Sugi Nur Raharja alias Gus Nur (kopiah putih) saat menjalani pemeriksaan penyidik Ditreskrimsus Polda Sulteng, Selasa (28/8/2018). [Ist]

Ditreskrimsus Polda Sulteng Periksa Gus Nur

Palu, Jurnalsulawesi.com – Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) telah memeriksa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, di Mapolda Sulteng, Selasa (28/8/2018).

BACA JUGAAliansi Ormas Desak Polisi Tangkap Gus Nur
Pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap Gus Nur terkait Laporan Polisi Nomor: LP/314/VII/2018/SPKT tanggal 05 Juli 2018, dengan pelapor atas nama Muhammad Kaharu, S.Ag.

Gus Nur mendatangi Mapolda Sulteng didampingi dua pengacaranya, yakni Panca Putra Kurniawan, SH, M.Si dan Akmal Kamil Nasution, SH.

Kabid Humas Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas dalam keterangannya menjelaskan, pemeriksaan terhadap Gus Nur kali ini dalam rangka dimintai keterangan sebagai saksi atas dugaan pelanggaran pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHPidana.

Gus Nur diduga dengan sengaja dan tanpa hak telah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian, atau permusuhan individu, dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Proses penyidikan terhadap terhadap Gus Nur masih terus berjalan dan untuk pendalaman akan dilakukan pemanggilan beberapan orang saksi untuk dimintai keterangan.

“Penyidik dalam penanganan kasus ini akan tetap bertindak profesional sesuai dengan SOP penyidikan tindak pidana maupun manajemen penyidikan dan tidak akan terpengaruh adanya desakan atau intervensi dari pihak manapun. Kita berharap pelapor atau masyarakat untuk bersabar dan tunggu perkembangan kasusnya yang akan kami beritahukan lebih lanjut,” kata Kasubbid Penmas dalam rilis yang diterima Jurnalsulawesi.com, Rabu (29/8/2018).

Sebelumnya diberitakan, Aliansi Ormas Kota Palu mendesak Polda Sulteng untuk segera menangkap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur karena dinilai telah melakukan pelecehan dan menyebarkan ujaran kebencian, yang dapat memecah belah bangsa. [***]

Penulis; Sutrisno/*

(Visited 155 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*