Darmawati, Guru SMAN 3 Parepare. [Tribunnews]

Gara-gara Minta Siswa Salat, Guru SMA di Parepare Dipenjara

Bagikan Tulisan ini :

Parepare, Jurnalsulawesi.com – Kasus yang menimpa guru agama SMAN 3 Parepare, Darmawati hingga divonis bersalah karena memukul siswinya saat menyuruh salat menjadi perhatian masyarakat Parepare.

Kepala SMAN 3 Parepare, Andi Pallemmui, Ketua Komite SMAN 3 Parepare, Ansar dan Ketua PGRI Ranting SMAN 3 Parepare menceritakan kronologi kasus yang menimpa salah satu tenaga pengajarnya tersebut.

Saat di temui Di SMAN 3 Parepare, Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Sabtu (29/7/2017) ketiganya menceritakan masalah ini sudah diupayakan selesai di Internal sekolah.
Ketua PGRI Ranting SMAN 3 Parepare, Asmar menuturkan, awal pemukulan yang terjadi pada Bulan Februari lalu, keluarga korban memang marah.

“Kita sudah mempertemukan kedua belah pihak. Saat kejadian kita langsung datang ke Puskemas bersama beberapa guru dan menyampaikan minta maaf, “ujarnya.

Dirinya bahkan datang juga di rumah korban bersama sejumlah guru SMAN 3 Parepare hanya saja Bu Darmawati memang tidak pernah mau datang dan beberapa kali mencoba membujuk untuk menyampaikan maaf.

Asmar menceritakan, dua bulan coba diupayakan agar Bu Darmawati datang minta maaf ke korban tetapi tak kunjung dilakukan, malah menantang untuk dilapor ke polisi.

“Pas bulan April, keluarga korban akhirnya melapor ke polisi dan belakangan Bu Darmawati baru mau minta maaf tetapi kasusnya sudah berlanjut.

“Andi Tino (keluarga korban) sudah menyampaikan sudah memaafkan hanya masalah laporan di polisi, Bu Darmawati dipersilahkan untuk mengurusnya sendiri,” jelas Asmar.

Ia pun mengaku, sempat di telepon PGRI Kota Parepare terkait masalah ini tetapi dijelaskan kronologinya hingga terjadi seperti sekarang dan mereka baru mengerti.

Darmawati sendiri sempat menjadi perhatian karena divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) dalam kasus terhadap siswinya tersebut.

Kepala SMAN 3 Parepare, Andi Pallemmui mengatakan, dirinya prihatin atas kasus yang menimpa salah satu tenaga pengajarnya ini tetapi menurutnya sudah dilakukan segala upaya untuk menunaikan tetapi tidak menemukan titik temu.

Cacat Hukum
Akademisi Umpar Parepare, Nasir Dollo, menilai vonis bersalah terhadap guru Darmawati itu dinilai cacat hukum.

“Putusannnya cacat hukum dan ganjil. Dalam melakukan pembinaan guru memiliki hak,” katanya.

Nasir menjelaskan, jika Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini hanya mengacu Pada 80 Ayat 1 dan 76 C Undang-Undang 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Sementara menurut Nasir, Majelis Hakim yang menetapkan vonis tidak mengacu pada Yurisprudensi Mahkamah Agung (MA).

“Dalam Yurisprudensi ini tertuang bahwa perbuatan guru sebagai pembina dalam mendidik anak menjadi rajin dan disiplin tidak boleh dipidana,”jelasnya. [***]

 

Source; Tribunnews.com

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*