Pengusaha Muda yang juga Ketua PD Tunas Indonesia Raya (TIDAR), Firman Lapide, SE

Dialog 100 Tokoh, Firman Ajak Pengusaha Nasional Berinvestasi di Sulteng

Bagikan Tulisan ini :

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Pengusaha Muda yang juga Ketua PD Tunas Indonesia Raya (TIDAR), Firman Lapide, SE, gencar mempromosikan perkembangan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal tersebut juga dilakukannya saat tampil sebagai salah satu pembicara, pada Dialog Nasional 100 Tokoh Keturunan Sulawesi Selatan, di The Sultan Hotel, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Dalam paparannya di hadapan ratusan pengusaha nasional itu Firman menyampaikan perkembangan ekonomi Provinsi Sulteng yang terus mengalami peningkatan. Bahkan pada semester pertama 2017, Provinsi Sulteng tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Meski ada sedikit gangguan isu-isu miring seperti konflik Poso dan isu negatif lainnya, di bawah kepemimpinan Gubernur Longki Djanggola, perkembangan ekonomi Sulteng saat ini berkembang pesat. Bahkan menajdi salah satu daerah primadona bagi para investor,” terang Firman saat tampil mewakili pengusaha muda Sulteng di forum itu.

Firman juga menegaskan, sejak Sulteng masuk dalam program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah mensupport dengan memberikan kemudahan-kemudahan, terutama terkait dengan perizinan.

“Ini tentu sangat melegakan, karena selama ini persoalan perizinan yang selalu menjadi persoalan yang memberatkan bagi para investor, sehingga menjadi harapan besar masuknya investor yang akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulteng,” urai Firman, yang salah satu perusahaannya juga berada di KEK Palu yang akan diresmikan Presiden Jokowi.

“Karena itu saya mengajak senior saya dan semua kita yang ada disini, untuk bersama-sama saling mensupport meratakan investasi ke Indonesia Timur. Hal ini untuk meminimalisir masuknya investor asing,” urainya yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Menurut Firman, dalam hal penyelenggara Pemerintahan dan Institusi Publik yang dirilis ACI, Provinsi Sulawesi Tengah menempati peringkat 2 terbaik setelah DKI Jakarta. Ia menambahkan, hal ini membuktikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi Sulteng tidak terpengaruh dengan isu-isu negatif yang selama ini menjadi isu nasional.

Firman Lapide saat menjadi pembicara, pada Dialog Nasional 100 Tokoh Keturunan Sulawesi Selatan, di The Sultan Hotel, Jakarta, Senin (11/9/2017).[Ist]

Firman sangat mengapresiasi kegiatan dialog tersebut, sekaligus tidak menyangka bahwa namanya masuk dalam daftar 100 tokoh nasional keturunan Sulawesi Selatan, bahkan menjadi tokoh termuda dengan usia 30 tahun.

Beberapa poin penting yang terangkum dalam dialog pertama tersebut, yakni diagendakan akan kontinyu dilakukan setiap tiga bulan. Beberapa agenda pertemuanlanjutan diantaranya, motivasi dari Imam besar Masjid Istiqal, Prof. DR. Nasaruddin Umar, Sekjen Gapensi Pusat, H. Andi Rukman N. Karumpa, SE, Katua HIPMI Papua, H. Dasril, yang bergerak di usaha penerbangan dan telah memiliki 15 unit pesawat dengan memulai usahanya dari nol.

Pada pertemuan perdana itu tokoh politik Idrus Marham juga menitipkan petuah bugis agar menjaga konsistensi nasional. Selain itu juga ada anak pejuang populer Kahar Mudzakkar yakni Azis Kahhar Mudzakkar yang menyatakan bahwa perjuangan politik adalah bagian dari ibadah. Juga hadir Irjen Said Saile yang gencar menyuarakan agar para tokoh-tokoh yang hadir wajib mendorong peningkatan dunia pendidikan, terutama untuk generasi muda daerah Indonesia Timur. [Humas TIDAR]

 

Red; Sutrisno

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*