Anggota Fraksi Golkar DPRD Donggala, Abubakar Aljufri. [Jose Rizal]

Diwarnai Perdebatan, Rapat Paripurna DPRD Donggala Nyaris Batal

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Donggala terhadap pengantar nota keuangan RAPBD Tahun Anggaran 2018, Selasa (22/11/2017) sore, hampir batal dilaksanakan. Pasalnya, paripurna yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Abdul Rasyid itu diwarnai perdebatan.

Rapat paripurna akhirnya diskorsing selama 10 menit karena anggota Fraksi Golkar, Abubakar Aljufri meminta agar paripurna tidak dilanjutkan dengan alasan dokumen APBD-P tahun 2017 belum diterima oleh anggota dewan.

Dari 30 anggota DPRD Donggala, hanya 17 orang yang hadir dalam paripurna tersebut. Beberapa orang anggota sedang melaksanakankan tugas luar daerah, sisanya sakit dan tanpa keterangan.

“Bagaimana kita menyampaikan pandangan umum, kalau dokumen APBD-P 2017 saja belum ada. Ini kan aneh, dokumen RAPBD tahun 2018 sudah ada, tapi dokumen APBD-P 2017 belum ada.  Saya kuatir akan ada penumpang gelap seperti yang terjadi pada APBD murni kita tahun 2017. Saya minta paripurna ini tidak dilanjutkan,” kata Abubakar.

Pernyataan politisi senior ini mendapat dukungan dari beberapa fraksi seperti fraksi Gerindra, PKB, Demokrat, dan Hanura. Namun pernyataan berbeda disampaikan oleh ketua fraksi PPP Namrud Mado. Namrud meminta agar paripurna tetap dilaksanakan karena batas waktu yang diberikan kepada DPRD Donggala dan OPD untuk membahas RAPBD tahun 2018 hanya sampai tanggal 30 November.

Namrud mengatakan, bila hal itu tidak segera dilaksanakan, maka DPRD Donggala dan Pemkab Donggala akan diberikan sangsi oleh Kemendagri karena melanggar aturan.

“Saya kira paripurna tetap dilanjutkan, karena kita mengejar deadline waktu. Kalau ingin membunuh tikus, jangan bakar lumbungnya tapi tikusnya,” ujar Namrud

Dari pantauan media ini, suasana dalam ruang sidang paripurna sempat memanas, karena beberapa anggota fraksi lainnya mulai bergantian menekan tombol pengeras suara di hadapan mereka.

Beberapa dari anggota dewan itu ingin menyampaikan pendapat mereka. Untung saja pimpinan rapat paripurna Abdul Rasyid segera menenangkan situasi dan langsung menskorsing selama 10 menit dan meminta kepada ketua-ketua fraksi untuk masuk ke ruanganya membahas hal tersebut.

Hasil pertemuan pimpinan fraksi disepakati, rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terhadap pengantar nota keuangan RAPBD tahun anggaran 2018 tetap dilanjutkan dengan catatan besok, Rabu (23/11/2017) dokumen APBDP Tahun 2017 sudah ada di tangan para anggota dewan. [***]

Rep; Jose Rizal

(Visited 395 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*