[Ilustrasi]

Dana TTP Dihentikan, ASN Donggala Resah

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Memasuki pertengahan Tahun 2018, aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai resah. Pasalnya, sampai saat ini pembayaran dana Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) belum juga dibayarkan oleh Pemkab Donggala.

Sementara diketahui, dana tambahan penghasilan ini telah masuk dalam dokumen ABPD Pemkab Donggala Tahun 2018.

MRN salah seorang ASN di Pemkab Donggala yang dikonfirmasi membenarkan jika TTP yang ia terima hanya sampai bulan Juni. Untuk bulan Juli dan Agustus belum juga dibayarkan.

Informasi yang berkembang di lakangan ASN, molornya pembayaran TTP ini, karena Pemkab Donggala mengalami devisit sekira Rp90 miliar, sehingga berdampak pada mandeknya dana tambahan pegawai. Akibatnya, pembayaran dana TTP ini hanya dibayarkan sampai bulan Juni 2018.

Makanya saat ini kata dia, Pemkab Donggala tengah berupaya mencarikan dana, agar hak-hak ASN bisa dibayarkan setelah dibahas di APBD-Perubahan.

“Jadi info yang berkembang di kalangan ASN, proses pembayaran TTP bagi ASN di Donggala dihentikan,” kata MRN kepada Jurnalsulawesi.com, Senin (10/9/2018).

Kepala Badan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Donggala, Rahman
Lugu yang beberapa kali hendak ditemui tidak dapat dimintai keterangan, karena sudah jarang masuk kantor.

Hal ini dikarenakan selain awal September 2018, Rahman Lugu telah memasuki masa pensiun, ia juga salah satu bakal caleg (Bacaleg) pada pemilihan legislatif 2019 mendatang.

Sementara Sekretaris Kabupaten Donggala Aidil Noor, yang dikonfirmasi menuturkan, saat ini BPKAD masih melakukan rekonsiliasi anggaran bersama PPTK dan Bendahara seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pihaknya tengah mengupayakan serta memaksimalkan penagihan pajak dan retribusi, yang belum mencapai target sesuai rencana.

“Jadi ini semua yang membuat keterlambatan pembayaran TPP ASN,” kata Aidil Noor yang di konfirmaai via layanan WhatsApp, Senin (10/9/2018).

Meski demikian tambah Sekab, kondisi ini tidak akan mengendorkan kinerja ASN. Sebagai ASN, pihaknya akan tetap memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat.

“Keterlambatan pencairan dana pekerjaan maupun PTT ASN, imbas dari lambat serta terbatasnya dana transfer pusat/DAU ke daerah serta masih rendahnya pemasukan pajak/retribusi yang belum sesuai target yang diharapkan,” pungkasnya. [***]

Penulis; Agus Manggona

(Visited 111 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*