Salah satu pekerjaan normalisasi sungai dan pemasangan bronjong untuk mengatisipasi bencana banjir yang dilakukan Satker OP SDA BWSS III Sulteng. [Ist]

Dukung Nawacita, Satker OP SDA BWSS III Sulteng Sukseskan P3TGAI

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Untuk mendukung program Nawacita Swasembada Pangan, Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Sulawesi Tengah, melalui Satuan Kerja Operasi dan Perawatan Sumber Daya Air) (Satker OP SDA) melaksanakan Program Percepatan Pembangunan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Hal tersebut dikemukakan Kepala Satker OP SDA BWSS III Sulteng I Wayan Karnaya, Jumat (1/12/2017). Menurut Wayan, untuk mendukung Nawacita tersebut Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR memiliki program untuk meningkatkan sarana dan prasarana di bidang irigasi. Program tersebut yakni, Pembangunan Irigasi berat yang ditargetkan untuk mengaliri sawah hingga satu juta hektar.

“Kedua, Program Rehabilitasi atau Peningkatan Daerah Irigasi sebanyak tiga juta hektar. Inilah yang kami lakukan untuk mendukung penguatan program infrastruktur irigasi, guna mensukseskan progam pemerintah dalam mencapai swasembada pangan ke depan,” jelas Wayan.

Program P3TGAI telah dilaksanakan sejak Tahun 2013. Pada Tahun 2013 BWSS III Sulawesi Tengah telah melaksanakan program di 250 desa. Sedangkan Tahun 2014 telah dilaksanakan di 80 desa, Tahun 2015 sebanyak 60 desa, Tahun 2016 sebanyak 40 desa dan pada Tahun 2017 telah dilaksanakan di 102 desa.

“Sementara pada Tahun 2018 mendatang, direncanakan akan dilaksanakan di 170 desa melalui E-Programing. Ini sesuai dengan hasil raker Tanggal 11 November 2017 di Jakarta, yang langsung dipimpin oleh Menteri PUPR. Sesuai instruksi Menteri PUPR, program P3TGAI ini adalah merupakan program padat karya dan pemberdayaan masyarakat petani,” terang Wayan.

I Wayan Karnaya

Dikatakannya lagi, Kepala BWSS III Ir. Yusuf M Tambing, SP, PSDA juga sudah mengistruksikan agar Satker OP SDA Sulawesi III untuk melaksanakan verifikasi dan validasi secara obyektif, sesuai dengan pedoman umum Juknis dan Juklak.

Agar program ini terdistribusi merata ke desa-desa daerah irigasi yang sangat memerlukan program ini, ia telah telah memerintahkan jajarannya yaitu PPK OP SDA II Hermyn Haryadi, ST, M.Si dan PPK SDA OP III Safri, SP, M.Si untuk memonitor pelaksanaan P3TGAI Tahun Anggaran 2017 dengan baik.

“Hasilnya, sesuai laporan PPK OP SDA bahwa progress fisik di lapangan sampai saat ini sudah mencai rata-rata 70-100 persen,” kata Wayan.

Sementara untuk tidaklanjut lebih jauh terkait instruksi Kepala BWSS III Sulawesi Tengah, Satker OP SDA BWSS III melalui PPK, OP SDA 2 dan PPK SDA 3 pada Tahun 2017 juga telah melaksanakan penanggulangan bencana banjir di Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Pelaksanaan penanggulangan bencana banjir ini dilakukan sesuai dengan surat pernyataan Darurat Bencana dari pemerintah daerah kabupaten yang mengalami bencana.

Melalui Satker OP SDA, BWSS III juga melaksanakan sejumlah aksi terkait antisipasi penanganan banjir dan longsor di Wilayah Sulteng dan Sulbar yang menjadi program Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Saat ini kita mempunyai Early Warning System yang merupakan sistem pemantauan telemetry Kementerian PUPR. Ini sebagai bentuk kesiapan kami di Satker OP SDA, bagaimana menghadapi musim hujan dengan curah yang tinggi dan terjadinya banjir,’ imbuh wayan.

Selain Early Warning System, Satker OP SDA juga melakukan kegiatan rutin sebagai program penanganan banjir dengan adanya pemeliharaan sungai secara berkala, seperti pengerukan sedimentasi, normalisasi sungai dan galian alur sungai.

Wayan menuturkan, keterlibatan masyarakat dan komunitas dalam kegiatan tersebut bersama dengan TNI di titik-titik sungai di Sulteng. Dengan demikian, akan meningkatkan kepedulian masyarakat akan kebersihan sungai dan ikut menjaga sungai dari sampah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

Untuk pemulihan fisik sarana dan prasarana, Saker OP SDA BWSS III juga sudah melaksanakan pekerjaan pada Tahun 2017. Beberapa pekerjaan yang sudah dilaksanakan diantaranya Sungai Tondo di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala yang progresnya sudah 100 persen, Sungai Miu di Desa Omu Kabupaten Buol, Sungai Gumbasa di Desa Pandere, Kabupaten Sigi, Sungai Tolai di Kabupaten Parigi Moutong, Sungai Tuelei di Kabupaten Tolitoli.

“Saat ini, dari keseluruhan kegiatan tahun 2017 progress semua pekerjaan itu rata-rata sudah mencapai 90-100 persen,” tegasnya.

Sementara di Provinsi Sulbar kata Wayan, BWSS III Sulteng melalui Satker OP SDA Tahun 2017 ini, juga melaksakan pekerjaan pemecah gelombang di Pantai Mapie, Desa Maloso, Kabupaten Polewali Mandar yang progress sudah mencapai 95 persen.

“Hanya pekerjaan di Desa Bambakoro yang saat ini masih sedang berlangsung dan progresnya baru mencapai 40 persen,” tutupnya.

Dari semua kegiatan yang telah dilaksanakan Satker OP SDA BWSS III Sulteng ini, sesuai dengan semangat peringatan Hari Bakti PU ke 72 Tahun 2017, yang mengusung tema Bakti PUPR Bangun Daya Saing Bangsa.

Melalui peringatan Hari Bakti PU tahun 2017 diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi baru dalam kerja nyata membangun infrastruktur untuk bangsa demi peningkatan daya saing bangsa. [Advertorial]

Rep; Sutrisno

(Visited 125 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*