Salah satu rumah nelayan yang tinggal pondasi akibat diterjang ombak, Selasa (5/12/2017) sore. [Jose Rizal]

Cuaca Ekstrim Penyebab Gelombang Besar di Donggala

Bagikan Tulisan ini :

Donggala, Jurnalsulawesi.com- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Akris Fattah mengatakan, cuaca ekstrim menjadi faktor utama terjadinya gelombang besar di wilayah tersebut.

Menurutnya cuaca ekstrim yang terjadi saat ini, bukan hanya menyebabkan gelombang besar, namun juga banjir. Tercatat ada puluhan rumah warga yang sempat terendam banjir di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Selasa kemarin.

Akris mengungkapkan, gelombang besar terjadi setiap memasuki akhir tahun. Berdasarkan prediksi dari BMKG, cuaca ekstrim seperti ini masih akan terjadi sampai pada bulan Januari 2018 mendatang.

“Peristiwa seperti ini sudah sering terjadi setiap tahunnya. Beberapa bulan lalu gelombang besar juga merusak rumah warga Lembasada. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. Terutama warga yang berada dekat dengan sungai maupun tinggal pesisir pantai,” ujarnya, Rabu (6/12/2017)

BACA JUGA: 21 Rumah Nelayan di Donggala Ambruk

Saat ini BPBD Donggala telah memberikan bantuan sembako kepada warga Desa Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan yang beberapa hari lalu terkena musibah gelombang besar. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Donggala untuk menurunkan alat berat di lokasi tersebut.

“Alat berat kita gunakan untuk menyusun kembali batu-batu di sekitar bibir pantai sebagai upaya antisipasi sementara. Kemarin bupati juga sempat singgah di lokasi dan menginstruksikan untuk memberikan bantuan berupa sembako kepada warga,” terangnya. [***]

Rep; Jose Rizal

(Visited 37 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*