Ketua FPI Sulteng Habib Hasan Al Habsy (kanan). [Ist]

FPI Sulteng Siap Berantas Paham Radikal dan Intoleran

Palu, Jurnalsulawesi.com- Sikap intoleran dan radikalisme adalah dua mata rantai yang acap menghantui kesatuan anak bangsa. Tidak adanya sikap saling menghormati antarindividu dan kelompok semakin memicu sikap apatis.

Olehnya itu, Front Pemuda Islam (FPI) Sulteng dan PB Allhairaat menolak tegas paham radikalisme dan intoleran di bumi Sulteng.

“Jika ada kelompok pengajian atau pesantren yang mengajarkan paham radikal di daerah ini, kami siap membantu aparat kepolisian untuk menangkap mereka,” kata Ketua FPI Sulteng Habib Hasan Al Habsy kepada Jurnalsulawesi.com, Kamis (28/6/2018).

Generasi harus diberi “imunisasi” agar tidak terpengaruh dengan paham radikalisme dan intoleran.

“Generasi muda khususnya mahasiswa harus mengetahui dan memahami radikalisme dan intoleransi,” cetus Habib Hasan yang juga ketua panitia Haul Guru Tua ke 50.

Menurutnya upaya yang dilakukan untuk membentengi generasi muda dari paham radikalisme, yakni dengan memberi bekal dan pemahaman mengenai radikalisme dan intoleran serta pemahaman agama yang benar sesuai syariat Islam.

Karena menurutnya, Islam adalah agama rahmatan lillalamin yang selalu mengedepankan toleransi dan persaudaraan. Bahkan di jaman Nabi Muhammad SAW, sudah jelas-jelas orang yang memiliki keyakinan berbeda, tetap dilindungi. Termasuk setiap kali terjadi peperangan Nabi, selalu berpesan untuk menjaga alam dan melindungi anak-anak serta kaum perempuan.

“Makanya kami sangat menolak paham radikal serta intoleransi ada atau berkembang di daerah ini,” tandas Habib Hasan, usai melakukan koordinasi dengan Polda Sulteng terkait pelaksanaan Haul Guru Tua.

Habib juga menuturkan bahwa untuk perayaan Haul Guru Tua kali ini, FPI Sulteng dan pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Sulteng akan ikut menyukseskan acara akbar tersebut.

Terkait dengan pelaksanaan pesta demokrasi di negeri ini, Habib Hasan menghimbau kepada masyarakat yang di wilayahnya melaksanakan hajatan demokrasi ini, bisa saling menjaga dan menghormati apapun hasilnya, sehingga bisa berjalan aman dan damai. [***]

Penulis; Agus Manggona

(Visited 69 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*