Umat muslim di China.

China Larang Muslim Uighur Miliki Alquran dan Sajadah

Bagikan Tulisan ini :

Jurnalsulawesi.com – Aparat kepolisian China memerintahkan umat Muslim di wilayah barat laut Xinjiang untuk menyerahkan Alquran dan peralatan salat ke polisi.

Tindakan kepolisian China dilakukan sebagai bagian dari kampanye untuk melarang materi publikasi, aktivitas keagamaan, dan ajaran ilegal yang dituding mengandung konten ekstremis serta dapat digunakan untuk tujuan terorisme.

Tak cuma Alquran dan sajadah, semua materi yang berhubungan dengan Islam juga diminta diserahkan secara sukarela kepada polisi. Jika tidak, para umat Muslim di sana akan menghadapi hukuman berat. Razia pun dilaporkan akan dilakukan polisi dalam waktu dekat.

Demikian seperti dilansir Metro, Sabtu, 30 September 2017. Menurut Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, orang-orang di Kashgar, Hotan, dan daerah lainnya telah diberi tahu bahwa semua orang Uighur harus menyerahkan barang-barang yang berkaitan dengan Islam. Pemberitahuan juga disiarkan melalui jaringan sosial WeChat.

Diketahui Alquran memang telah ditargetkan agar tak dimiliki umat Islam di wilayah ini.

”Pengumuman tersebut mengatakan bahwa orang harus menyerahkan setiap sajadah sesuai keinginan mereka kepada pihak berwenang, dan juga materi bacaan agama, termasuk apa pun yang ada simbol bulan dan bintang di atasnya,” katanya.

”Mereka harus menyerahkan secara sukarela. Jika mereka tidak diserahkan, dan ditemukan, maka akan ada hukuman keras,” tutur Raxit.[VVN]

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*