Wakil Ketua DPRD Donggala, Abdul Rasyid, didampingi Ketua Komisi III Aziz Rauf, saat menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Perhubungan, Senin (30/10/2017). [Jose Rizal]

Demi Bis Sekolah, Kadishub Donggala Terpaksa ‘Ngutang’

Bagikan Tulisan ini :

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Demi bis sekolah agar bisa beroperasi kembali, Kadis Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Donggala,  Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sahut Hutabarat terpaksa ‘ngutang’ di luar, karena dana operasional bis tersebut belum cair.

Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat dengan komisi III DPRD Donggala, yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Donggala, Abdul Rasyid, didampingi Ketua Komisi III Aziz Rauf, Senin (30/10/2017).

Saut menuturkan tidak ada niat menelantarkan siswa-siswi di Kecamatan Banawa dan Banawa Tengah. Hanya saja beber dia pihaknya masih menunggu anggaran operasional untuk dicairkan.

“Demi anak-anak sekolah, terpaksa pinjam uang diluar pak meskipun bunganya 10 persen,” ujar Saut.

Saut mengatakan, dana operasional bis sekolah yang melekat di APBD Donggala sebesar Rp90 Juta, hingga kini masih tertahan di Kas Keuangan Daerah.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi III, Ikbal A Kono mengaku prihatin dengan pengelolaan keuangan di Dinas Perhubungan. Namun dirinya cukup mengapresiasi langkah Kadis Perhubungan tersebut karena berani mengambil resiko demi kepentingan anak-anak sekolah.

“Saya cukup prihatin, kadisnya rela mencari dana berbunga agar bis sekolah bisa tetap beroperasi,” imbuhnya.

Sementara anggota komisi III lainya, Namrud Mado lebih menyoroti soal pelayanan yang kurang maksimal oleh para Kepala OPD di Kabupaten Donggala. menurut politisi PPP ini, kepala OPD lebih banyak berada di luar kantor ketimbang di dalam kantor untuk melakukan pelayanan.

Suasana rapat dengar pendapat DPRD Donggala dengan Dinas Perhubungan, Senin (30/10/2017). [Jose Rizal]

“Para Kadis ini hanya hobi keluar ikut bupati. Kalau hanya acara Sumpah Pemuda cukup diwakili Dinas Pemuda atau Dinas Pendidikan saja. Kadis lain tidak perlu ikut-ikut, karena masyarakat butuh pelayanan,” kritiknya.

Sebelumnya, dua bis sekolah yang biasa mengantar siswa-siswi di dari Kecamatan Banawa dan Banawa Tengah sudah seminggu lebih tidak beroperasi. Akibatnya banyak siswa-siswi di dua kecamatan tersebut terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk sewa ojek.

Tidak beroperasinya dua bis sekolah tersebut karena dana yang yang sudah melekat di APBD regular tahun 2017 belum dicairkan oleh bendahara keuangan daerah. [***]

 

Rep; Jose Rizal

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*