Wilayah Kelurahan Petobo yang dilanda gempa dan likuifaksi 28 September 2018. Dibutuhkan dana sebesar Rp18 triliun untuk rekonstruksi pascabencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulteng. [Dok/JS]

Dibutuhkan Rp18 Triliun untuk Rekonstruksi Pascabencana Sulteng

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tengah Patta Tope menyebutkan setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp18 triliun untuk proses rekonstruksi pascabencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu ia sampaikan seusai mengikuti rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku pemimpin penanganan korban gempa dan tsunami Sulteng yang ditunjuk Presiden Joko Widodo, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (5/11/2018).

“Kalau yang totalnya tadi kan Wapres sudah hitung, perkiraannya itu Rp18 triliun,” kata Patta, seperti dikutip dari¬†Kompas.com.

Ia menambahkan, dana tersebut bersumber dari APBN, APBD, dan pinjaman dari Asian Development Bank (ADB).

Saat ini sudah ada dana sebesar Rp 7,5 triliun dari ADB. Namun, jumlah tersebut akan dialokasikan untuk rekonstruksi dan pascagempa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang turut hadir dalam rapat menyatakan dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun rumah bagi 14.400 kepala keluarga dan infrastruktur penunjang di wilayah relokasi.

Sebab, ke depannya daerah yang rawan gempa di Sulawesi Tengah tak boleh didirikan bangunan.

Proses rekonstruksi dan relokasi baru berjalan setelah perencanaan dan payung hukumnya selesai bulan depan.

Saat ini Badan Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun masih memetakan wilayah rawan gempa dan akan mengumumkan hasilnya Desember 2018.

“Tahun depan (pembangunannya), semua tahun depan pembangunan fisik,” ujar Longki. [***]

 

(Visited 18 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*