Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menjadi Irup pada peringatan Harkitnas dan upacara bulanan di Halaman Kantor Gubernur, Senin (21/5/2018). [Bob Shinoda]

Gubernur: ASN Jangan Jadi Provokator

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, memberikan apresiasi atas kehadiran para pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN), lantaran dalam kondisi menjalankan ibadah puasa tetap mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 110 Tahun 2018.

Di mana Hartiknas kali ini mengangkat tema ‘Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional di Era Digital’. Upacara ini dirangkaikan dengan upacara bulanan di Halaman Kantor Gubernur, Senin (21/5/2018).

Gubernur Longki menegaskan, bagi ASN yang tidak hadir kiranya perlu dilakukan evaluasi kepada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui Sekertaris Daerah Provinsi, serta Asisten Administrasi, Umum dan Organisasi.

“ASN jangan ikut – ikutan terlibat dan menjadi provokator menulis di media sosial, seperti facebook dan WhatsApp,” tutur Gubernur Longki saat menjadi inspektur upacara.

Ia mengimbau jangan ASN menulis mengenai ujaran kebencian karena akan ditindak tegas sesuai surat edaran Menpan terhadap ASN. Gubernur Longki juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada ASN yang melaksanakannya, kiranya ibadah yang dilaksanakan dapat meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Gubernur Longki juga membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara.

Dalam amanatnya Menteri Rudiantara mengimbau bahwa bersatu adalah kata kunci menanggapi cita-cita yang sangat mulia, namun pada saat yang sama ada pula tantangan yang maha kuat menghadang di depan, seperti kata Boedi Oetomo bagai mana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primodial – primodial yang akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.

Diketahui, Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa satu bangsa Indonesia untuk menjadi pertamakali menyadari persatuan dan kesatuan. Presiden pertama dan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno, pada peringatan Harkitnas pada tahun 1957.

Dalam pidatonya, Soekarno mengatakan, pada hari itu kita mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu ide, satu naluri pokok dari pada bangsa Indonesia.

Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa. Cara baru itu ialah cara mangajar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dan perserikatan dan perhimpunan politik, cara perjuang dengan tenaga persatuan. [***]

Penulis; Bob Shinoda
Editor; Sutrisno

(Visited 33 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*