Dugaan Pemalsuan Gelar Bangsawan, Polisi Geledah Keraton Surakarta

Surakarta, Jurnalsulawesi.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) dan Polresta Solo menggeledah sebuah tempat di Keraton Kasunanan Surakarta. Penggeledahan yang dilakukan selama sekitar tiga jam tersebut atas laporan kubu Raja Paku Buwono (PB) XIII terkait dugaan pemalsuan sertifikat pemberian gelar kebangsawanan atau kekancingan.

BACA: Raja Solo Ingatkan Jangan Tertipu Pemberian Gelar

“Kami mengamankan beberapa barang bukti. Antara lain stempel, satu perangkat komputer dan printer, blangko kekancingan, satu bendel surat permohonan, serta dokumen yang terkait dengan penerbitan kekancingan,” ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Djarot Padakova, Sabtu (15/4/2017).

Lebih lanjut ia mengatakan, polisi menerima laporan dari kubu PB XIII pada 10 April 2017. Dalam surat tersebut, sebagai pelapor berinisial DK dan sebagai terlapor adalah KM. Dugaan pemalsuan pemberian gelar kekancingan dilakukan sejak 2013 hingga sekarang.

Djarot menjelaskan, barang bukti selanjutnya akan diteliti keabsahannya. Selanjutnya akan dimasukan ke berita acara. “Ini untuk membuktikan apakah memang benar terjadi dugaan pemalsuan surat dan apakah masuk dalam pasal 263 (KUHP),” tandasnya.

Tak hanya penggeledahan, polisi juga mengosongkan keraton. Seluruh abdi dalem diminta keluar dari keraton. Sementara adik-adik PB XIII yang tergabung dalam Lembaga Dewan Adat juga ikut keluar. Mereka kemudian dipertemukan dengan kubu PB XIII untuk melakukan mediasi.

“Kita sudah dipertemukan dengan PB XIII, intinya kita sepakat dulu untuk tanggal 22 akan diadakan acara Tingalan Dalem Jumenengan. Setelah itu nanti kita rembug lagi,” pungkas KP Edy Wirabumi, dari Lembaga Dewan Adat.[***]

Source; Merdeka.com

Komentar Anda..!

Komentar

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*