OPINI

Karena Isu SARA dalam Pilkada Bukan Humor

Oleh: Adi Prianto Kloter terakhir Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Sulawesi Tengah berada di tiga Kabupaten, Donggala, Parigi Moutong dan Morowali. Bukan mau memindahkan riuh rendah Pilkada DKI Jakarta tempo lalu secara kasar digiat elekotal lokal Sulawesi Tengah, karena Jakarta-lah kapitalisasi isu-isu SARA bisa menyebar dan akan terasa di tiga Pilkada terakhir disini. Vera Laruni menjadi terbuka diserang dengan kepercayaan agama-nya ataupun garis keturunan, Samzurizal Tombolotutu bisa menggunakan sentimen sejarah Raja Tombolututu yang melawan penajajah Belanda, sementara klan lain tidak memiliki riwayat itu. Gank Wosu yang mendominasi pertarungan Pilkada Morowali bisa dikapitalisasi oleh kandidat di luar Wosu, kesemuannya adalah ...

Read More »

Menerjemahkan “Tiga Program Rakyat” Golkar dalam Konteks Sulawesi Tengah

Oleh: Muh. Ikbal Ibrahim Partai politik menjadi instrumen Dalam alam demokrasi. Untuk berkuasa maka setiap individu maupun kelompok mesti berada dalam partai politik. Sebab, partai politik ibarat perahu, dia menjadi alat atau kendaraan untuk mencapai tujuan. Karena partai menjadi kendaraan menuju tujuan, maka, selayaknya sebuah partai mesti memiliki cita-cita ideologis. Tiga Program Rakyat Partai Golkar Perpindahan tampuk kepemimpinan Partai Golkar dari sebelumnya dijabat oleh Setya Novanto digantikan oleh Airlangga Hartarto seakan memberi semangat baru di tubuh partai. Tidak hanya karena restrukturisasi, namun lebih jauh dari itu transisi kepemimpinan ini menegaskan Golkar akan mereorganisasi partai dengan slogan “Golkar bersih, bersatu, bangkit”. ...

Read More »

Senjata Nuklir dan Agenda Keamanan Global 2018

Oleh: Khasan Ashari Di hari pertama tahun 2018, saat sebagian besar warga dunia memanjatkan doa untuk kebaikan satu tahun ke depan, pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menyam­paikan pernyataan mengejut­kan. Kim Jong-un mengatakan nuklir Korut sudah dapat men­capai daratan Amerika Serikat (AS). Kim Jong-un menegaskan apa yang disampaikannya bukan gertakan semata, namun sebuah kenyataan. Kemajuan teknologi senjata nuklir Korut, lanjutnya, akan membuat AS berpikir dua kali sebelum me­mulai perang di Semenanjung Korea. Kita tahu di tahun 2017 Korut kembali melakukan per­cobaan senjata nuklir. Karena­nya tidak berlebihan jika per­kem­bangan terbaru ini me­mun­culkan kembali per­tanya­an: apakah perang nuklir me­rupa­kan ancaman yang nyata ...

Read More »

Mengapa Ustadz Abdul Somad “Harus” Dicekal?

Oleh: Hersubeno Arief BADANNYA kurus kerempeng, tampilannya sederhana. Celetukan-celetukannya ketika menyampaikan ceramah lucu, dalam cengkok Melayu yang unik dan menarik. Namun hari-hari ini Ustadz Abdul Somad tiba-tiba menjadi figur yang dibenci, bahkan ditakuti. Kehadirannya di Bali ditolak, bahkan Abdul Somad dipersekusi. Dipaksa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menandatangani pernyataan kesetiaan kepada NKRI. Di Hongkong dia dicekal dan dideportasi. Sementara ceramahnya di masjid PT PLN Persero Disjaya, Jakarta tiba-tiba dibatalkan, padahal tenda sudah terpasang, logistik sudah tersedia, dan jamaah sudah berbondong-bondong datang. Di medsos Abdul Somad juga selalu dibully. Bila melihat accountnya, para pembuli ini adalah kelompok yang sering disebut sebagai ...

Read More »

Ketika Menua

Oleh; Natsir Said Usia terus bertambah. Kekuatan kita hanya melewati. Soal ia hendak menjadikan bermakna adalah pilihan, tentu dengan tingkat pehaman pada asal penciptaan. Cara pandang pada tujuan penciptaan sangat mempengaruhi sikap seluruh dimensi hidup. Ia menjadi kompas atas perilaku, ia menjadi bintang sebagai penunjuk arah bagi pelaut di luasnya samudera hidup. Terlalu penting hingga para filsuf terkenal menghabiskan seluruh fikirnya, mendefinisikan cara pandang itu lalu mewariskan untuk sekadar membagi hikmah. Syihabuddin Syuhrawardi dalam kelompok filsafat iluminasi menambahkan tingkat pahaman tidak lepas dari proses penyucian diri, pengekangan potensi hewaniah yang juga melekat untuk mengungkap lebih banyak pengetahuan atas esensi. Menambah ...

Read More »

Ketika Pendidikan Tak Paralel dengan Realita

Oleh: Jhon Lusikooy, M.Pd Akhir-akhir ini, dunia pendidikan disibukan dengan pembahasan KTSP tahun 2013 muncul pro dan kontra, tetapi bagi saya bukan soal kurikulum berubah-ubah karena perubahan zaman menuntut adaptasi atas perubahan itu sendiri. Konon di dunia ini hanya perubahan yang tidak berubah. Sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman itu pada K13 dilakukan perbaikan- perbaikan hingga menjadi K13 revisi 2017. Sekali lagi, bukan masalah perubahan itu, kemampuan adaptasi dan akomodasi menjadi kebutuhan untuk menyeleraskan realita di masyarakat dengan teori dan praktek akademik. Dalam sebuah tulisan, seorang pakar mengatakan bahwa “ruh” K13 adalah ketrampilan abad 21 yakni Communication, Collaboration, Critical Thinking and ...

Read More »

Jabatan dan Parade Kebodohan

Oleh: Natsir Said* Hari ini, Selasa (19/12/2017) siang, segerombolan imajinasi fikirku buyar. Gelas kopi yang baru diteguk setengah menjadi kehilangan filosofinya. Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI tiba-tiba masuk di warung kopi Sudimari II jalan Masjid Raya, Palu. Meja duduk ‘di obrak-abrik’ untuk menyambut pejabat negara itu. Sejujurnya, fikiranku sedikit protes. Penyambutan pada ‘pejabat’ harus berubah seiring upaya merubah mindset. Mencoba agar selalu tampil biasa saja seperti yang sebenarnya juga kadang menjadi penting. Penting agar mereka yang memegang kuasa itu tidak selalu dihidangkan dengan sesuatu yang palsu. Bahwa pelayanan yang seperti ‘dibuat-buat’ itu semakin mempertegas bahwa ternyata kolonialisme mengakar jadi budaya, ...

Read More »

Tadulakota dan Warna Baru Komunitas

Oleh: Natsir Said HIDUP itu selalu dinamis, ia tidak pernah berdiam di satu kondisi. Kodrat alam yang sekaligus tidak lepas dari hukum-hukum penciptaan, mewajibkan perubahan selalu terjadi dalam perhitungan waktu lebih kecil dari sebatas milidetik. Milidetik sama dengan seperseribu detik, sedangkan nanodetik merupakan sepermilyar detik. Tetapi, ada pengukuran lain dalam waktu yang membuat kedua ukuran itu terasa lambat, yaitu zeptodetik. Tahun 2016 kemarin, para ilmuwan di Universitas Tekhnologi Munich, German telah berhasil mengukur waktu dalam satuan zeptodetik, atau dalam kata lain, sepertriliun dari sepermiliar detik. Zeptodetik merupakan satuan terkecil dalam waktu yang sama dengan 21 angka di belakang titik desimal. ...

Read More »

Menggugat Paradigma Promosi

Oleh; Natsir Said Memposting sesuatu yang kontra di media sosial itu menarik menurutku. Ada kekuatan mental yang dipertaruhkan, sebab bukan tidak mungkin akan lebih banyak menuai caci-maki dibanding komentar menyehatkan akal. Namun setidaknya, di antara belantara bully itu masih ada komentar yang mencoba menjelaskan atas sesuatu. Point itu yang membuatnya menjadi menarik. Sebab paling tidak, suara-suara itu dapat dijadikan manifestasi suara mayoritas. Dalam postingan yang menyoal manfaat Tour de Central Celebes (TdCC) di akun facebook Info Kota Palu (IKP), dalam kurun waktu tidak lebih dari 24 jam memunculkan seribuan lebih komentar yang hampir seragam, yakni mengajak penulis untuk mendukung TdCC ...

Read More »

OJK di Bawah Ketiak Sri Mulyani?

Oleh: Salamuddin Daeng ADA yang menarik dalam proses seleksi ketua dan komisioner Otoritas Jasa Keuangan kali ini yakni ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) langsung diketuai Menteri Keuangan Sri Mulyani. Padahal OJK adalah lembaga yang independen. Biasanya proses seleksi ketua atau anggota komisioner lembaga independen semacam ini dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat yang kompetensi dan kredibilitasnya diakui publik. Seperti proses seleksi ketua dan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi dan komisi sejenis lainnya. Ada apa Sri Mulyani selaku menteri keuangan yang kedudukannya dalam UU Indonesia lebih rendah dari OJK justru menjadi ketua tim seleksi OJK. Ini tidak wajar, kurang proporsional dan patut dipertanyakkan kepantasanya. ...

Read More »