Gedung Puskesmas Induk Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan yang baru enam bulan difungskan, di beberapa ruangannya telah rusak dan tak dapat digunakan. [Agus Manggona]

Dikerjakan Kerabat Bupati, Pembangunan Puskesmas Lembasada Asal Jadi

Bagikan Tulisan ini :

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Proyek pembangunan Puskesmas Induk Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala ditengarai dikerjakan serampangan serta asal jadi. Pasalnya, prasarana kesehatan tersebut baru enam bulan digunakan tetapi sudah banyak yang rusak.

Beberapa ruangan mulai dari ruang Unit Gawat Darurat (UGD), ruang bersalin, ruangan Tata Usaha serta ruang tunggu pasti tergenang air hujan hingga setinggi mata kaki orang dewasa.

Bahkan yang lebih parah lagi, ruang obat-obatan juga tidak steril serta tidak difasilitasi AC. Selain itu, plafon gudang obat juga sudah ambruk. Belum lagi WC di ruangan bersalin, sejak dikerjakan sampai saat ini tidak bisa difungsikan, karena jika digunakan, air akan meluap dari samping closet. Ini imbas dari tidak maksimalnya instalasi plumbing di Puskesmas yang dibangun.

Menurut pegawai Puskesmas, kondisi ini sebenarnya telah dikeluhkan, namun sampai saat ini belum juga ada itikad baik dari kontraktor. Padahal Puskesmas ini baru sekitar enam bulan difungsikan.

WC di ruangan bersalin ini tidak bisa difungsikan. [Agus Manggona]

“Jujur pak kalau hujan datang seluruh pegawai pasti ba limas (menguras-red) air dalam ruangan. Pokoknya mulai dari UGD, ruang bersalin dan beberapa ruangan lain,” kata salah seorang pegawai.

Yang lebih menyedihkan ruangan obat yang seharusnya dipasangi AC, tapi kenyataan di lapangan sarana itu tidak tersedia. “Jadi memang pembangunan Puskesmas ini dikerja asal-asalan,” ujar salah satu pegawai yang lainnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek rehabilitasi pembangunan Puskesmas Induk Lembasada ini dikerjakan oleh Iwan yang konon katanya keponakan Bupati Donggala Kasman Lassa. Iwan menggunakan perusahaan PT Karya Abadi Celebes dalam memenangkan tender proyek sekira Rp3 miliar pada tahun 2016 lalu.

Menurut Hasan salah seorang warga Desa Lembasada, mendesak agar permasalahan ini tidak dibiarkan, baik itu oleh Dinas Kesehatan, selaku instansi tehnis, pihak DPRD Donggala. Terlebih lagi kepada aparat penegak hukum, karena pembangunan Puskesmas ini menggunakan dana alokasi umum (DAU) yang nilainya cukup fantastis.

Plafon gudang obat yang sudah ambruk. [Agus Manggona]

“Bagaimana petugas medis bisa memberikan pelayanan prima, jika fasilitas yang dibangun tidak mendukung. Bahkan jika ada pasien di UGD, perawat medis was-was karena ketakutan plafonnya akan ambruk, begitupun di ruangan bersalin,” tambahnya.

Ruangan bersalin yang membuat pegawai harus bekerja ekstra saat turun hujan, karena harus menguras air yang menggenangi ruangan. [Agus Manggona]

Direktur PT Karya Abadi Celebes Mas’ud Hadi yang dikonfirmasi membenarkan, bahwa perusahaannya yang mengerjakan, namun bukan dirinya yang menangani langsung, karena perusahaannya dipinjamkan kepada Iwan. “Supaya lebih jelas, konfirmasi saja kepada Iwan selaku penanggungjawab proyek di lapangan,” saran Mas’ud.

Sementara Iwan yang disebut-sebut sebagai pelaksana dilapangan saat dikonfirmasi Jurnalsulawesi.com dan Media Logis, mengakui jika dirinya yang mengerjakan proyek tersebut. Namun kata Iwan, pembangunan gedung obat yang dikerjakan Ko’ Rony.

Ia juga mengaku telah diperiksa anggota Reskrim Polres Donggala terkait permasalahan ini. Namun ia tidak menjelaskan sejauhmana tindaklanjut dari proses hukumnya.

“Yang jelas saya sudah pernah di mintai keterangan soal proyek Puskesmas Induk Lembasada,” tandas Iwan. [***]

 

Rep; Agus Manggona

(Visited 472 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*