Pemain AS Roma merayakan gol yang dicetak Kosta Manolas ke gawang Barcelona pada Leg ke dua perempat final Liga Champions, di Stadion Olimpico, Selasa (10/4/2018). AS Roma menang 3-0 atas Barcelona dan berhak melaju ke Semifinal Liga Champions 2018. [AP]

Disingkirkan AS Roma, Barcelona Ukir Catatan Pilu di Liga Champions

Roma, Jurnalsulawesi.com – Barcelona mengukir catatan buruk setelah takluk 0-3 dari AS Roma dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions, di Stadion Olimpico, Selasa (10/4/2018) atau Rabu (11/4/2018) dini hari WIB.

Pada pertemuan pertama yang dihelat di Camp Nou, Barcelona sempat menang 4-1 atas AS Roma. Namun, keunggulan itu menjadi sia-sia karena tiga gol AS Roma yang ditorehkan Edin Dzeko pada menit keenam, Daniele De Rossi (58′, penalti), dan Konstantinos Manolas (82′).

Hasil negatif memaksa skuat Ernesto Valverde mengubur mimpi ke semifinal karena kalah agresivitas gol tandang. Padahal, pada pertemuan pertama Barcelona menang 4-1 atas AS Roma.

Menurut Opta, Barcelona tidak pernah tereliminasi dari fase gugur setelah menang 3-0 pada leg pertama Liga Champions sepanjang sejarah. Adapun dalam lima musim terakhir, Barcelona juga telah empat kali gagal menembus fase empat besar.

Kali terakhir Barcelona menembus semifinal Liga Champions adalah musim 2014-2015. Bahkan, tim Catalan tampil heroik dan berhasil menjadi juara setelah menang 3-1 atas Juventus pada laga puncak.

Masuk Buku Sejarah Liga Champions
Hasil positif itu membuat AS Roma berhak melaju ke semifinal karena unggul agresivitas gol tandang atas Barcelona. Untuk diketahui, pada pertemuan pertama tim Serigala Ibukota dibungkam 1-4 oleh Lionel Messi dan kawan-kawan.

Kali terakhir AS Roma melenggang ke empat besar adalah musim 1983-1984. Ketika kompetisi masih bernama Piala Champions, I Giallorossi menang agregat 4-2 atas Dynamo Berlin di perempat final.

Selain itu, satu catatan menarik terselip dalam keberhasilan AS Roma saat ini. Menurut Opta, mereka adalah tim ketiga yang bisa mengejar defisit tiga gol sepanjang sejarah Liga Champions.

Deportivo La Coruna adalah tim pertama yang mengukir catatan itu ketika mendepak AC Milan pada 2004. Barcelona kemudian menjadi tim selanjutnya yang membalikkan agregat setelah kalah tiga gol pada pertemuan pertama kontra Paris Saint-Germain pada musim lalu.

Tak Berdaya
Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, mengungkapkan permainan menekan yang diterapkan AS Roma merupakan faktor utama yang membuat skuat Catalan takluk 0-3, di Stadion Olimpico.

Kemenangan 4-1 Barcelona atas AS Roma pada leg pertama di Camp Nou menjadi tidak bermakna. Lionel Messi dan kawan-kawan kalah agresivitas gol tandang dari AS Roma yang mendulang tiga gol lewat Edin Dzeko pada menit keenam, Daniele De Rossi (58′, penalti), dan Konstantinos Manolas (82′).

“Permainan menekan yang diterapkan AS Roma membuat kami terpaksa membuang bola ke depan. Taktik itu membuat permainan kami tidak solid dan juga tidak dapat merebut bola dengan baik,” kata Valverde.

“AS Roma kuat secara fisik dan kami memiliki banyak masalah. Musim masih panjang dan memenangi kompetisi ini tidak mudah. Kami ingin bermain di semifinal, tetapi inilah sepak bola. Saya bertanggung jawab sepenuhnya akan hasil ini. Saya adalah orang yang harus disalahkan,” ujar Valverde.

Barcelona telah empat kali gagal menembus semifinal Liga Champions dalam lima musim terakhir. Kali terakhir mereka melenggang ke babak empat besar adalah musim 2014-2015.[***]

Sumber; Bola

(Visited 41 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*