[Ilustrasi]

Garda Tipikor: Usut Proyek Alkes Dinkes Tolitoli

Palu, Jurnalsulawesi.com – Jajaran Kepolisian diminta untuk segera mengusut proyek pengadaan alat kesehatan (Askes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolitoli yang merugikan negara sebesar Rp618,62 juta, sebagaimana disebutkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulteng Tahun 2017.
BACA JUGA: Proyek Alkes Dinkes Tolitoli Rugikan Negara

Koordinator Devisi Investigasi LSM Garda Tipikor Sulteng-Sulbar (Sultengbar) Anwar Hakim, SH meminta kepada aparat penegak hukum baik itu Kepolisian maupun Kejaksaan untuk segera mengusut pengadaan Alkes di Dinkes Tolitoli yang telah merugikan negara ratusan juta rupiah.

“Kami meminta aparat Kepolisian dan Kejaksaan segera menindaklanjuti LHP BPK ini,” kata Anwar Hakim, kepada Jurnalsulawesi.com, di Palu, Sabtu (14/7/2018).

Menurut Anwar Hakim, jika mencermati LHP BPK sangat jelas disebutkan bahwa telah terjadi kelebihan pembayaran atas pengadaan alat-alat kesehatan ini. “Bisa jadi semua ini akibat proses pengadaannya menyimpang dari aturan serta perundang-undangan, karena tidak melalui E-Katalog,” cetusnya.

Olehnya Anwar berharap permasalahan ini disikapi secara serius, jika memang pihak penyedia jasa dalam hal ini PT Prima Alvarden tidak memiliki niat baik untuk mengembalkan kerugian negara ini, maka tidak ada alasan, seluruh pihak yang terkait harus dimintai keterangan dan pertanggungjawaban, karena ini tidak hanya menyangkut keuangan negara, tetapi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Tolitoli.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pengadaan Alkes yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Tolitoli Tahun 2017, dengan nama paket Pengadaan Alat-alat Kesehatan RS Pratama (DAK Penugasan) senilai Rp2.007.838.090,- itu telah tercium dugaan kecurangan. Sebab proses pengadaan Alkes ini diduga tidak menggunakan E-Katalog, sebagaimana yang dipersyaratkan untuk pengadaan Alkes.

Sebelumnya, Adhi Setiawan selaku pelaksana dari PT Prima Alverdan saat dikonfirmasi juga tidak memberikan keterangan.

Ia tidak memberikan jawaban dan klarifikasi atas konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan singkat (SMS) dan layanan WhatsApp, Jumat (13/7/2018). Padahal pesan melalui WhatsApp telah dibaca dengan tanda dua centang biru, yang berarti telah membaca pesan tersebut. [***]

 

Penulis; Agus Manggona
Editor; Sutrisno

(Visited 154 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*