Wapres JK dan Gubernur Longki Djanggola saat memimpin rapat koordinasi percepatan pemulihan dan rekonstruksi pascabencana Sulteng, di Palu, Kamis (31/1/2019). [Bob Shinoda]

Dicairkan Lewat Rekening, Begini Mekanisme Pencairan Dana Stimulan Korban Bencana Sulteng

Palu, Jurnasulawesi.com – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Drs Longki Djanggola mengatakan, pencairan dana stimulan dan santunan kematian untuk korban bencana alam di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong akan dilakukan lewat rekening masing-masing, setelah validasi data selesai dilakukan paling telat dua minggu ke depan.

“Tadi saya sudah menandatangani surat untuk para kepala daerah yang terdampak bencana agar segera membentuk Satgas (Satuan Tugas) Validasi Data,” kata Longki usai melantik dan mengukuhkan 24 kepala OPD di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (1/2/2019) sore.

Satgas Validasi Data dibentuk berdasarkan perintah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat mendampingi Wapres JK dalam rapat koordinasi percepatan pemulihan dan rekonstruksi pascabencana.

Satgas ini akan memastikan kembali berapa banyak rumah yang rusat berat, rusak sedang dan rusak ringan.

“Sebagaimana perintah Kepala BNPB agar segera melakukan realisasi validasi data bangunan yang rusak berat, sedang dan ringan termasuk data korban meninggal akibat bencana melalui Satgas Validasi Data tersebut,” jelas Longki.

Nantinya satgas itu akan dibantu anggota kepolisian dan tentara serta pihak-pihak yang terkait agar pencairan dana stimulan dan santunan duka yang ditargetkan Wapres JK terealisasi dalam dua minggu ke depan dapat terwujud.

Selanjutnya satgas validasi data akan memvalidasi dan menetapkan data-data korban bencana yang rumahnya rusak berat, ringan dan sedang termasuk data korban meninggal saat bencana.

“Kalau rumah mereka memenuhi syarat rusak berat, sedang dan ringan, oleh satgas validasi data akan direkomendasikan kepada pemerintah pusat. Makanya nanti ada bank-bank saya tidak tahu pihak dari bank apa yang akan menghubungi mereka untuk dibantu dibuatkan rekening,”terang Longki.

Longki menerangkan jika pencairan dana stimulan dan santunan duka melalui satu pintu yakni melalui rekening yang dibuatkan oleh pihak perbankan yang ditentukan oleh pemerintah pusat setelah satgas validasi data mengirimkan rekomendasi data-data tersebut.

Menurut Longki tugas tersebut tidaklah ringan sehingga diperlukan kerjasama yang baik dan kompak antara seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Sulteng agar target yang ditetapkan dapat tercapai.

“Membantu mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya yang rumahnya rusak. Saya tahu ada dari kita pegawai di sini yang tinggal di posko pengungsian sehingga bisa membantu mensosialisasikan.

Demikian halnya dengan dana santunan kematian, ujar Longki, semua akan dibayarkan kepada ahli waris melalui rekening bank setelah semua data dinyatakan lengkap, terutama mengenai siapa ahli waris korban.

“Yang belum punya rekening di bank, nanti pihak bank akan membantu untuk pembuatan rekening,” ujarnya dan mengatakan sampai saat ini belum diketahui bank apa saja yang akan terlibat dalam pencairan dana stimulan itu.

Sebelumnya, dalam rapat finalisasi data korban bencana yang digelar Gubernur Sulteng, Selasa (30/1/2019) diungkapkan rumah rusak ringan di Kota Palu tercatat 17.293, rusak sedang 12.717 dan rusak berat 9.181 dan rumah hilang 3.673.

Di Kabupaten Sigi, rumah rusak ringan 10.612, rusak sedang 6.480 dan rusak berat 12.8 serta rumah hilang 302. Kabupaten Donggala rumah rusak ringan 7.989 rumah, rusak sedang 6.099 dan rusak berat 7.215 sedangkan yang hilang 75 rumah sementara di Kabupaten Parigi Moutong rumah rusak ringan 4.191, rusak sedang 826 dan rusak berat 533.

Setiap rumah yang rusak berat akan mendapatkan stimulan Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta. Rumah-rumah yang mendapat stimulan itu hanyalah rumah yang terletak pada zona aman dampak bencana sesuai ketetapan Bappenas, Badan Geologi, BNPB dan BMKG serta berbagai instansi terkait.

Data yang belum divalidasi kembali mengenai jumlah korban tewas akibat bencana alam 28 September 2018adalah di Kota Palu 2.141 orang, Kabupaten Sigi 289 orang, Donggala 212 orang dan Parigi Moutong 15 orang atau berjumlah total 2.657 orang. Selain itu ada korban hilang 667 orang, korban jiwa tak teridentifikasi 1.016 sehingga total korban jiwa 4.340 orang.[***]

Sumber; Antara

(Visited 979 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*