SAINS & TEKNOLOGI

Likuifaksi Petobo Paling Dahsyat, Ini Alasannya

Jurnalsulawesi.com – Fenomena likuifaksi seperti yang terjadi di Kelurahan Petobo, Kecamtan Palu Selatan, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) setelah gempa berkekuatan 7,4 sebenarnya bukan yang pertama. Menurut catatan Adrin Tohari, peneliti bidang Geoteknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), setidaknya ada tujuh likuefaksi yang pernah terjadi di Indonesia sejak 1992. BACA: Ahli Geologi AS sebut Likuifaksi di Palu Paling Menyeramkan Dari semua likuefaksi yang pernah terjadi, Adrin mencatat likuifaksi di Petobo adalah yang terdahsyat hingga membuat sebuah desa lenyap. Setelah gempa Flores berkekuatan 7,8 yang terjadi tahun 1992, muncul fenomena likuifaksi di Maumere. Meski gempa itu juga mengakibatkan tsunami setinggi ...

Read More »

Potensi “Kutukan” Palu Usai Gempa dan Tsunami

Jurnalsulawesi.com – Gempa Palu, Sigi dan Donggala pada 28 September lalu yang diiringi fenomena tanah bergerak atau likuifaksi yang menjadi momok dan membuat masyarakat Indonesia terperangah. Bagaimana tidak, sekira 180 hektare dari 1.040 hektare lahan dan 2.050 pemukiman warga di Petobo, Kecamatan Palu Selatan ‘lenyap’. Likuifaksi juga merendam 47,8 hektare dari total 238 hektare lahan dan 1.045 unit bangunan di Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat. Isu liar kemudian berkembang di tengah masyarakat. Pertanyaan mengenai pemerintah dan pemangku kebijakan yang dianggap tidak memperhatikan daerah rawan bencana saat membuat keputusan untuk menggunakan lahan sebagai tempat hunian. Pertanyaan mengenai ketiadaan mitigasi cepat dan tepat sasaran ...

Read More »

KRI Spica-934 Temukan Longsoran Dasar Laut di Teluk Palu

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Kapal TNI AL, KRI Spica-934 menemukan adanya longsoran dasar laut di perairan teluk Palu, Sulawesi Tengah. Longsoran inilah yang diperkirakan sebagai asal kekuatan tsunami di Sulteng. Hal itu diketahui setelah KRI Spica-934 melakukan survei dan pemetaan pasca gempa dan tsunami di perairan Teluk Palu beberapa waktu lalu. KRI Spica-934 diterjunkan oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). BACA JUGA: 18 Ilmuwan Akan Bergabung untuk Pindai Dasar Lautan Palu Tiga Faktor Penyebab Tsunami Mematikan di Palu Ahli Geologi AS sebut Likuifaksi di Palu Paling Menyeramkan “Dari data yang diperoleh dan analisa tim Pushidrosal menemukan adanya longsoran ...

Read More »

Peneliti Ungkap Cara Mudah Tentukan Tanah Rawan Likuifaksi

Jurnalsulawesi.com – Fenomena tanah bergerak atau likuifaksi menjadi momok baru yang ditakuti pascagempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng). Peneliti Geografi dan Tata Ruang Badan Informasi Geospasial (BIG) Yosef Prihanto mengungkapkan cara sederhana untuk menentukan ciri-ciri tanah rawan likuifaksi. Yosef menerangkan salah satu ciri utama bisa dilihat dari material dasar penyebab likuifaksi yakni tanah pasir. “Coba ambil tanah dan air di daerah rumah anda, coba rasakan apakah pasirnya banyak. Coba raba dengan tangan saja,” tutur Yosef di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis, (11/10/2018). Langkah selanjutnya dengan mengamati rumput sekitar yang tumbuh di daerah rumah. Apabila tumbuh rumput jarum, dapat ...

Read More »

Ternyata Petobo Bekas Sungai Purba

Jurnalsulawesi.com – Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Sehendar meninjau daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah. Ia pun memberikan hasil, bahwa area likuifaksi tidak akan layak huni lagi. Ke depan, kata Rudy,  wilayah Petobo akan menjadi memorial park. “Area ini akan mulai ditimbun, untuk dijadikan memorial park dalam bentuk luar terbuka hijau. Saat ini kita sedang menunggu bondering areanya,” ujar Rudy. Badan Geologi sebelumnya pada 2012 telah memetakan jalur yang melewati Petobo dan Balaroa ini sebagai wilayah potensi likuifaksi tertinggi. Berbagai survei telah dilakukan, di daerah ini tebal lapisan alluvial hingga 14 m. “Di beberapa tempat kumulatif lapisan pasirnya hingga ...

Read More »

Peneliti: Palu ‘Langganan Bencana’, Tak Layak Jadi Kota

Jurnalsulawesi.com – Deputi Bidang Informasi Geospasial, Badan Informasi Geospasial (BIG) Arief Syafi’i mengatakan kota Palu masuk dalam kategori tidak layak untuk dijadikan sebagai sebuah kota di Sulawesi Tengah. Pasalnya, Palu dianggap sebagai ‘langganan bencana’ dengan letak geografis yang dilalui oleh empat sesar aktif dan dikelilingi lempeng. Ucapan Arief disebut juga berdasarkan hasil kajian mendalam yang menunjukkan Palu tidak layak menjadi kota. Arief juga mengingatkan Palu memiliki sesar aktif Palu-Koro yang seharusnya tidak didirikan bangunan rumah atau infrastruktur. “Kalau ada sesar jangan dibangun bangunan. Palu itu saja ada sesar Palu-Koro. Banyak ahli bahkan juga tidak menyatakan Palu layak dijadikan sebagai kota. Ada ...

Read More »

Pakar Geoteknik UI Ungkap Cara Selamat dari Ancaman Likuifaksi

Jurnalsulawesi.com – Fenomena likuifaksi bukan hanya menghancurkan, tetapi juga dapat menenggelamkan bangunan karena tanah yang berubah kepadatannya. Pakar Geoteknik dan Manajemen Konstruksi Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Budi Soesilo Supandji, mengatakan Indonesia perlu bercermin dari Jepang dalam menghadapi risiko likuifaksi. Budi mengungkapkan, manusia tidak bisa menghindari sesar tetapi bisa melakukan perbaikan tanah untuk meminimalkan risiko likuifaksi dengan dynamic compaction dan vibroflotation. “Apakah ini pernah dilakukan? Pernah di Jepang,” katanya dalam diskusi yang digelar di Universitas Indonesia, Senin (8/10/2018). Dengan metode dynamic compaction, pemadatan tanah dilakukan dengan menjatuhkan beban berat berulang kali dengan interval yang teratur. Bobot yang digunakan, tergantung pada ...

Read More »

‘Nalodo’ Sebutan Nenek Moyang Warga Palu untuk Likuifaksi

Jurnalsulawesi.com – Wilayah Balaroa dan Patobo, Palu, serta Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah mengalami fenomena likuifaksi atau pergerakan tanah yang menyebabkan rumah ambles dan jalanan naik. BMKG mengatakan masyarakat lokasi mengenal likuifaksi dengan istilah nalodo. “Nenek moyang masyarakat Palu sebenarnya telah merekam kejadian likuifaksi dalam istilah lokal, yang menandakan bahwa mereka telah mengenalinya sejak lama. Likuifaksi disebut dengan istilah ‘nalodo’ yang berarti amblas dihisap lumpur. Daerah-daerah rentan nalodo ini dulu kosong,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam akun Twitternya pada Sabtu (6/10/2018). Lebih jauh seperti dikutip detikcom, Daryono menjelaskan pencairan tanah atau likuifaksi ...

Read More »

Lima Fakta Ilmiah Gempa dan Tsunami Palu yang Harus Anda Tahu

Jurnalsulawesi.com – Gempa bermagnitudo 7,4 di Donggala yang terjadi pada Jumat (28/9/2018), memicu getaran di wilayah Palu, Mamuju, hingga Toraja dan mengakibatkan kerusakan serta tsunami diperkirakan 2 meter di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ada sejumlah fakta ilmiah dari ahli dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang perlu diketahui tentang gempa itu. Bersumber dari Sesar Palu Koro BMKG menyebut bahwa gempa kemarin diakibatkan oleh sesar Palu Koro. Sesar itu memanjang di wilayah Sulawesi Tengah dan sepertiganya menjorok ke lautan. “Disebabkan oleh sesar Palu Koro yang berada di sekitar Selat Makassar,” kata Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG ...

Read More »

18 Ilmuwan Akan Bergabung untuk Pindai Dasar Lautan Palu

Jurnalsulawesi.com – Pasca tsunami Palu yang terjadi pada Jumat (28/09/2018) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dikabarkan akan melakukan survei dasar laut. Survei ini diperlukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terkait gempa Donggala hingga menyebabkan tsunami Palu tersebut. Nantinya, survei yang akan segera dilakukan tersebut dipimpin oleh Udrekh, salah satu pakar kebencaan ddi Indonesia. “Gempa Aceh saja, setelah gempa kita melakukan survei laut sampai tahun 2016 pun ada,” ungkap Udrekh yang dikutip Kompas.com. Menurut Udrekh, banyak rahasia tentang kebencanaan yang terjadi rahasia berada di dasar laut. “Misalnya kejadian tsunami kemarin, apakah memang merupakan longsoran atau ada sesuatu yang patah ...

Read More »