Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Donggala, Abubakar Aljufrie. [Jose Rizal]

Desak Kades Dicopot, Aparat Desa Wani I Datangi DPRD Donggala

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Sejumlah anggota dan sekretaris Badan Permusawaratan Desa (BPD) Wani I, Kecamatan Tanantovea, mendatangi Komisi I DPRD Donggala, Senin (25/6/2018) pagi. Kedatangan aparat desa tersebut untuk mendesak pencopotan Andri Habrin sebagai Kepala Desa (Kades), karena dinilai tidak mampu mengelola pemerintahan di desa tersebut.

Kedatangan anggota BPD tersebut ditemui Ketua Komisi I Abubakar Aldjufri, anggota komisi II Moh Taufik, dan anggota Komisi III, Zulham M Nurlahama dan Ikbal A Kono.

Sekretaris BPD Wani I, Arif Wijaya membawa sejumlah barang bukti berupa dokumen yang telah dijilid rapi berisikan dugaan pelanggaran kepala desa. Dalam dokumen itu juga termuat tuntutan BPD dalam bentuk rapat-rapat desa beserta lampiran dokumentasi.

Dari keterangan anggota dan Sekretaris BPD Desa Wani I selama kepemimpinan Kepala Desa Andri Habrin banyak melakukan pelanggaran dalam pengelolaan dana desa. Kades juga terkesan menutup diri kepada masyarakat desa Wani I beserta seluruh perangkat pemerintahan desa.

“Poin pertama kesalahan Kades Wani I adalah tidak membayarkan insentif pegawai syara sesuai Peraturan Bupati (Perbup) tahun 2017 sebesar Rp100 ribu/jumatan, tetapi yang tercatat hanya Rp50 ribu, dengan alasan tugas Pegawai Syara tidak berat,” kata Arif Wijaya.

Selain itu ungkap Arif, pembangunan pagar lapangan sepanjang 48,5 Meter dengan pagu anggaran Rp70 juta tidak selesai pembangunannya. Berikutnya, Bumdes tidak jelas pengelolaannya semua aset bumdes dibiarkan rusak. Bahkan celakanya lagi, dana peneyertaan untuk Bumdes tahun 2016 sebesar Rp90 juta disalahgunakan dan kasus ini sudah masuk ranah Kejaksaan Negeri Donggala

Untuk itu BPD berharap Komisi I yang bermitra dengan BPMD sebagai leading sector dari pemerintahan desa bisa membantu menyelesaikan persoalan di desa Wani I.

Tambah Arif lagi, tidak ada kata lain dari persoaln desa Wani I selain meminta komisi I merekomendasikan ke BPMD untuk memecat kepala desa Wani I atas nama Andi Habrin.

“Ini bukan keinginan peribadi saya, kami hanya perwakilan masyarakat. Semua sudah lengkap di dokumen yang kami bawa berdasarkan bukti mosi tidak percaya masyarakat desa Wani I bersama BPD,” tegasnya.

Menanggapi desakan tersebut, Ketua Komisi I Abu Bakar Aldjufrfi saat menerima kunjungan warga Wani I itu berjanji akan menindaklanjuti laporan BPD Wani I.

“Selesai Pilkada Komisi I akan mengundang Kades Wani I, BPMD, dan Inspektorat. Insyaa Allah persoalan ini kami akan selesaikan dengan jalan terbaik, bapak-bapak yang hadir bisa terus memonitor laporannya,” sebut politisi Golkar itu.

Sementara itu, Kades Desa Wani I Andri Habrin yang dikonfirmasi melalui via ponselnya 0853960673XX terdengar nada masuk namun tidak diangkat. Begitu pula ketika wartawan mengirim pesan SMS tidak mendapat balasan dari Andi Habrin. [***]

Penulis; Jose Rizal

(Visited 42 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*