Kilang minyak milik Iran. Presiden Turki Tayyip Erdogan menuduh AS dan Israel ikut campur urusan internal Iran dan negara-negara Muslim lain untuk merebut kekayaan alamnya. [Reuters]

Erdogan: AS dan Israel Campuri Negara Muslim demi Kekayaan Alam

Istanbul, Jurnalsulawesi.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel mencampuri urusan dalam negeri Iran, Pakistan, dan negara-negara Muslim lainnya demi merebut merebut sumber daya alam mereka.

”Kami tidak dapat menerima bahwa beberapa negara terutama AS dan Israel campur tangan dalam urusan internal Iran dan Pakistan,” kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul, pada hari Jumat (5/1/2018).

Presiden AS Donald John Trump telang terang-terangan mendukung para demonstran anti-pemerintah Iran. Trump menyebut rezim Iran sebagai rezim brutal dan korup.

Erdogan tidak merinci campur tangan AS dalam urusan internal Pakistan. Namun, komentar itu diduga sebagai respons atas keputusan AS untuk menghentikan bantuan dana keamanan terhadap Pakistan yang jumlahnya mencapai lebih dari USD1 miliar. Washington menuduh Islamabad melindungi militan Taliban dan tidak mengambil tindakan tegas dalam melawan terorisme.

“Interferensi AS dan Israel terutama didorong oleh keinginan untuk membuat kekayaan bawah tanah yang berlimpah di semua negara ini menjadi sumber daya mereka sendiri,” kata Erdogan. ”Kedua negara itu, serta negara bagian barat lainnya, menargetkan terutama negara-negara Muslim, mengubah orang-orang di sana melawan satu sama lain,” lanjut pemimpin Turki tersebut, seperti dikutip AFP, Sabtu (6/1/2018).

Hasil bencana dari campur tangan AS, sambung Erdogan, tersebut dapat dilihat di Suriah, Irak, Palestina, Mesir dan negara-negara lain.

”Hal yang sama di Libya, Tunisia, Sudan dan Chad. Negara-negara di mana kerusuhan ditaburkan adalah negara-negara Muslim. Negara-negara ini memiliki kekayaan,” ujar Erdogan. ”Seluruh umat manusia harus tahu ini dan mengubah sikapnya.”

Pejabat Kejaksaan Iran, Mohammad Jafar Montazeri, sebelumnya menuduh gelombang demo kerusuhan di Iran telah didalangi oleh seorang tentara AS dan mantan agen CIA bernama Michael Andrea. Sosok tersebut berafiliasi dengan agen Mossad Israel yang tidak disebutkan namanya.

Pejabat itu juga menuduh Arab Saudi ikut beperan sebagai donatur untuk para perencana kerusuhan. Gelombang demo itu, menurut Montazeri, sudah diatur empat tahun lalu.

Duta Besar Iran untuk PBB Gholamali Khoshroo mengecam tindakan campur tangan pemerintah Amerika dengan cara yang aneh dalam urusan internal Iran.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley meminta DK PBB menggelar pertemuan darurat yang dijadwalkan digelar hari Jumat waktu New York.

Sementara itu, Rusia meledek sikap agresif AS di PBB dalam mencampuri urusan dalam negeri Iran. ”Amerika Serikat melanjutkan kebijakannya tentang campur tangan terbuka dan terselubung dalam urusan internal negara-negara lain. Dengan kedok keprihatinan tentang hak asasi manusia dan demokrasi, mereka langsung menyerang kedaulatan negara lain,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov. [***]

Source; Sindonews

(Visited 34 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*