Datlin Tamalagi Mantan Bupati Morowali Meninggal Dunia

Palu, Jurnalsulteng.com – Drs Datlin Tamalagi, mantan Bupati Morowali, Sulawesi Tengah, meninggal dunia di kediamannya Jl. Setia Budi Kota Palu, pada Senin (30/5/2016) sekira pukul 07.00 WITA dalam usia 75 tahun.

Menantu almarhum, Kristina Nurdati mengatakan bahwa orang tua mereka itu menghembuskan nafas terakhir saat sedang duduk santai di ruang tamu.

“Saya sendiri tidak menyangka kalau papi akan meninggal. Tiba-tiba saja saya lihat papi sudah terkulai di tempat duduk dan setelah saya periksa, tubuhnya sudah dingin dan ternyata papi sudah tiada,” kata Kristina.

Menurut keluarga, sehari sebelumnya, almarhum masih mengunjungi beberapa keluarganya untuk bersilaturahim seperti biasa dilakukannya sehingga keluarga tidak menyangka beliau akan menghembuskan nafas yang terakhir pada Senin pagi tadi.

Almarhum yang lahir di Beteleme, Kabupaten Morowali Utara, pada 30 Agustus 1941 itu meninggalkan empat orang anak, sedangkan istri almarhum sudah lebih dahulu meninggal dunia pada Maret 2014.

Jenazah almarhum direncanakan akan dimakamkan di sisi makam istrinya di Taman Pemakaman Umum Talise Kota Palu, namun waktu pemakaman belum ditetapkan keluarga.

Drs. Datlin Tamalagi terpilih sebagai Wakil Bupati mendampingi Andi Muhammad selaku Bupati Morowali periode 2002-2007.

Pasangan ini terpilih sebagai kepala daerah definitif pertama Kabupaten Morowali yang dimekarkan dari Kabupaten Poso berdasarkan UU No.51 Tahun 1999.

Akan tetapi, baru sekitar 30 bulan memimpin daerah baru itu, Andi Muhammad tersangkut kasus korupsi sehingga Datlin Tamalagi selaku Wakil Bupati dikukuhkan Menteri Dalam Negeri untuk menjadi Bupati Morowali hingga akhir masa jabatan mereka pada 2007.

Sebelum menjadi bupati, Datlin Tamalagi pernah menjadi anggota DPRD Sulawesi Tengah dari PDI-Perjuangan dan Kepala Biro Humas Pemprov Sulawesi Tengah yang kemudian digantikan Drs Longki Djanggola yang saat ini menjadi Gubernur Sulawesi Tengah.

Longki Djanggola yang dihubungi di Jakarta terkait meninggalnya Datlin Tamalagi mengaku terkejut dan merasa sangat kehilangan almarhum yang selama ini dianggap sebagai figur orang tua, guru dan atasan (senior) yang sangat peduli terhadap bawahannya.

“Saya sebagai pribadi dan gubernur menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas meninggalnya pak Datlin. Saya kenal betul keluarga ini, bukan hanya almarhum, tetapi juga istri dan semua anaknya. Beliau adalah salah seorang yang membina saya dalam berkarir selama ini,” ujar Longki.

Sedangkan Wakil Bupati Morowali Sumisi Marunduh yang datang ke rumah duka beberapa jam setelah beliau menghembuskan nafas yang terakhir memuji almarhum sebagai tokoh pemekaran Morowali dan kepala daerah yang berjasa dalam meletakkan dasar-dasar pembangunan serta memantapkan struktur organisasi pemerintah daerah.

“Orang Morowali kehilangan tokoh dan figur yang penuh keteladanan dalam memimpin dan mengayomi bawahan serta membangun Kota Bungku sebagai Ibu Kota Kabupaten Morowali saat ini,” ujarnya.

Kabupaten Morowali yang pernah dipimpin almarhum itu kini telah dimekarkan lagi menjadi dua kabupaten yakni Morowali dan Morowali Utara.(***)


Source; Antara

(Visited 16 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*