Dayat yang menjadi korban tsunami di Donggala mengikuti lomba tadarus Alquran di tenda pengungsian Divif 3 Kostrad, Gunung Bale, Donggala, Rabu (24/10/2018) malam. [Fajrin/Anggota Divif 3 Kostrad]

Dayat, Korban Tsunami di Donggala Menangis saat Melantunkan Ayat Alquran

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Tangisan Dayat seketika pecah. Sejurus Ia memejamkan mata saat melantunkan ayat suci Alquran di Camp Pengungsian Divif 3 Kostrad, Gunung Bale, Donggala, Rabu (24/10/2018) malam. Bocah 11 tahun itu tak kuasa membendung air matanya.

Para dewan juri dan orang-orang yang hadir pada kegiatan lomba tadarus itu, terharu mendengar suara Dayat yang mengalun merdu. Ia meraih juara tiga dalam lomba tersebut

Masih tergurat kesedihan yang dalam di wajahnya. Bocah dari Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Banawa ini, mengalami trauma yang dalam atas bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi 28 September 2018 lalu.

Menurut Rita (36thn) pasca gempa bumi dan tsunami yang mengerikan itu, Dayat saban hari terlihat sedih. Meski sudah berkumpul dengan keluarganya, namun peristiwa itu masih membekas diingatanya.

“Saat kejadian dia terpisah dengan kedua orang tuanya. Dayat berlari mencari tempat yang aman. Syukur keluarganya selamat,” kata Rita.

Sementara itu, Komandan Satgas (Dansatgas) Divif 3 Kostrad, Kolonel INF Josep Tanada Sidabutar mengatakan, lomba tadarus Alquran tersebut sebagai sarana Trauma Healing bagi anak-anak di tenda pengungsian.

Josep mengaku bahagia berada di antara anak-anak pengungsi dan menjadi bagian untuk memulihkan kondisi anak-anak pasca bencana yang merenggut ribuan nyawa itu.

“Sebanyak 18 anak mendaftarkan diri untuk ikut dalam lomba tadarus. Saya berharap anak-anak tetap ceria dan tidak lupa belajar mengisi waktu luang tempat di pengungsian,” ujarnya.

Anggota Divif 3 Kostrad bersama anak-anak korban bencana gempa dan tsunami Donggala, di tenda pengungsian. [Fajrin/Anggota Divif 3 Kostrad]

Imam Kelurahan Labuan Bajo dan warga sekitar pengungsian berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan lomba tadarus tersebut. Warga berharap anak-anak tetap dapat belajar dan mengaji meskipun suasana dan tempat yang terbatas di pengungsian. [***]

Penulis; Jose Rizal

(Visited 90 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*