Direktur LSM Pijar Sulteng, Rully Hadju.

Dibutuhkan Pemimpin Keterwakilan Wilayah di Parmout

Bagikan Tulisan ini :

Parmout, Jurnalsulawesi.com – Parigi Moutong (Parmout) merupakan salah satu Kabupaten produktif dan dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Sulawesi Tengah dengan sumber daya alam yang tak kalah bagusnya dari kabupaten lain untuk bisa dikelola secara maksimal.

Mengelola SDA Parmout haruslah pemimpin yang punya latar belakang pengalaman birokrasi yang sudah diperhitungkan oleh publik. Perhelatan pemilihan kepala daerah tahun ini juga akan dilaksanakan di Parmout, mengingat wilayahnya secara geografis cukup luas dan panjang, maka daerah ini butuh keseimbangan wilayah dalam memilih pemimpinnya.

Figur-figur yang ada di Parmout saat ini telah bermunculan merebut ‘tahta’ nomor 1 di Parmout. Sebut saja saat ini Bupati/Wakil Bupati, Samsurizal Tombolotutu bersama Badrun Ngai telah resmi maju kembali dalam kontestasi politik di Parmout, demikian pula para kandidat lain mulai ancang-ancang bakal berkompetisi melawan incumbent.

Namun satu hal yang harus diperhatikan, begitu banyak figur politik maupun figur eks birokrat yang harusnya menjadi alternatif masyarakat Parmout yang saat ini belum terpuaskan akan kinerja incumbent.

“Ada Ibrahim Hafid, Anwar Saing, Nur Rahmatu, Sahdon Lawira. Figur ini punya kemampuan jadi pemimpin di Parmout,” tutur Direktur LSM Pijar Sulteng, Rully Hadju kepada Jurnalsulawesi.com, Kamis (4/1/2018) malam.

Dari keempat figur tersebut lanjut Rully, hanya Sahdon Lawira yang menjadi keterwakilan wilayah di Kota Parigi dan sekitarnya. Maka, jika bakal calon bupatinya berasal dari wilayah utara Parmout, maka untuk keseimbangan wilayah, harusnya figur keterwakilan wilayah yang menjadi pertimbangan adalah eks dari Kecamatan Sausu, Parigi, dan Ampibabo (SPA)

“Selaku masyarakat Parigi, saya lebih cenderung kepada bapak Sahdon Lawira. Apa yang diragukan dengan kemampuan beliau, punya jenjang karir di birokrasi. Kurang lebih 10 tahun menjabat kepala dinas,” paparnya.

Menurut Rully, sekarang pertanyaannya, apakah ia diberi kesempatan oleh partai politik atau masyarakat Parmout untuk maju dipesta lima tahunan itu. Rully sangat menyayangkan kepada para elit politik yang semata-mata hanya mementingkan kelompok atau personal partainya.

“Sudah kelihatan pragmatisme para elit, di mana mereka tidak lagi melihat figur maupun tokoh masyarakat yang punya potenai besar membawa Parigi Moutong ke arah lebih baik,” tandas Rully.

Praktis saat ini katanya, kondisi politik dan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di Parmout tidak begitu menonjol, terkesan stagnan. Hari ini masyarakat di tingkat bawah membutuhkan figur yang betul serius membangun daerah secara merata, tidak hanya fokus di wilayah utara saja. Olehnya, keterwakilan wilayah dan figur baru penting untuk memimpin Kabupaten Parmout. [***]

Rep; Bob Shinoda
Red; Sutrisno

(Visited 101 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*