan pada ‘pejabat’ harus berubah seiring upaya merubah mindset. Mencoba agar selalu tampil biasa saja seperti yang sebenarnya juga kadang menjadi penting. Penting agar mereka yang memegang kuasa itu tidak selalu dihidangkan dengan sesuatu yang palsu. Bahwa pelayanan yang seperti ‘dibuat-buat’ itu semakin mempertegas bahwa ternyata kolonialisme mengakar jadi budaya, ...

Read More »