OPINI

Broken Heart Ahoker

OLEH: ZENG WEI JIAN GAGAL move on adalah impact  dari sindrom broken heart (patah hati). Abby McDonald bilang, “You can die of a broken heart. It’s a scientific fact.” Karangan Bunga Sia-sia, Ahok Bangun Persaudaraan Dengan Setan Ahoker mesti hati-hati. Kalian bisa mati beneran bila terus-terusan gagal move on. In scientific term, broken heart disebut  stress-induced cardiomyopathy atau “takotsubo cardiomyopathy”. Masalah jantung ini bisa menyerang sekalipun Ahoker merasa sehat fisik. Stress penyebab utamanya. Satu republik tahu, Ahoker stress. Pasca Ahok kalah telak di Pilgub. Broken heart punya symptom serupa dengan heart attack (serangan jantung). Ada sakit di dada (angina). Nafas ...

Read More »

Jokowi dan Nestapa Ideologi Negara

Oleh: DR Ma’mun Murod Al-Barbasy Dulu, dulu banget, ketika umat Islam berhasil menaklukan Kerajaan Majapahit melalui akulturasi budaya dan penetrasi politik yang soft, lahirlah Kerajaan Islam pertama di tanah Jawi. Disusul kemudian lahir kerajaan-kerajaan Islam lainnya. Ketika penjajah Belanda masuk yang selain membawa misi ekonomi juga membawa misi agama (baca Disertasi Deliar Noer, Alfian, dan Alwi Shihab), mulailah Kerajaan Islam diacak-acak sedemikian rupa dan berhasil. Hasilnya bisa kita tengok, sekarang Kerajaan Islam hanya jadi situs sejarah. Masuk era perjuangan merebut kemerdekaan, umat Islam berjuang habis-habis. Agama (Islam) menjadi spirit perjuangan. Pekikan takbir, merdeka atau mati tak lepas karena spirit Islam. ...

Read More »

Kunjungan Raja Salman Hanya Bagus untuk Jokowi dan Ahok

OLEH: HENDRI SATRIO Citra Jokowi sedikit tertolong dengan kehadiran Raja Salman. Pasca 411 dan 212 citra Jokowi Terus menurun akibat dicitrakan melindungi Ahok dan bersebrangan dengan Islam. Sayangnya kunjungan Raja Salman kurang bermakna bagi Rakyat Indonesia karena Istana lebih berkonsentrasi dengan penyampaian pesan kunci yang tidak jauh dari pencitraan, seperti kehujanan saat berusaha memayungi Raja Salman. Hal yang menjadi sangat mendasar dan ditunggu pembahasannya seperti penanganan korban Crane jatuh serta perlakuan untuk lebih menghargai TKI kita tidak termasuk dalam hal yang secara kuat disampaikan ke public. Istana juga terkesan membiarkan terhadap meme atau cerita tidak penting dari kunjungan ini, seperti ...

Read More »

Negeri Para Tersangka

Oleh: Vier A. Leventa “Ini adalah masa ketika badut dijadikan pimpinan dan hipokrasi diangkat jadi pemuka” Dewasa ini kita harus berani berkata jujur, bahwa fitnah besar tengah menimpa umat. Hari ini telah terang bagi kita, bahwa hukum hampir, jika tak mau dikatakan musnah, hilang dari kamus peradaban manusia nusantara. Yang tersisa hanyalah fakultas-fakultasnya saja, tersisa hanya makelar-makelarnya saja. Keadilan telah tampak dipermainkan. Ketika seorang penghina agama begitu sombongnya menantang kita, didukung para jongos yang mengklaim dirinya pemuka, kita malah dipertontonkan sandiwara pemimpin yang begitu kaku lidah dan kakinya. Bahkan sembunyi saat rakyatnya datang meminta keadilan. Hukum diperlambat, keadilan dikebiri. Si ...

Read More »

Awas(I) Investor Asing di Pilkada Kabupaten Buol

Oleh: Andrie Wawan, SH DALAM Pidato kenegaraan 17 Agustus 1964 yang berjudul “Tahun Vivere Pericoloso” bung karno selaku founding fathers bangsa ini menggemakan paradigma yang mampu membangkitkan negara Indonesia menjadi negara yang besar yainikedaulatan dalam bidang politik, berdiri dibawa kaki sendiri (Berdikari) dalam bidang ekonomi dan berkepribadiaan dalam bidang budaya. Tiga gagasan besar tersebut dinamakan dengan TRISAKTI atau tiga konsep yang berfungsi menjadikan bangsa indonesia sebagai bangsa yang disegani oleh bangsa-bangsa penjajah. “Trisakti rasa Kapitalis hingga para pengkhianat bangsa” Dari berbagai literatur dapat dikatakan selama 350 (tiga ratus lima puluh) tahun bangsa Indonesia pada kala itu adalah negara yang dijajah ...

Read More »

Obsesi Surya Paloh, Tersandung di Monas

Oleh: Derek Manangka Menjelang hari-hari terakhir saya di Media Indonesia Group tahun 1999, Surya Paloh bertanya apakah mungkin dia mendirikan sebuah stasiun televisi setara CNN. Dilanjutkan pertanyaan bagaimana menghubungkannya dengan Ted Turner, pendiri CNN? Surya Paloh bertanya demikian, karena saat itu, 17 tahun lalu, reputasinya sebagai pemilik media, belum terlalu diperhitungkan. Sangat jauh berbeda dengan situasi seperti di tahun 2016 ini. Di dunia politik juga kurang lebih demikian. Kebetulan, Ian MacIntosch, wartawan Australia yang bekerja bagi Ted Turner, saya cukup kenal. Saat itu Ian menjabat Vice President CNN Asia Pacific yang berkedudukan di Hong Kong. Pertanyaan Surya Paloh (SP) itu ...

Read More »

Ahok, Jokowi dan Logika Mie Instan

Oleh: Edward Marthens  ANDA (pasti) pernah memasak mi instan, kan? Baik, saya ingatkan kembali tahapannya. Nyalakan kompor, ambil panci kecil lalu isi air secukupnya. Letakkan panci di atas kompor yang menyala. Tunggu sebentar. Setelah mendidih, pecahkan telur dan masukkan ke dalamnya. Tunggu sebentar lagi. Setelah itu, masukkan mi instan yang telah disiapkan. Sambil menunggu matang, segera siapkan bumbu-bumbu yang biasanya sudah disediakan dalam kemasan mi instan tersebut ke piring.  Kalau anda suka, masukkan juga sayuran ke dalam panci. Tunggu barang 1-2 menit lagi. Setelah itu, pindahkan mi instan dan telur yang sudah matang itu ke piring. Tambahkan saus, sambal dan ...

Read More »

Titik Temu Kekuatan Islam, Nasionalis dan TNI Kembali Ke UUD 1945

Oleh: Gde Siriana  (Ilustrasi)  TAK seorang pun pernah membayangkan demo besar Bela Islam 411 akan dihadiri 2 juta lebih rakyat. Kesalahan informasi intelijen dalam memperkirakan jumlah peserta demo ini memberi dampak kepanikan Istana sehingga orang-orang sekitar Presiden memberi rekomendasi yang konyol dengan meminta Presiden tidak meminta Presiden kembali ke Istana untuk bertemu dengan wakil-wakil ulama yang terlibat dalam aksi 411. Dampaknya rakyat semakin marah dan kecewa dengan sikap Jokowi. Sesungguhnya tuntutan kepada Ahok sebagai penistaan agama adalah bentuk penegakan sila ke-1 Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Negara menjamin kebebasan dan menghormati kehidupan religius warga negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang ...

Read More »

Kenangan “Mie Dataran Bulan” Bersama Pakdhe Darto

Oleh: Sutrisno Almarhum Pakdhe Darto dengan senang hati diajak foto bersama dengan rombongan saat kembali dari kunjungan di Kecamatan Ulu Bongka Kabupaten Tojo Unauna, sehari setelah mengunjungi Dataran Bulan. (Istimewa) KEPERGIAN Wakil Gubernur Sulteng H. Sudarto, SH, M.Hum untuk selama-lamanya yang secara tiba-tiba, Sabtu (1/10/2016) membuat semua kalangan di Sulawesi Tengah terkejut, merasa kehilangan dan diliputi duka yang mendalam. Secara pribadi, saya memang tidak dekat dengan almarhum yang akrab disapa Pakdhe Darto itu. Saya juga hanya sekali-sekali saja ketemu atau mewawancarai pakdhe Darto. Selama menjabat Wakil Gubernur,  bisa dihitung jari saya masuk ke ruang kerjanya. Saat saya ingin menemui Pak ...

Read More »

Solidaritas Sulawesi Timur

Oleh: Ahmad M.Ali BABAKAN Perjuangan masyarakat di jazirah Timur Sulawesi untuk melahirkan Daerah Otonomi Baru; yaitu Sulawesi Timur, sudah sangat panjang. Sepatutnya kita memberi apresiasi pada pejuang Sultim yang dengan penuh kesabaran dan tidak kenal lelah, sehingga kita sampai pada titik seperti sekarang ini. Namun perlu kita ingat, bahwa perjalanan masih sangat panjang. Sehingga masih butuh kesabaran, kerja keras dan selalu menjaga kekompakan. Terutama sekali, saling menghargai sangat diharapkan. Agar kedepan kita bisa lebih mudah melewati rintangan yang mungkin akan timbul dalam perjalanan. Sampai dengan hari ini, saya percaya bahwa niat baik pejuang Sultim untuk memperjuangkan lahirnya Daerah Otomomi Baru ...

Read More »