Sekretaris BPBD Sulteng Rizal Abd Rahim memaparkan potensi bencana dalam kunjungan kerja DPRD dan BPBD DIY di Aula Kantor BPBD Sulteng, Rabu (9/8/2017). [Trisno]

DPRD DIY Kunjungi BPBD Sulteng

Palu, Jurnalsulawesi.com – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan kunjungan kerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (9/8/2017).

Kunjungan kerja DPRD bersama BPBD DIY ini, berkaitan dengan bidang tugas Komisi A DPRD DIY, tentang penanggulangan bencana.

Sekretaris BPBD DIY, Heru Suroso, SH mengatakan, kunjungan kerja bersama Komisi A DPRD DIY bertujuan untuk sharing ilmu tentang manajemen penanggulangan bencana yang dilaksanakan di Provinsi Sulteng.

“Kunjungan ini selain untuk mempererat tali silaturahmi sesama BPBD, juga untuk belajar tentang manjemen penanggulangan bencana. Hasil dari kunjungan ini nantinya akan kami jadikan rencana kerja tahunan bersama Komisi A DPRD DIY yang membidangi penanggulangan bencana,” jelasnya.

Sekretaris BPBD Sulteng, Rizal Abd Rahim yang menerima kunjungan kerja DPRDdan BPBD DIY memyambut baik silaturahmi dan sharing pengetahuan tentang penanggulangan bencana.

Rizal menjelaskan, Provinsi Sulteng merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi rawan bencana, khususnya gempa bumi. Sebagaimana diketahui kata Rizal, di Sulteng terdapat Cesar Palu Koro.

“Selain gempa bumi, Sulteng juga rawan terjadi bencana banjir, tanah longsor dan tsunami,” jelasnya.

Selama ini kata Rizal, BPBD Provinsi Sulteng selalu berupaya bagaimana mengantisipasi terjadinya bencana, meminimalisir korban bencana yang datang tiba-tiba.

“Agar pelayanan jasa penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan baik, dalam penyelenggaraan operasi BPBD Sulteng menyelenggarakan komponen kesiapsiagaan penanggulangan bencana dengan instansi terkait. Termasuk kesiapsiagaan dalam 1×24 jam dengan infrastruktur yang ada,” imbuh Rizal.

Saat ini kata Rizal, BPBD telah memiliki 8 unit kendaraan yang digunakan untuk memberikan pelayanan penanggulangan bencana.

“Kendaraan operasional penanggulangan bencana yang ada diantaranya, mobil dapur umum, mobil logistik dan mobil untuk mengangkut korban,” jelasnya.

Rizal juga mengatakan, penanggulangan bencana tidak dapat dilaksanakan dari sisi pemerintah saja, namun harus bekerjasama dengan masyarakat dan dunia usaha, sesuai dengan prinsip segitiga biru penanggulangan bencana.

Kunjungan kerja DPRD dan BPBD DIY ini akan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (9-10/8/2017).

Dalam jadwal kunjungannya, BPBD DIY juga akan melakukan kunjungan ke BPBD Kota Palu, sekaligus juga akan melakukan kunjungan lapangan di daerah rawan bencana.

Diketahui, bencana merupakan kejadian luar biasa yang datangnya bisa kapan saja, untuk mengurangi dampak korban jiwa atau benda, dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dan melakukan usaha pengurangan risiko bencana. [Trs]

Komentar Anda..!

Komentar

Tinggalkan Komentar Anda...